Kisah Dokter Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Tetap Produktif, Konsumsi Vitamin Saat Isolasi Mandiri



NusaMerdeka ~  Orang Tanpa Gejala (OTG) seringkali baru menyadari positif terinfeksi Covid 19 setelah melakukan tes rapid lalu dilanjutkan swab tes.

Walaupun tidak mengalami gejala-gejala seperti demam, sesak nafas, batuk, namun orang ini bisa menulari siapapun.

Karena iu Sehingga OTG wajib dilakukan isolasi mandiri.

Saat isolasi mandiri juga tetap minum vitamin, olahraga, dan beraktivitas seperti biasa.

Hingga pada hari ke 5 biasanya dilakukan tes swab kembali.

Bila negatif bisa keluar dari karantina, bila masih positif dilanjutkan lagi masa karantina hingga tes negatif.

Salah satu tenaga kesehatan, dr Bobby Tanamas yang belum lama ini mengalami positif Covid 19 menceritakan pengalamanya.

Sang dokter ositif dengan OTG.

Menurutnya, sebagai tenaga medis yang berhadapan dengan pasien Covid 19, terinfeksi virus yang bermula dari Wuhan, China ini sudah dianggap sebagai risiko profesi.

Kendati menggunakan alat pelindung diri (APD) level 3 sekalipun, salah melepas APD, kelelahan, human eror yang membuat tenaga medis terkena Covid 19 hanya menunggu waktu.

Terlebih hari ke hari jumlah pasien Covid semakin banyak yang artinya paparannya jadi semakin banyak juga.

“Dengan pertambahan pasien 1000 per hari, tenaga medis hanya tunggu waktu untuk kena. Memang sudah risiko pekerjaan, terima dengan ikhlas. Sudah mempersiapkan kalau kena gimana, kalau nggak sadar gimana sudah dipersiapkan. Tapi saya tidak mempersiapkan kalau dibagi-dibagi dengan orang lain apalagi orang yang kita cintai. Karena kita tidak pernah tahu ketika mengenai orang lain, apakah gejala yang ditimbulkan hanya OTG, atau mengalami sesak yang parah,” ujar dr Bobby saat live IG di radio Elshinta, Jumat (11/9/2020).

Saat melakukan isolasi mandiri, protokol kesehatan tetap dilakukan, jemur di pagi hari selama 15-20 menit, lari pagi mulai pukul 05.30 selama 30 menit, dan mengonsumsi anti virus, vitamin C, vitamin D untuk meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi makanan seimbang dan protein.

Karena protein yang mengandung asam amino berguna untuk pembentukan imunitas tubuh.

Protein bisa berasal dari hewani dan nabati seperti daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan.

Pada sore hari juga melakukan olahraga, dan melakukan pekerjaan bila memungkinkan. “Selama isolasi harus tetap bisa produktif,” katanya.

Ia mengatakan, gejala Covid 19 bisa hanya demam, batuk saja, sesak saja, kehilangan indra penciuman atau semua merasakan.

Dan sebaliknya semua bisa tidak merasakan atau OTG.

Persamaannya, ketika sudah positif artinya penularan sudah bisa terjadi.

“Kalau yang masih mengabaikan protokol, bahkan ada orang-orang yang ngga percaya dengan virus ini, heran saya. Virus ini ada. Mungkin tidak menimbulan gejala karena OTG, tapi kalau masuk ke tubuh orang tua, orang yang rentan dengan komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes, jantung belum tentu sekuat kita. Bisa jadi mereka menimbulkan gejala dan kematian,” papar dokter Bobby. Protokol yang wajib dilakukan adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau disingkat 3M. (lis)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Kisah Dokter Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Tetap Produktif, Konsumsi Vitamin Saat Isolasi Mandiri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close