Ternyata Bukan Rp 80 Juta, Segini Harga Jual Rumah Viral Pak Eko yang Dikepung Tembok Tetangga


NusaMerdeka ~ Bukan Rp 80 juta, ternyata segini harga jual rumah Pak Eko atau Eko Purnomo di Bandung yang viral karena dikepung tembok tetangga.

Belakangan ini, rumah Pak Eko kembali viral.

Rumah Pak Eko sempat viral dua tahun lalu dan menjadi perbincangan banyak orang karena terkepung bangunan lain.

Setelah viral, akhirnya dibuatkan akses jalan masuk menuju rumah Pak Eko.

Namun sayang, saat ini rumah Pak Eko alias Eko Purnomo ini justru berbeda kondisinya.

Kini rumah tersebut tak lagi ditempati.

Sang pemilik lebih memilih tinggal di rumah kontrakan.

Rumah tersebut kabarnya hendak dijual sebesar Rp 80 juta.

Hal itu diungkapkan oleh seorang tetangga, Anih (60) ketika ada wartawan Tribunjabar.id yang melakukan peliputan pada Rabu (3/6/2020).

Mengenai hal itu, Pak Eko selaku pemilik rumah membenarkan bahwa rumah tersebut memang dijual.

Namun, angka Rp 80 juta itu bukan angka yang ditawarkannya untuk menjual rumah.

Justru Pak Eko mengaku, sempat ada orang yang menawar rumahnya dengan harga Rp 80 juta.

Tawaran itu berasal dari tetangganya, sebelum rumahnya itu viral di media sosial.

Namun, kala itu keluarga Pak Eko menolak tawaran tersebut.

"Tetangga menawar segitu, tapi keluarga tidak mau," ujarnya seperti yang diberitakan Tribun Jabar sebelumnya.

Pak Eko mengaku, untuk membangun rumah tersebut saja menghabiskan uang hampir Rp 200 juta.

Oleh karena itu, ia mengingat pesan sang ayah agar tak menjual rumah dengan harga yang terlalu murah.

"Ayah pernah bilang, kalau dijual jangan terlalu murah. Sebab, membangunnya saja hampir hampir Rp 200 juta, belum tanah dan mengurus sertifikatnya," katanya.

Ia menyebut, jika ada yang tertarik untuk membeli rumahnya dan harganya cocok, ia bersedia menjualnya.

Disebutkan, harga yang cocok setidaknya Rp 150 juta.

Alasan Tak Tempati Rumah

Pak Eko atau Eko Purnomo, pemilik rumah yang huniannya terkepung rumah tetangga di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat sekarang menjadi pengangguran.

Ia tak bisa bekerja sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19 di tanah air. Padahal biasanya ia kerap berjualan aksesoris ponsel di sejumlah pasar tumpah.

"Tiga bulan menganggur. Biasanya dagang di pasar tumpah, tapi sekarang kan dilarang, karena ada virus corona," kata Pak Eko, seperti yang diwartakan Tribunjabar.id sebelumnya, Senin (8/6/2020).

Untuk mencari uang, ia pun memanfaatkan Facebook dan WhatsApp untuk berjualan. Namun, tak selalu berjalan mulus, kadang dagangannya ada yang beli kadang tidak.

Sosok Pak Eko ini sempat menjadi sorotan publik dua tahun lalu. Bangunan rumahnya viral karena terkepung rumah tetangga.

Rumah tersebut berada Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung.

Kala itu, ia memperjuangkan agar mendapatkan akses jalan masuk dan keluar rumahnya.

Namun, kini ia tak lagi menempati rumah tersebut. Pak Eko memilih tinggal di sebuah rumah kontrakan.

Kontrakan itu masih satu kecamatan dengan rumah viral miliknya yaitu di Kampung Ciporeat, Kelurahan Pasangrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Kepada pihak Tribunjabar.id yang mewawancarainya, Pak Eko mengaku, sejak rumahnya viral, ia sudah lama tak mengunjungi rumahnya lagi.

Ternyata ada penyebabnya mengapa ia tak menempati rumah tersebut, meskipun sudah dapat akses jalan dari seorang tetangga.

Ia mengaku, kerap teringat kenangan masa lalunya, terutama sang ibu.

"Sedih, selalu inget ibu dan kenangan lainnya. Saya itu dulu pengantin baru tinggal di sana 7 tahun.

Tapi sekarang, rumah tak punya jalan. Ada akses dari ibu Imas, tapi jalan saja harus miring. Orang gendut itu enggak akan bisa masuk," katanya.

Rumahnya Kini Tak Terawat

Sebelumnya ada wartawan TribunJabar.id yang  telah mengunjungi rumah tersebut, di Kampung Sukagalih, Desa Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (3/6/2020) pagi.

Akses jalannya, walaupun hanya cukup untuk satu tubuh manusia, tapi masih tetap ada. Setelah memasuki akses jalan masuk tersebut, terlihat rumah Pak Eko masih berdiri kokoh.

Rumah itu memiliki lebar dan luas sekitar 76 meter persegi. Namun sayang, rumah itu tak terurus. Kondisi rumah juga terkunci. Tak ada satu pun orang di dalamnya.

Berdasarkan laporan wartawan TribunJabar.id, rumah itu sangat kotor, terdapat sejumlah tanaman mengering yang berserakan.

Asep (13), remaja yang tinggal di sekitar sana mengatakan, sudah lama Eko tak tinggal di rumah tersebut.

Hal senada juga dikatakan Anih (60), tetangga rumah Eko. Ia mengatakan, sudah lama sekali rumah tersebut kosong. Namun, dia tak mengetahui kapan terakhir kali Eko datang ke rumah tersebut.

"Kalau terbaru ke sini, kami kurang tahu. Pernah dulu terakhir malam datangnya," katanya.

Anih pun tak mengetahui keberadaan Eko. Menurut kabar yang didengarnya, Eko mengontrak di Karanganyar.

"Enggak tahu kalau sekarang di mana," ujarnya.

Lebih lanjut Anih mengatakan, rumah itu sebelumnya juga pernah dikontrakkan. (Tribunnewsmaker/*)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Ternyata Bukan Rp 80 Juta, Segini Harga Jual Rumah Viral Pak Eko yang Dikepung Tembok Tetangga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close