Setelah Diungk*p oleh Jurnalis Top, Donald Trump Akhirnya Mengaku Sengaja Meremehkan Bahaya Covid-19



NusaMerdeka ~  Pilpres Amerika Serikat (AS) akan berlangsung pada Novemver 2020 nanti.
Kedua capres, Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat sudah sejak jauh-jauh hari saling "berperang opini".

Salah satu yang menjadi topik dalam perjalanan para kandidat untuk menjadi penghuni Gedung Putih adalah tentang Covid-19.

Kini angin berada di kubu Biden terkait laporan bahwa Donald Trump yang menjadi petahana disebut telah menyepelekan pandemi virus Corona.

Donald Trump baru-baru ini mengakui, dia sengaja merendahkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan dari Covid-19.

Kabar itu muncul berdasarkan preview buku Rage, yang ditulis oleh jurnalis veteran Bob Woodward atas wawancara pada 19 Maret lalu.

Menurut informasi buku Rage, Trump sebenarnya memahami bahwa virus Corona adalah penyakit yang berbahaya.

Bahkan Trump tahu kalau Covid-19 ini jauh lebih mengerikan dari flu biasa.

"Itu adalah ancaman yang mengerikan. Bahkan lebih buruk dari flu yang kalian selama ini alami," kata dia pada 7 Februari.

Namun dalam wawancara dengan Woodward merujuk pada buku yang bakal terbit 15 September nanti, Trump mengaku sengaja merendahkan skala ancaman dari Covid-19 ini.

"Sampai sekarang saya berusaha merendahkannya."

"Karena saya tidak ingin menimbulkan kepanikan," ujar presiden berusia 74 tahun itu.

Dia juga mengungkapkan bagaimana virus itu "bisa menyebar di udara", meski selama ini berulang kali Trump mengejek orang-orang yang memakai masker.

Kemudian seperti dikutip Sky News Rabu (9/9/2020), buku itu juga mengungkapkan sang presiden diberi tahu Covid-19 bisa jadi "ancaman keamanan terbesar".

Keberadaan buku Rage ini pun bakal menjadi tekanan hebat bagi Trump.

Terlebih, dia sangat berambisi mendapatkan periode keduanya dalam Pilpres AS pada 3 November mendatang.

Survei politik menyatakan, sekitar dua per tiga publik AS sama sekali tidak menyukai caranya dalam menangani pandemi Covid-19.

Dia juga kerap dituding meremehkan ancaman yang diberikan wabah tersebut demi untuk mengamankan peluangnya terpilih kembali.

Berbicara kepada awak media di Gedung Putih, Trump menuturkan buku yang ditulis Woodward adalah "serangan politik terhadapnya".

Dia juga membela keputusannya yang cenderung meremehkan wabah, semata-mata untuk menghindari apa yang disebutnya "kegilaan publik".

"Kita harus menunjukkan ketenangan."

"Saya jelas tak ingin membawa negara ini dalam kegilaan dan ketakutan," papar Trump dilansir AFP.

"Kami tidak ingin orang-orang berlarian dan berteriak 'lihat ini, lihat ini'. Kepemimpinan harus ditunjukkan dan panik adalah hal terakhir yang muncul," lanjutnya.

Dia kemudian menuding Woodward "sudah menjalankan tugasnya dengan baik" dan mengaku tidak akan membacanya karena tak punya waktu.

Meski begitu, Rage jelas bakal jadi amunisi bagi Demokrat untuk menuduh sang presiden gagal bersikap yang diperlukan untuk mengentaskan wabah.

"Dia tahu sendiri bahwa virus corona ini berbahaya," ujar Joe Biden, kandidat presiden Demokrat dalam kampanyenya di Michigan.

Biden menuding bahwa calon rivalnya tersebut sudah berbohong kepada rakyat AS. Secara sadar sang presiden disebut telah menipu publik.

"Itu memuakkan. Pikirkan apa yang sudah dibuatnya," jelas Biden kepada CNN, seraya menyatakan perilakunya "nyaris setara kriminal".

Presiden Amerika Serikat (AS) secara sengaja memandang enteng dan mengabaikan pandemi virus corona, Covid-19, padahal ia sudah mengetahuinya sejak Februari 2020.

Dalam sebuah rekaman wawancara eksklusif jurnalis senior AS, Bob Woodward, yang dilakukan awal Februari 2020, Trump secara pribadi mengatakan virus corona adalah hal yang mematikan dan tahu itu sangat menular.

Meski mengklaim telah terkendali akan tetapi Trump  kemudian berkata, " Saya suka mengecilkannya".

Donald Trump berbicara secara pribadi tentang sifat mematikan dari virus corona dalam wawancara yang direkam bahkan ketika dia secara terbuka meremehkan tingkat keparahan Covid-19 awal tahun ini.

Sebelum pandemi akan merenggut hampir 200.000 nyawa orang Amerika dan terus bertambah.

Presiden berbagi penilaian tajamnya dengan Bob Woodward dari Washington Post dalam rekaman wawancara telepon pada bulan Februari, ketika virus itu menyebar dari China ke bagian lain dunia.

Dalam rekaman wawancara yang terungkap Rabu sore (9/9/2020) waktu AS,  Trump - yang secara teratur berbicara tentang penghinaannya terhadap banyak media 'berita palsu' - berbicara secara bebas dengan Woodward tentang pemikiran batinnya tentang virus dan percakapan pribadi dengan Kim Jong-un - meskipun telah menyebut buku Woodward sebelumnya sebagai 'penipu pada publik.'

Dikutip dari Dailymail.co.uk, Kamis (10/9/2020), Trump mengakui bahwa virus Covid-19 adalah hal mematikan.

'Ini adalah hal yang mematikan,' kata presiden kepada Woodward.

Bob Woodward adalah jurnalis senior yang lewat laporan investigasinya berhasil memaksa Presiden AS Richard Nixon mundur karena skandal Watergate.

"Anda hanya menghirup udara dan begitulah cara berlalu, '' kata Trump kepadanya dalam panggilan telepon 7 Februari.

"Dan itu sangat rumit. Itu sangat rumit. Itu juga lebih mematikan daripada flu beratmu."'

Trump telah diberi pengarahan tentang virus di Oval Office 28 Januari, seperti yang dijelaskan dalam sebuah artikel Washington Post.

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien memperingatkannya: "Ini akan menjadi ancaman keamanan nasional terbesar yang Anda hadapi dalam kepresidenan Anda," menurut Woodward.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Setelah Diungk*p oleh Jurnalis Top, Donald Trump Akhirnya Mengaku Sengaja Meremehkan Bahaya Covid-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close