Puji Yasonna, Effendi Gazali Lalu Tanya Fadjroel: 30 Ribu Napi yang Dilepas Dapat Kartu Sembako?


NusaMerdeka ~ Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali turut mengomentari soal pelepasan 30 ribu narapidana akibat Virus Corona.

Hal itu diungkapkan Effendi Gazali saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (7/4/2020).

Mulanya, Effendi Gazali mengapresiasi pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang mengungkap alasan mengapa melepaskan sejumlah narapidana tindak pidana.

"Saya mau sedikit menyinggung tadi tentunya Pak Menteri kita Professor Yasona Laoly memberikan jawaban yang menarik tadi."

"Saya cuma ingin mengatakan mestinya ada dua hal yang berbeda yang satu nanti temen-temen itu narapidana ada yang dikembalikan kepada keluarganya karena sudah dibebaskan," ujar Effendi Gazali.

Effendi menyinggung soal physical distancing yang menjadi alasan pemerintah membebaskan puluhan ribu napi tersebut.

"Tapi barangkali yang langkah lainnya juga adalah memulangkan mereka kepada keluarga sementara untuk misalnya memenuhi physical distancing nanti sudah selesai kembali lagi."

"Nah itu yang harus kita pahami karena alasan kita tadi ya Datuk Karni Ilyas, physical distancing begitu ya," kata dia.

Lalu, ia meminta agar Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman menjawab pertanyaanya.

Ia bertanya apakah narapidana itu akan diberikan uang tunjangan selama dibebaskan.

"Nah tetapi muncul pertanyaan sekarang apakah, mudah-mudahan Jubir Presiden memberikan jawaban juga, temen-temen narapidana yang dikembalikan pada keluarganya."

"Apakah mereka termasuk dalam 20 juta keluarga yang akan mendapatkan kartu sembako nantinya," ujarnya.

Mengingat di penjara, kebutuhan dasar para napi sudah dijamin.

"Ini menarik artinya kan mereka dikeluarkan atau dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan mereka di sana diberi makan," ujar Effendi.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucurkan Rp 405 triliun kepada warga kurang mampu karena dampak Virus Corona.

"Sehingga sudah dihitung kalau enggak salah itu dengan 30 ribu akan ada 260 milyar yang lebih meringankan mereka dikembalikan ke pemasyarakatan sementara baik karena bebas atau pembebbasan sementara, tapi apakah mereka termasuk," katanya.

Dalam kesempatan itu, Effendi menambahkan dirinya berterima kasih dengan Jokowi yang sudah mengambil langkah untuk mengucurkan dana bagi keluarga kurang mampu.

"Saya mengatakan terima kasih bahwa Pak Presiden sudah menyatakan kartu sembako, bagi saya yang bahan pokok yang penting di samping kartu-kartu lain, itu sudah menigkat menjadi 20 juta, dari 5,2 juta lalu angkanya tidak 150 ribu lagi dan tambah 30 persen lagi serta selama sembilan bulan," tuturnya.

Kabar Gembira dari Jokowi

Kabar gembira datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan dampak Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (31/3/2020), Presiden Jokowi mengatakan bahwa penerima kartu sembako akan diperbanyak.

Mulanya, Presiden Jokowi mulanya mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara pada tahun 2020 akibat Covid-19 dinaikkan.

"Pemerintah memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp 405,1 triliun rupiah," ujar Jokowi.

Dari sekitar Rp 400 triliun tersebut, Rp 75 triliun digunakan untuk belanja dan memenuhi kebutuhan bidang kesehatan dalam menangani Virus Corona

"Total anggaran tersebut akan dialokasikan Rp 75 triliun untuk belanja bidang kesehatan," jelas Jokowi.

Kemudian, ia mengatakan bahwa APBN juga akan digunakan untuk perlindungan sosial maupun keringan perpajakan bagi rakyat.

"Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat, dan Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskankan bahwa restrukturisasi kredit juga dianggarkan bagi pengusaha kecil dan menengah.

"Termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan usaha terutama usaha mikro, usaha kecil dan menengah," katanya.

Khusus anggaran perlindungan sosial, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan memperbanyak penerima manfaat.

"Kemudian anggaran perlindungan sosial akan diprioritaskan untuk keluarga penerima manfaat PKH yang naik dari 9, 2 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat," jelas Jokowi.

Selain itu, penerima kartu sembako juga diperbanyak hingga 20 juta jiwa penerima.

"Juga akan dipakai untuk kartu sembako yang dinaikkan dari 15,2 juta orang menjadi 20 juta penerima," lanjutnya.

Selain itu, anggaran kartu prakerja menjadi Rp 20 triliun.

"Anggaran perlindungan sosial juga akan dipakai untuk kartu prakerja yang dinaikkan anggarannya dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun untuk bisa mencover sekitar 5,6 juta orang yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil," jelas Mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi menyebut bahwa pemerintah akan menggratiskan biaya tagihan listrik bagi pengguna 450 kVA selama 3 bulan.

"Juga akan digunakan pembebasan biaya listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 kVA," ucap presiden asal Solo ini.

Sedangkan bagi pengguna listrik 900 kVA akan mendapat potongan harga 50 persen selama tiga bulan.

"Dan diskon 50 persen untuk tujuh juta pelanggan 900 kVA," pungkasnya.

Ia menambahkan, dalam anggaran perlindungan sosial terdapat di dalamya anggaran dukungan logistik sembako.

"Termasuk di dalamnya juga dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok Rp 25 triliun," imbuh dia. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Puji Yasonna, Effendi Gazali Lalu Tanya Fadjroel: 30 Ribu Napi yang Dilepas Dapat Kartu Sembako?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close