Dugaaan Keliru Ojol yang Terlanjur Makamkan Rekannya Tanpa Protokol COVID


NusaMerdeka ~ Seorang driver ojol perempuan di Surabaya, DAW (39) meninggal setelah sebelumnya sempat terjatuh karena dijambret pada Kamis (4/6) di kawasan Darmo Harapan. Driver tersebut kemudian dibawa ke RS Mitra Keluarga Bundaran Satelit. Sehari berselang, pihak keluarga memindahkan DAW ke RSU dr Soetomo.
Pada Minggu (7/6) sekitar pukul 14.30 WIB, DAW mengembuskan napas terakhir. Saat meninggal, DAW diberi status PDP. Dalam perawatan di RSU dr Soetomo, DAW menjalani serangkaian tes dan ditemukan flek pada paru-paru.

Awalnya RSU Soetomo meminta jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun pihak keluarga ngotot jika DAW hasilnya negatif saat rapid test dan tidak mau dimakamkan sesuai protokol COVID. Padahal pihak RSU dr Soetomo sudah mempersiapkan pemulasaraan jenazah dengan protokol COVID-19.

Kondisi ini sempat memanas. Akhirnya ratusan ojol mendatangi RSU dr Soetomo setelah jenazah tak bisa keluar tanpa protokol COVID-19. Jenazah pun dibawa dan dimakamkan tanpa protokol COVID-19.

Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong membenarkan peristiwa itu.

"Akhirnya ramai terjadi keributan. Ratusan ojol ada di kamar mayat. Pihak keluarga, adik sama kakaknya di kamar jenazah. Tapi setelah itu diberi surat dan disuruh baca-baca dulu sebelum ditanda tangan. Sudah kondusif juga saat itu," terang Daniel.

Daniel menjelaskan, awalnya RSU Soetomo meminta jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19. Tapi, akhirnya jenazah boleh dimakamkan secara umum.

"Awalnya ada permintaan seperti itu. Tapi akhirnya nggak tahu kenapa tidak ada pemakaman secara COVID-19. Berarti kan negatif bukan positif (Corona). Bisa dibawa pulang tanpa menggunakan protokol jenazah COVID-19," tandasnya.

Dia kemudian bertanya pada Humas RSU Soetomo, dr Pesta Parulian Maurid Edward SpAn, mengenai DAW yang dinyatakan sebagai PDP terkait Corona. Menurutnya, dr Pesta mengatakan, status PDP diberikan karena DAW memiliki flek di paru-parunya.

Setelah itu sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah diperbolehkan dibawa pulang. Jenazah dibawa pulang menggunakan ambulans tanpa menerapkan protokol COVID-19. Ratusan driver ojol mengiringi kepulangan jenazah sampai di rumah duka, Dukuh Kupang Barat. Pihak RT/RW turut membantu pemakaman jenazah DAW secara umum.

Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan hasil swab menyatakan positif Corona.

Joni menjelaskan, dalam pemeriksaan yang dilakukan RSU drSoetomo, ditemukan flek di paru wanita tersebut. Selain itu, DAW juga memiliki penyakit bronkhitis.

"Pasien ini kecelakaan. Diperiksa sesuai prosedur, rapid test memang nonreaktif. Kemudian di-CT-Scan, ini lebih sensitif. Pasien ini dirujuk dari RS swasta ke RSU dr Soetomo, kemudian dilakukan pemeriksaan," papar Joni saat di Gedung Negara Grahadi, Selasa (9/6/2020).

"Kita punya sistem scoring, apakah pasien ini berisiko terkena COVID-19 atau tidak. Karena memenuhi scoring, akhirnya dilakukan swab. Lah swab perlu waktu untuk mendiagnosa adanya Corona/tidak. Pasien ini selain patah tulang, juga memiliki bronkitis," lanjutnya.

Setelah di-swab, kata Joni, pasien kemudian sempat akan dioperasi karena mengalami patah tulang. Namun sebelum dioperasi, pasien dinyatakan meninggal dunia. Dirut RSU dr Soetomo ini menambahkan, pihak keluarga sebenarnya mengerti bahwa DAW positif Corona. Namun keluarga ngotot hasil rapid test negatif.

"Keluarga sebenarnya tahu ada COVID-19, tapi (pasien) meninggal sebelum PCR keluar. Pemulasaraan jenazah diminta pihak rumah sakit sudah sesuai protokol karena status PDP, tapi keluarga berdasar rapid test negatif dan tidak mau sesuai protokol. Padahal justru rapid negatif yang bahaya karena belum terbentuk antibodi," terangnya.

Sumber :detik.com

0 Response to "Dugaaan Keliru Ojol yang Terlanjur Makamkan Rekannya Tanpa Protokol COVID"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close