Ditanya Penyebab Amarah John Kei karena Nus Kei Lebih Populer, Begini Jawaban Agrapinus Rumatora


NusaMerdeka ~ Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menjawab soal kabar penyerangan terhadap dirinya oleh John Kei karena faktor kalah populer.

Menurut Nus Kei, kepopulerannya saat ini bukan merupakan ancaman bagi John Kei.

Nus Kei juga mengatakan serangan John Kei ke rumahnya dipicu oleh masalah pekerjaan di Ambon.

"Jadi betul ada kerjaan di Ambon, ada sengketa tanah di Ambon," kata Nus Kei dikutip dari Instagram TV metrotv.

Pekerjaan tersebut, kata Nus Kei, sudah selesai.

Namun menurut Nus Kei, John Kei tak sabar.

Nus Kei juga membantah penyerangan John Kei didasari oleh pembagian hasil jual tanah.

"Dijalani sudah selesai sebetulnya, bukan soal pembagian hasil sebenarnya."

"Sudah selesai cuma ponakan saya tidak bersabar aja terburu-buru akhirnya jadi begini," kata Nus Kei.

Wartawan yang mewawancarai Nus Kei lantas mengaitkan serangan John Kei ini dengan popularitas.

Kepopuleran Nus Kei dianggap mengancam nama John Kei.

Nus Kei dengan tegas mengatakan bukan hal itu penyebab penyerangan.

"Saya tidak bilang bahwa saya lagi populer," kata Nus Kei sambil menunjuk wartawan.

Nus Kei mengatakan yang menganggap dirinya lebih populer dari John Kei adalah media dan orang lain.

"Yaitu mungkin dari media atau mungkin kondisi memang seperti itu."

"Realitanya seperti itu kita mau ngapain lagi."

"Bahwa dia posisi dia lagi masuk ke dalam atas perbuatan yang kemaren kita sudah tau, tiba-tiba saya di posisi seperti begini, kenapa tidak," kata Nus Kei.

Dalam menyelesaikan masalah ini, Nus Kei akan tetap memposisikan diri sebagai paman dari John Kei.

Nus Kei juga berencana akan melakukan rekonsiliasi dengan semua orang Kei yang ada di Jakarta.

"Saya dari kemarin saya akan memposisikan sebagai orangtua, sebagai paman, saya akan tetap posisikan seperti itu."

"Mungkin kita selesaikan dulu prosesnya di polisi, saya akan lakukan."

"Pernyataan saya sudah bilang akan rekonsiliasi bukan hanya untuk keluarga tapi seluruh orang Kei di Jakarta," kata Nus Kei.

Melansir Tribun Jakarta, pengacara membantah bahwa John Kei memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Nus Kei.

Polisi sebelumnya memeriksa Nus Kei sebagai saksi.
Menurut polisi, keterangan yang diberikan Nus Kei kepada polisi menjadi dasar penangkapan John Kei dan anak buahnya.

Kini, John Kei dan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, pengani*yaan, dan pembu*uhan berencana.

Polisi juga tengah memburu tiga Anak Buah John Kei lainnya.

Salah seorang di antaranya diduga membawa senjata api.

Melansir Tribun Jakarta Pengacara John Kei Anton Sudanto membantah jika kliennya memerintahkan sejumlah orang untuk menyerang pamannya, Nus Kei.

Hal itu disampaikan Anton di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020).

"Tentu itu kami membantah, karena nggak ada bukti sama sekali," kata Anton kepada wartawan.

Meski begitu, Anton mengatakan pihaknya menghormati jalannya proses penyidikan.

"Ini masih dalam penyidikan. Jadi biarkanlah diuji dulu oleh penyidik. Kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," ujar dia.

Saat ini, John Kei masih menjalani pemeriksaan terkait kasus penyerangan hingga pengani*yaan yang mengakibatkan satu orang tewas.

Penyerangan ini dilatarbelakangi masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut keduanya masih bersaudara.

"Antara John Kei dan Nus Kei dilandasi permasalahan pribadi terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus ini, Senin (22/6/2020).

Permasalahan tersebut tidak menemui penyelesaian hingga akhirnya terjadi aksi saling ancam.

"Dengan dilandasi tidak adanya penyelesaian, mereka saling mengancam melalui HP," ujar Nana. (Tribunnewsbogor.com/Sanjaya Ardhi)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Ditanya Penyebab Amarah John Kei karena Nus Kei Lebih Populer, Begini Jawaban Agrapinus Rumatora"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close