Kasus Postif Jakarta Tembus 19.000 Orang, Ternyata Ini Penyebabnya


NusaMerdeka ~ Kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta pada Minggu (26/7/2020)  menembus 19 ribu, tepatnya 19.0001 kasus, atau mengalami peningkatan 378 kasus dibanding hari sebelumnya sebanyak 18.623 kasus.

Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, penambahan kasus di Jakarta sebanyak 378 kasus tersebut, lebih tinggi dibandingkan dengan dengan penambahan pada Jumat (24/7) sebanyak 279 kasus, pada Minggu (19/7) sebanyak 312 kasus.

Namun, angkat tersebut tidak lebih besar dari penambahan pada Sabtu (25/7) sebanyak 393 kasus, penambahan pada Rabu (22/7) sebanyak 382 kasus, penambahan pada Senin (20/7) sebanyak 361 kasus, penambahan kasus pada Kamis (23/7) sebanyak 416 kasus.

Termasuk penambahan pada Selasa (21/7) sebanyak 441 kasus yang merupakan rekor tertinggi sejak kasus wabah penyakit pneumonia akibat Virus Corona baru tersebut di Jakarta.

Dari jumlah terpapar virus corona jenis baru (COVID-19) itu, yang sembuh bertambah 334 orang pada hari Minggu ini yang menjadikan jumlah total pasien sembuh hingga saat ini menjadi 11.886 orang (hari sebelumnya 11.552 orang). Sementara, untuk pasien meninggal dunia pada Minggu ini ada penambahan empat orang menjadikan total yang meninggal sebanyak 772 orang (hari sebelumnya 768 orang).

Hingga Jumat ini, sebanyak 1.491 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 1.410 orang) dan 4.852 orang melakukan isolasi mandiri atau self isolation di rumah termasuk Wisma Atlet (sebelumnya 4.730 orang).

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tidak menggunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun menggunakan istilah suspek, probable, pelaku perjalanan, kontak erat, dan discarded.

Berdasarkan laman corona.jakarta.go.id, untuk suspek berjumlah 55.366 orang (sebelumnya 55.104 orang), yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 50.149 orang (hari sebelumnya 49.093), suspek yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 1.434 orang (sebelumnya 1.747 orang), sedangkan suspek yang masih menjalani isolasi di RS sebanyak 1.557 orang (sebelumnya 2.070 orang) dan yang meninggal sebanyak 2.226 orang (sebelumnya 2.194 orang).

Untuk pasien berstatus probable sebanyak 313 orang (hari sebelumnya 42 orang), yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 38 orang dan yang meninggal sebanyak 275 (sebelumnya empat orang).

Untuk Pelaku Perjalanan berjumlah 1.928 orang (sebelumnya 1.923 orang), yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 1.822 orang (sebelumnya 1.817 orang) dan yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 106 orang.

Untuk Kontak Erat berjumlah 89.951 orang (sebelumnya 89.710 orang), yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 80.285 orang (sebelumnya 79.708 orang), yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 9.666 orang (sebelumnya 10.002 orang).

Sedangkan, untuk discarded sebanyak 5.818 orang (sebelumnya 5.591 orang), yang telah selesai isolasi sebanyak 5.817 orang (sebelumnya 5.591 orang) dan yang meninggal sebanyak satu orang.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 25 Juli 2020 sudah ada 517.465 sampel (sebelumnya 510.518 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Virus Corona (COVID-19) di lima wilayah DKI Jakarta.

Untuk tes PCR pada 25 Juli 2020, dilakukan pada 4.925 orang. Sebanyak 4.286 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 378 positif dan 3.908 negatif.

Sementara itu, untuk tes cepat (rapid test) sudah diikuti total oleh sebanyak 295.072 orang telah menjalani rapid test, persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen setara dengan 10.438 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 284.634 orang dinyatakan non-reaktif.

Untuk kasus positif, ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test) secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Sebanyak 55 persen dari pasien positif yang ditemukan adalah orang tanpa gejala, untuk itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan COVID, yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1-2 meter, dan mencuci tangan sesering mungkin.

Selain itu, juga diharapkan untuk tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 persen dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat, demikian tulis Antara

Sumber :netralnews.com

0 Response to "Kasus Postif Jakarta Tembus 19.000 Orang, Ternyata Ini Penyebabnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close