Skakmat Anies, Bima Arya: PSBB Ketat Bukan Solusi One Fits All



NusaMerdeka ~  Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan pemberlakuan PSBB ketat mulai Senin (14/9). Keputusan diambil lantaran kasus positif dan kematian corona di Ibu Kota melonjak sejak Agustus.

PSBB ketat di Jakarta membuat daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dituntut hal serupa agar upaya menekan penyebaran kasus efektif. Meski demikian, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menganggap PSBB ketat seperti di awal wabah bukan solusi yang one fits all atau menyelesaikan segala masalah.

"Bahwa COVID-19 ini melonjak, iya, itu hampir merata di Bodebek. Kita harus berkoordinasi, iya. Selama ini kita kurang tegas, iya. Tapi pertanyaannya adalah, apakah ada satu single solution yang one fits all? saya rasa tidak. Apakah PSBB total jawaban semua? belum tentu," ujar Bima Arya dalam diskusi bertajuk 'PSBB Lagi?' pada Sabtu (12/9).

Bima Arya tak menutup mata penerapan PSBB ketat membawa dampak buruk bagi ekonomi.

Ia menyebut berdasarkan hasil survei, warga Bogor yang kehilangan pekerjaan akibat PSBB ketat mencapai 40 persen. Sehingga ia menilai dengan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak parah, PSBB ketat bukanlah solusi yang tepat.

"Dalam kondisi warga yang seperti ini, tindakan yang melakukan lockdown terhadap aktivitas ekonomi warga saya kira enggak pas. Kita belajar dari PSBB yang dilakukan (saat awal wabah)" ucapnya,

Menurut Bima, kunci menekan penularan corona yakni dengan konsistensi pemerintah dalam melakukan tes, pelacakan kontak, dan perawatan pasien corona. Sementara warga harus terus diedukasi mengenai pentingnya penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


"Poinnya adalah konsistensi kita, kalau PSBB, lockdown total oke, tapi ekonominya kuat enggak? personelnya kuat enggak? Kota Bogor bagaimana? APBD berapa? provinsi berapa? kementerian berapa?. Jadi perlu pendalaman sekali," ucap Bima.

"Bayangkan warga bilang ke saya, 'Pak Wali, kita ini disamperin saja enggak pernah untuk diberi edukasi, kemudian diawasi aparat enggak pernah. Tiba-tiba disuruh tutup enggal bisa makan'. Ya jangan gitu pemerintah," tutupnya.

Sumber :kumparan.com

0 Response to "Skakmat Anies, Bima Arya: PSBB Ketat Bukan Solusi One Fits All"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close