Jumlah Pasien Covid-19 Membludak, Dokter Spesialis Paru : Kami Kelelahan



NusaMerdeka ~  Jumlah pasien Covid-19 kian hari kian meningkat dan membuat petugas medis kewalahan.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) Erlina Burhan, mengungkap, peran dokter spesialis paru penting, namun kini garda terdepan itu diakuinya sedang kelelahan dalam penanganan Covid-19.

"Dokter spesialis paru berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19 di Indonesia saat ini, baik di rumah sakit maupun di sektor pemerintahan. PDPI diminta perannya tapi kita akui bahwa kita kelelahan," ujar Erlina Burhan dalam webinar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), pada Selasa (8/9/2020).

Ia mengatakan, dengan angka pertambahan kasus positif yang meningkat, sementara jumlah dokter paru sebagai dokter penanggung jawab pasien (DPJP) Covid-19 sedikit.

Terlebih banyak dokter spesialis paru yang tidak menjadi DPJP lantaran faktor usia.

Berikut perbandingan jumlah dokter dan pasien di provinsi dengan pasien Covid-19 per (7/9/2020), berdasarkan data PDPI, Jawa Timur yaitu 213 dokter spesalis paru : 35.391 pasien, kemudian di DKI Jakarta 187 dokter : 47.379 pasien.

Lalu Jawa Barat 130 dokter : 12.109 pasien, Jawa Tengah 90 dokter : 15.619 pasien, serta Sulawesi Selatan 21 dokter : 12.192 pasien

"Karena dokter paru ini jumlahnya sedikit, tidak cukup untuk mengatasi kasus Covid-19 yang angkanya terus meningkat. Jadi ini pekerjaan kami kian berat," tambah perempuan berhijab ini.

Masih dari data PDPI, terdapat provinsi yang memiliki jumlah dokter spesialis paru di bawah 10 orang seperti di Kalimantan Utara 5 dokter, Sulawesi Utara 4 dokter, Sulawesi Tengah 3 dokter.

Kemudian, Sulawesi Tenggara 5 dokter, Sulawesi Barat 1 dokter, Maluku Utara 2 dokter, Maluku 5 dokter, Papua Barat 2 dokter, dan Papua 5 dokter.

"Sebarannya tidak merata, lebih banyak tentu di kota-kota besar," imbuhnya.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Jumlah Pasien Covid-19 Membludak, Dokter Spesialis Paru : Kami Kelelahan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close