Saking Sederhana Penampilannya, Putri Mahfud MD Sempat Dikira Tak Mampu oleh Dosen Lalu Diberi Susu



NusaMerdeka ~  Mahfud MD resmi dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia setahun silam.

Sebelum menjabat sebagai Menko Polhukam, diketahui Mahfud MD merupakan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Sosok Mahfud MD dikenal sebagai orang yang sederhana, bahkan kehidupan pribadinya jarang diketahui publik.

Mahfud MD yang dikenal humble ini telah menikah dengan Zaizatun Nihayati, SH yang merupakan teman kuliahnya di UII Yogyakarta.

Dari pernikahan tersebut, Mahfud MD dikaruniai tiga orang anak.

Yakni Mohammad Ikhwan Zain, Vina Amalia, dan Royhan Akbar.

Walau anak seorang pejabat, ketiga anak Mahfud MD rupanya sangat sederhana.

Saat menjadi bintang tamu di acara talkshow Alvin Adam, Mahfud MD mengaku tak ingin anaknya dikenal publik.


Mahfud MD bahkan meminta anaknya untuk merahasiakan identitas asli mereka.

Karena hal ini, ada salah satu anak Mahfud MD yang dikira tak mampu hingga diberi susu.

Penasaran seperti apa ketiga sosok anak Mahfud MD?

1. Mohammad Ikhwan Zein


Putra pertama Mahfud MD ini berprofesi sebagai dokter.

Pemilik nama lengkap Mohammad Ikhwan Zein merupakan dokter spesialis kedokteran olahraga.

Ia menjadi komite medis Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tahun 2016-2020.

Putra sulung Mahfud ini juga belajar program S3 atau Ph.D di Belanda.
2. Vina Amelia


Sama seperti sang kakak, Vina Amelia juga memilih terjun ke dunia kedokteran.
Vina Amelia kini bekerja di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Vina merupakan satu-satunya anak Mahfud MD yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Seperti pesan Mahfud MD, Vina tak pernah bercerita tentang profesi ayahnya.

Hingga salah satu dosen Vina yang bernama Chairul mengira jika Vina anak yang tidak mampu.

Chairul merasa kasihan hingga memberi vina susu saat lewar didepannya.

Padahal saat itu Mahfud MD sudah menjabat sebagai ketua MK.

Vina pun menceritakan kejadian ini kepada sang ayah, hingga Mahfud MD mengundang sang dosen ke sebuah acara makan malam.

Saat berbincang, Chairul bertanya siapa anak dari Mahfud MD, yang kemudian dijawab anaknya adalah Vina Amelia.

Chairul pun kaget dan segera meminta maaf, namun Mahfud MD hanya tertawa.

3. Royhan Akbar


Berbeda dari kedua kakaknya, Royhan Akbar memilih bidang hukum.

Royhan Akbar lulus dari Law School program master di Columbia University, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Royhan sempat kuliah di Fakultas Hukum Universutas Gajah Mada Yogyakarta.

Sosok Royhan dikenal sebagai pria yang menyukai sepak bola.

Cerita Mahfud MD Gagal Lolos CPNS Kementerian Agama Saat Masih Muda

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku sempat mengalami kegagalan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama.

Mahfud bercerita sebagai anak desa dari Madura, dirinya hanya bercita-cita menjadi guru agama. Namun dirinya berubah pikiran untuk menjadi hakim agama selepas lulus madrasah.

"Saya ingin jadi hakim agama, jadi guru ingin jadi hakim di pengadilan. Tapi waktu itu sekolahnya di tingkat SMA yang khusus baru ada di Yogyakarta namanya Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN)," ujar Mahfud di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2020).

Selepas lulus dari pendidikan di PHIN, Mahfud tidak langsung dapat berprofesi sebagai hakim agama. Dirinya harus meneruskan kuliah lebih dulu pada Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Keinginan menjadi hakim agama harus diurungkan Mahfud karena keluarganya tidak mampu untuk membiayai kuliahnya. Ayah Mahfud hanya pensiunan pegawai negeri golongan 2C.

Akhirnya Mahfud memutuskan untuk menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama.

"Untuk membiayai anak sekolah itu, agak susah kalau ke perguruan tinggi. Maka saya mendaftar menjadi pegawai negeri, dengan menggunakan ijazah SMA maunya menjadi pegawai negeri Kementerian Agama," tutur Mahfud.

Mahfud mengaku optimis dirinya bakal lulus karena dirinya mendapatkan nilai yang baik saat madrasah. Namun dirinya justru gagal lolos menjadi PNS Kementerian Agama.

"Ternyata gak lulus jadi pegawai di Kementerian agama. Teman-teman saya yang gak pinter justeru lulus semua," ucap Mahfud sambil tersenyum.

Setelah gagal, Mahfud memutuskan mendaftar kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) karena biaya di kampus tersebut gratis.

Namun karena lama menunggu lulus tes, akhirnya memutuskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) dan Fakultas Sesdaya UGM Yogyakarta sekaligus demi menjadi hakim.

Mahfud mengaku kuliah dibiayai oleh beasiswa Supersemar hingga tingkat doktoral. Menurut Mahfud, dirinya dapat sukses karena kehendak Allah SWT.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan dirinya tidak dapat menjadi menteri jika saat itu lolos menjadi PNS Kementerian Agama.

"Tidak masuk akal orang kampung dusun seperti saya jadi profesor tapi Allah menciptakan sebab kamu gak lulus menjadi pegawai Departemen Agama. Tuhan menciptakan saya gak lulus situ membuka pintu agar saya menjadi menteri. Coba kalau saya lulus temen sekolah saya yang diterima sekarang sudah pensiun dari kepala KUA," pungkas Mahfud. (*)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Saking Sederhana Penampilannya, Putri Mahfud MD Sempat Dikira Tak Mampu oleh Dosen Lalu Diberi Susu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close