Melacak Obat Corona Hadi Pranoto yang Dikritik Kemenristek


NusaMerdeka ~ Dalam video Youtube Anji, Hadi Pranoto mengklaim punya obat Corona. Nama tidak disebut, namun Kemenristek merujuk ke Bio Nuswa dan tidak mendukungnya.
Hadi Pranoto sudah menunjukkan 'obat Corona' di Bogor. Dia menyebutnya ramuan herbal untuk antibodi pencegah COVID-19. Botolnya kecil, polos tanpa merk dan berisi cairan ramuan herbal.

Meski begitu, Kemenristek menyebut obat itu sebagai Bio Nuswa. Produknya memang beredar di pasaran, dijual di toko online. Nomor BPOM yang dipasang di e-commerce merujuk ke Bio Nuswa dalam situs Cek Produk BPOM.


"Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dalam hal ini tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diakui oleh Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," kata Kemenristek dalam pernyataan resminya.

Menurut Kemenristek, setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik.

detikINET pun menghubungi Hadi Pranoto. Dia membenarkan kalau produknya adalah Bio Nuswa. Obat herbal ini pertama kali diperkenalkan oleh Laskma TNI Dr Suradi AS. Menurut Hadi, dia dan Suradi saling mengenal karena memang satu tim.

"Iya memang satu tim. Saya kepala risetnya, Pak Suradi salah satu timnya. Risetnya sudah lama, bukan cuma satu item saja. Kalau didaftarkannya baru 2020," kata Hadi kepada detikINET, Senin (3/8/2020) malam.

Ramuan herbal ini diketahui telah didaftarkan ke Balai POM RI serta sudah mendapat Surat Izin Edar Nomor POM TR203636031 tanggal 14 April 2020. Nama produk Bio Nuswa didaftarkan PT Saraka Mandiri Semesta dari Kabupaten Bogor. Tidak disebutkan bahwa obat ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan gejala virus corona.

Terkait hal ini, sebelumnya pihak TNI AL pun enggan dikaitkan dengan Laksma Suradi terkait ramuan anti Corona ini. Menurut mereka itu adalah urusan pribadi yang bersangkutan.

"Dalam hal ini bahwa berita tersebut tidak dirilis resmi oleh Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), melainkan murni atas nama pribadi. Dengan demikian apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan dalam pemberitaan tersebut, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kedinasan TNI AL dan tidak berkaitan dengan Dinas Kesehatan TNI AL," jelas Kadispenal Laksma Mohamad Zaenal dalam keterangan resminya, Rabu 29 April 2020 silam.

Sumber :detik.com

0 Response to "Melacak Obat Corona Hadi Pranoto yang Dikritik Kemenristek"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close