Ini Peran 3 Anggota Sindikat Internasional Penipuan Ventilator Corona



NusaMerdeka ~  Polisi membeberkan peran tiga tersangka dalam kasus penipuan pembelian ventilator dan monitor COVID-19 oleh sindikat internasional. Ketiga tersangka yaitu SB, R dan TP. Peran dari masing-masing tersangka mulai dari pembuat perusahaan fiktif hingga mengurus kelengkapan administrasi palsu.

"Adapun tersangka yang telah diamankan, yaitu saudara SB. Perannya yang bersangkutan mengaku sebagai direktur CV Zhenzhen, direktur CV Mageba dan Zed Trading. Yang bersangkutan membuat perusahaan fiktif dan membuat rekening penampungan," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Kemudian dikatakan Sigit, tersangka kedua berinisial R berperan sebagai komisaris perusahaan palsu bernama CV Zhenzhen. Dia berperan membuat rekening di bank Mandiri Syariah. Selanjutnya tersangka ketiga, yakni TP berperan mengurus kelengkapan berkas dan administrasi palsu.

"Saudara R, peran sebagai komisaris CV Zhenzhen. Membantu membuat rekening CV Zhenzhen. Kemudian saudara TP, membut surat pengajuan pembukaan blokir rekning CV Zhenzhen dan membuat kelengkapan administrasi palsu untuk upaya membuka blokir rekening CV Zhenzhen," ungkap Sigit.

Sigit menuturkan, selain tiga tersangka yang sudah ditangkap, Bareskrim Polri telah menetapkan inisial B sebagai DPO. B sendiri merupakan Warga Negara Asing (WNA).

"Kemudian satu saudara B, WNA, saat ini masih dalam pencarian oleh tim dari Siber Bareskrim Polri," tuturnya.

Sigit menjelaskan awalnya ada perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait peralatan medis ventilator dan monitor COVID-19.

"Beberapa kali pembayaran tekah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran dirubah menggunakan bank di Indonesia," ungkapnya.

Interpol Indonesia kemudian mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia. Selanjutnya informasi itu diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri.


Berdasarkan hasil penelusuran, tim dari Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus BEC (Business Email Compromise) perusahaan Althea Italy. Korban diketahui sudah melakukan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp 58.831.437.451,00.

Sementara Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmi Santika menyampaikan bahwa di tengah transaksi antara perusahaan Italia dengan China ada yang memotong di tengah. Saat uang masuk ke bank, pihak bank melaporkan ke PPATK.

"Jadi ini yang menarik (melalui bang di Indonesia) bahwa ada transaksi antara Itali dan China, di tengah transaksi ada yang by pass. Kemudian dengan cepat sudah mempersiapkan, karena membuka perusahaan, susunan dewan perusahaan baru bisa buka PT, disebut lah PT Zhenzhen. Begitu ada Uang banyak masuk, Bank Mandiri Syariah melaporkan ke PPATK, dari Interpol juga," imbuhnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 263 KUHP, Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011, Pasal 45A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016, Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 19 Tahun 2016, Pasal 55 KUHP, Pasal 56 KUHP, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010, Pasal 4, 5, 6, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010. Adapun barang bukti yang diamankan yaitu uang pada rekening penampungan sejumlah Rp 56.101.437.451, 2 unit mobil, aset tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan.

Sumber :detik.com

0 Response to "Ini Peran 3 Anggota Sindikat Internasional Penipuan Ventilator Corona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close