Jenderal Pramono Edhie Mendobrak Kongkalikong Tank Leopard


NusaMerdeka ~ Karakter Jenderal Pramono Edhie Wibowo dikenal keras, lurus, dan berintegritas. Salah satu kebijakannya yang dinilai berani dan dikenang banyak pihak adalah terkait pembelian main battle tank (MBT) Leopard dari Jerman.
Semula, bila mengikuti penawaran sejumlah agen atau broker yang biasa terlibat dalam pembelian persenjataan, TNI AD hanya akan mendapatkan 40 buah tank. Tapi, karena sang Jenderal tak bersedia mengikuti skenario mereka dan membelinya langsung ke negara produsen, jumlah tank yang bisa dibeli bisa lebih banyak.

"Kerugiannya bisa lebih dari 30 persen, karena itu Pak Pramono Edhie ingin mengubah kebiasaan membeli alutsista dari agen," tulis Rajab Ritonga dalam bukunya, 'Pramono Edhie Prabowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan'.

Untuk menghindari para agen atau broker yang menawarkan harga lebih mahal, Pramono Edhie mengutus Wakil KSAD Letjen Budiman ke pabrik Leopard di Jerman. Dari kunjungan itu disepakati bahwa pembelian langsung tanpa pihak ketiga ternyata dimungkinkan dan bisa jauh lebih murah.

Tapi narasi yang kemudian berkembang di publik, pembelian Leopard seolah-olah keliru dan tak sesuai dengan kondisi alam di Indonesia. Sejumlah jembatan di tanah air yang dilintasi tank berbobot 60 ton akan ambrol. Tank itu juga tak akan mampu bermanuver dengan maksimal dengan medan di Indonesia yang berbukit-bukit. Tank Lepoard disebut lebih cocok untuk negara-negara timur tengah yang medannya berpasir.

Tapi Pramono Edhi pantang surut. Bagi mantan Pangkostrad itu, keberadaan alutsista canggih sekelas Leopard akan menimbulkan daya tangkal (deterrence) bagi pihak lain.

Dalam konteks balance of power, negara-negara di kawasan yang kondisi alamnya mirip dengan Indonesia juga melengkapi tentaranya dengan MBT. Malaysia, misalnya, disokong 48 PT-91M buatan Polandia, dan Singapura sejak 2007 sudah memiliki hampir seratus Leopard jenis lain.

"Kami bukan ingin bersaing, tapi hanya ingin menyamakan dengan teknologi persenjataan milik negara-negara tetangga. Jadi kalau kami latihan, sekelas (dengan mereka)," kata Pramono Edhi di hadapan Komisi I DPR RI.

Kekhawatiran tank Leopard akan merobohkan jembatan-jembatan di Tanah Air tak terbukti. Belakangan, saat debat calon presiden, 22 Juni 2014, Prabowo Subianto memuji dan menyokong keputusan pembelian Leopard tersebut.

Pramono Edhie Wibowo pensiun pada 2013, dan kemudian terjun ke dunia politik. Pramono menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat. Pramono Edhie berpulang pada Sabtu malam (13/6/2020) di RS Cimacan karena sakit Jantung.

Sumber :detik.com

0 Response to "Jenderal Pramono Edhie Mendobrak Kongkalikong Tank Leopard"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close