Heboh Klepon Tidak Islami, Penjual di Malioboro Tetap Diserbu Pembeli


NusaMerdeka ~  Klepon tidak Islami ramai dibahas di media sosial. Meski disorot karena tidak Islami, penjual klepon di kawasan Malioboro Yogyakarta tetap diserbu pembeli.
Pantauan detikcom di Pasar Beringharjo, Jl Margo Mulyo, Yogyakarta, Selasa (21/7/2020), para penjual jajanan pasar ini mulai membuka lapak sejak pukul 16.00 WIB. Mereka berjualan dengan gerobak dan lampu penerangan.

Sedikitnya ada 10 penjual jajanan di sepanjang Pasar Beringharjo. Selain pedagang klepon, ada juga penjual sate hingga bakpia.

Di antara para pedagang yang menjajakan dagangannya di depan Pasar Beringharjo gerobak pedagang klepon paling banyak diminati. Tampak ada pembeli maupun pedagang yang tidak memakai maskernya. Masker itu hanya dikalungkan di lehernya.

Di lapak penjual klepon ini juga dijual panganan lainnya seperti putu, lumpia, onde-onde, dan cenil. Panganan ini dijual mulai dari harga Rp 500 per biji.

Meski heboh disebut Klepon tidak Islami, jajanan ini ternyata paling diminati dibandingkan putu maupun onde-onde. Selain klepon, panganan putu menjadi menu favorit di tempat tersebut.

Salah seorang pedagang klepon, Budi menyebut selama pandemi virus Corona atau COVID-19 ini dia sempat berhenti berjualan. Namun, baru pekan ini dia memulai berjualan lagi.

"Sempat tidak jualan empat bulan. Baru empat hari ini mulai jualan lagi," kata Budi di lokasi, malam ini.

(ams/sip)

Sumber :detik.com

0 Response to "Heboh Klepon Tidak Islami, Penjual di Malioboro Tetap Diserbu Pembeli"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close