Siapa Kakek Sujarwo yang Divonis Bersalah oleh Pangadilan Karena Mencuri Uang Infak Rp 7 Ribu


NusaMerdeka ~ Nasib malang dialami seorang kakek yang divonis bersalah oleh pengadilan.

Pria tua bernama Sujarwo itu divonis bersalah karena mencuri uang infak di Mushola.

Jumlah uang yang dicuri oleh Sujarwo tak sebanyak para koruptor yang mengambil uang rakyat untuk berpoya-poya.

Kakek Sujarwo mengambil uang infak sebesar Rp 7 ribu dari Mushola dekat tempat tinggalnya.

Akibatnya, Kakek berusia 60 tahun itu diproses hukum hingga ke meja hijau.

Peristiwa memilukan ini dialami Kakek asal Pedukuhan Karangwuluh Lor, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sang kakek diperkarakan hingga ke meja hijau karena mencuri uang dari kotak infak di mushola Nurul Hidayah di Karangwuluh Kidul pada hari Senin, 5 Juli 2020, sekitar pukul 10.53 WIB.

Kemudian, pada hari Selasa (7/7/2020), Kakek Sujarwo menjalani sidang di Pengadilan Negeri Wates.

Dalam sidang yang digelar, sang Kakek dijerat dengan pasal pencurian.

"Kakek ini didakwa dengan Pasal 364 dengan kualifikasi pencurian ringan," kata Juru Bicara PN Wates, Edy Sameaputty, Rabu (8/7/2020).

Kronologi

Kasus yang menjerat Kakek Sujarwo bermula saat uang yang ada di kotak infak tiba-tiba berkurang.

Padahal, sebelumnya sudah dihitungnya dengan jumlah sebesar Rp 20.000.

Namun, ada kecurigaan takmir masjid.

Saat itu, takmir masjid mengecek kotak infaq yang jumlahnya hanya tersisa Rp 13.000.

Takmir masjid pun curiga ada pelaku pencurian yang menggasak uang Rp 7.000 dari dalam kotak amal.

Kemudian, takmir masjid kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang ditempat tersebut.

Saat melihat rekaman CCTV, takmir masjid pun akhirnya mengetahui siapa sosok yang mengambil uang infak tersebut.

Mengutip Kompas.com, dalam rekaman CCTV terlihat wajah Sujarwo saat membuka dan mengambil uang di kotak infaq.

Sehingga, kakek Sujarwo pun sempat dipanggil untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Mediasi gagal

Kakek Sujarwo sempat dimediasi setelah melihat bukti tersebut.

Pihak takmir masjid dan kalurahan (kantor desa) melakukan mediasi dengan Sujarwo.

Namun, upaya mediasi yang dilakukan tidak menemukan penyelesaian atau titik temu.

Hingga akhirnya, kakek Sujarwo dilaporkan ke polisi.

Didenda pengadilan

Kakek Sujarwo divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Wates.

majelis hakim mendakwa Sujarwo dengan Pasal 364 dengan kualifikasi pencurian ringan.

Ia pun kemudian divonis membayar denda Rp 250.000.

Namun, apabila kakek Sujarwo tak sanggup membayar maka dalam ketentaunnya akan diganti dengan kurungan penjara selama 7 hari.

Alasan sang kakek mencuri

Kakek Sujarwo harus menanggung nasibnya karena mencuri uang Rp 7000 dari kota infak di mushola.

Saat jalani persidangan di Pengadilan Negeri Wates, Sujarwo beralasan mencuri uang untuk membeli makanan.

Menurut Juru Bicara Pengadilan Negeri Wates, Edy Sameaputty, dalam kenyataannya, setiap hari Sujarwo selalu dibuatkan makanan oleh sang istri di rumah.

“Sehingga rangkaian keterangan sebagaimana fakta di persidangan menguatkan keyakinan hakim bahwa ada niat jahat kakek tersebut untuk mencuri uang infaq di mushola dusun setempat,” kata Edy.

(Tribun Bogor/Kompas.com)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Siapa Kakek Sujarwo yang Divonis Bersalah oleh Pangadilan Karena Mencuri Uang Infak Rp 7 Ribu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close