Tagihan Listrik Naik, Kementerian BUMN: Meteran Ada di Rumah Bukan di PLN


NusaMerdeka ~ Kementerian BUMN ikut berkomentar terkait dengan naiknya tagihan listrik para pelanggan PLN. Kenaikan tagihan itu karena ada biaya yang belum tertagih dari PLN ke pelanggan, akibat peningkatan pemakaian selama penerapan kebijakan work from home (WFH).

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, tagihan yang belum tertagih tak langsung semua ditagihkan ke masyarakat. Menurutnya, PLN mencicil penagihan kelebihan pemakaian tersebut agar tak memberatkan pelanggan.

"Karena tahu melonjak tagihan tersebut, membuat teman-teman PLN tersebut merasa ini (kasihan), masyarakat kasihan juga nih kalau harus membayar, maka mereka (PLN) mengatakan kelebihan ini bisa dicicil 2 - 3 bulan selama cicilan itu dipakai. Ini kita lihat bahwa memang tidak ada perubahan dari tahap listrik," ujar Arya kepada wartawan seperti ditulis, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, Arya meminta masyarakat bisa menghitung sendiri jumlah pemakaian listrik, jika masih belum percaya tagihan listriknya melonjak. Contoh sederhananya, terang Arya, masyakat bisa menghitung pemakaian listrik lewat meteran listrik.

Masyarakat bisa membanding pemakaian listrik yang tercantum di meteran listrik saat sebelum masa di rumah saja dan sesudah masa di rumah saja. Jika, terdapat kenaikan pemakaian per kwh, maka itulah yang membuat tagihan listrik naik.

"Jadi kalau dibilang PLN membohongi engga bisa, karena meterannya jelas, angkanya jelas, listrik angkanya jelas, meteran ada di rumah pelanggan bukan di mana, bukan di PLN tapi di pelanggan," jelas Arya.

"Jadi, dengan membandingkan meteran sebelum corona dan setelah corona lihat aja, dibandingkan dan dikalikan kwh-nya pasti nanti totalnya segitu juga," tambah Arya.

Sebelumnya, Arya mengemukakan, jika kenaikan tagihan listrik murni karena naiknya pemakaian listrik di rumah.

Ia juga melanjutkan, pada saat ada imbauan di rumah saja, maka semua anggota kegiatan praktis dilakukan di rumah mulai dari bekerja, belajar hingga beribadah.

Sehingga, tanpa sadar semua penggunaan listrik meningkat, akhirnya membuat tagihan listrik naik.

"Mungkin selama ini kita, nggak pernah pakai TV karena di rumah pakai TV. Atau ada yang pake AC biasanya cuma satu karena di rumah, mungkin AC-nya di tambah tiga sampai empat AC dipakai atau hal-hal lain. Mulai dari anak, orang tua, semua di rumah, semua bekerja dan sekolah akhirnya pemakaian listrik juga naik," imbuh Arya.

Sumber :suara.com

0 Response to "Tagihan Listrik Naik, Kementerian BUMN: Meteran Ada di Rumah Bukan di PLN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close