Bukan karena Bilang 'Kami Bersamamu Habib Riz*eq' tapi Ini Kesalahan Kopda Asyari Menurut Kodam Jaya



NusaMerdeka ~   Pjs Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Refki Efriandana Edwar menegaskan bahwa Kopda Asyari Tri Yudha diberi sanksi bukan karena ungkapan kegembiraannya menyambut kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Refki, Kodam Jaya tidak pernah melarang prajurit untuk menyampaikan aspirasinya terkait kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air.

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu. Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami," ujar Refki kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Refki menjelaskan, Kopda Asyari dikenakan sanksi karena melanggar aturan kedisiplinan. Pernyataannya menyimpang dari komando pimpinan.

"Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami. Yang pertama, dia kan ditugaskan oleh dansatnya untuk melaksanakan tugas pengamanan obyek vital Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.

Kesalahan lain, Kopda Asyari menyebarkan tugas pengamanan obyek vital kepada publik melalui media sosial.

Padahal, prajurit mempunyai sumpah untuk menjaga kerahasiaan TNI.

"Tidak seharusnya dalam menjalankan tugas tersebut yang bersangkutan sesumbar dan men-share ke publik," ungkap Refki.

"Prajurit itu punya sumpah, menjaga rahasia TNI sekeras-kerasnya. Nah, itu malah dia abaikan, malah share ke publik dan menyimpang lagi dari tugasnya," tambah dia.

Berdasarkan pengakuan Kopda Asyari, dia ungkapan kebahagiaan yang terekam dalam video saat perjalanan tugas itu dibuat secara spontanitas.

Dengan demikian, Kodam Jaya memutuskan hanya memberikan sanksi disiplin ringan.

Kopda Asyari ditahan secara internal selama 14 hari. Sanksi lain penundaan kenaikan pangkat selama satu periode atau enam bulan dan tidak bisa mengikuti pendidikan selama dua periode.

Untuk diketahui, video yang menunjukkan prajurit TNI menyambut kepulangan pemimpin Rizieq Shihab ketika perjalanan tugas menuju Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 17 detik itu, prajurit TNI Kopda Asyari Tri Yudha mendokumentasikan perjalanannya dan mengungkapkan kegembiraannya atas kepulangan Rizieq ke Tanah Air.

"On the way bandara, persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir. Allahu Akbar," katanya.

Seperti diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (10/11/2020) sekira pukul 09.40 WIB.

Ia sebelumnya terbang dari Arab Saudi, Senin (9/11/2020) pukul 09.30 waktu Arab Saudi dengan menggunakan Pesawat Boeing 777-300 Saudi Arabian Airlines SV816.

Politikus DPR: Pimpinan TNI Harus Bijak

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan kepala staf dari tiga matra TNI bersikap bijaksana menangani anggonya yang bersimpati ke Habib Rizieq Shihab (HRS). 

"Panglima TNI dan para Kepala Staf TNI AD, AU dan AL hendaklah bijaksana terhadap anggotanya yang bersimpati kepada HRS," ujar Syaifullah kepada wartawan, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Menurut Syaiful, sejak dulu di TNI, terutama Angkatan Darat (AD) ada perintah kepada seluruh anggota beserta istrinya, dilarang mengunggah pendapat pribadi di media sosial terhadap sesuatu yang dapat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

"Sudah beberapa kasus perwira dicopot dari jabatan akibat postingan di media sosial," papar politikus PPP itu. 

Namun, Syaiful meminta kepada pimpinan TNI tidak berlebihan menangani anggotanya yang kedapatan melanggar aturan terkait unggahan di media sosial. 

"Jika benar oknum TNI tersebut sampai diborgol, cara tersebut terlalu berlebihan. Rakyat adalah ibu kandung bagi TNI, jangan sampai pula TNI dianggap menyakiti perasaan ibu kandungnya," papar Syaiful. 

Diketahui, seorang anggota TNI AU yang berdinas di salah satu satuan pemeliharaan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta berinisial Serka BDS ditahan Polisi Militer TNI AU (Pomau) sejak Rabu (11/11/2020). 

Serka BDS ditahan karena diduga melanggar hukum disiplin militer setelah mengunggah video menyambut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ke media sosial. 

Sebelumnya diberitakan Kompas.tv, sebuah video berdurasi 25 detik memperlihatkan seorang anggota TNI AU bernyanyi menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atau Habib Rizieq.

Saat bernyanyi, prajurit tersebut mengenakan seragam lengkap TNI AU termasuk baret.

Pada bagian wajah sang prajurit, ada masker yang menggantung. Tapi hanya sampai dagu, tak menutupi mulut dan hidung.

Sambil menghadap kamera yang diduga dari telepon seluler, prajurit TNI AU itu mulai bernyanyi.

"Marhaban pemimpin FPI Allah, Allah, disambut prajurit TNI Allah Allah, marhaban alan wasahlan, marhaban Habib Rizieq Shihab, takbir, Allahuakbar," kata prajurit tersebut.

Video itu lantas viral setelah diunggah ke media sosial Twitter sejak Selasa (10/11/2020).  Ada banyak akun Twitter yang kemudian mengunggah ulang video tersebut.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Bukan karena Bilang 'Kami Bersamamu Habib Riz*eq' tapi Ini Kesalahan Kopda Asyari Menurut Kodam Jaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close