Najwa Shihab Terang-terangan B*ngkar Reaksi Yasonna Laoly Saat Dikritk Soal Pembebasan Napi Korupsi


NusaMerdeka ~ Presenter Najwa Shihab terang-terangan bongkar reaksi anak buah Jokowi, Menkumham Yasonna Laoly saat dikritk soal rencana pembebasan napi Korupsi di Instagram dan WhatsApp.

Rencana Menkumham Yasonna Laoly tentang pembebasan napi Korupsi di tengah pandemi Virus Corona mendatangkan pro-kontra tersendiri.

Meskipun belum diputuskan Presiden Jokowi, rencana Menkumham Yasonna Laoly itu mendapat kritik tajam dari presenter Najwa Shihab.

Tak terima dikritik Najwa Shihab, anak buah Jokowi ini geram dan langsung menuding kritikan presenter Mata Najwa itu berbau provoatif dan politis.

Reaksi kegeraman Menkumham Yasonna Laoly dibongkar terang-terangan oleh Najwa Shihab melalui postingan di Instagram pribadinya, @najwashihab pada Minggu (5/4/20).

Menkumham Yasonna Laoly merasa geram dengan kritikan Najwa Shihab soal pembebasan napi koruptor yang berusia lebih dari 60 tahun.

Dalam postingan tersebut, Najwa Shihab mengkau mendapat WhatsApp dari Yasonna laoly.

Dalam WhatsApp tersebut, Yasonna Laoly tampak geram lantaran mendapat kritikan dari Najwa Shihab.

Bahkan Yasonna Laoly menyebut Najwa Shihab telah berprasangka buruk sekaligus membuat pernyataan yang profokatif.

Lantas Yasonna Laoly menuding media telah telah berlebihan memberitakan pernyataannya.

Bahkan Yasonna Laoly mengatakan wacana membebasakn napi Korupsi itu baru sekedar usulan ke presiden dan bisa ditolak oleh presiden.

Menkumham Yasonna Laoly meminta publik menunggu terlebih dahulu.

Lantaran mendapat whatsApp seperti itu, Najwa Shihab langsung meminta Yasonna Laoly untuk hadir di acara Mata Najwa.

Berikut keterangan Najwa Shihab selengkapnya:

"PERCAKAPAN SAYA DENGAN MENTERI YASONNA SOAL PEMBEBASAN NAPI KORUPTOR

Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly: “Saya heran dengan tuduhan tak berdasar Najwa, tentang pembebasan koruptor. Suudzon banget, sih, provokatif dan politis. Belum ada kebijakan itu. Tunggu, dong, seperti apa.”

Itu sapaan awal Menteri Yasonna ke saya tadi malam melalui aplikasi WA sembari mengirimkan rilis keterangan pers.

Menurut Menteri Yasonna, pembahasan revisi PP 99/2012 soal pembebasasan napi koruptor karena alasan COVID-9 belum dilakukan.

“Ini baru usulan yang akan diajukan ke Presiden dan bisa saja Presiden tidak setuju,” tulis keterangan pers tersebut.

Dalam keterangan pers itu juga disebutkan bahwa “Pemerintah bila ingin mengurangi over kapasitas di Lapas memang dimungkinkan dengan revisi PP 99/2012.

Namun dengan kriteria syarat begitu ketat.

Napi kasus korupsi yang berumur di atas 60 tahun dan sudah menjalani 2/3 masa tahanan.

Pertimbangan kemanusiaan usia di atas 60 tahun.

Sebab daya imun tubuh lemah.

Itu juga tidak mudah mendapatkan bebas”.

Menteri Yasonna Laoly menyebut pihaknya berhati-hati, namun pihak lain yaitu media tidak melakukannya.

“Kami masih exercise (usulan revisi itu).

TIDAK gegabah.

Beda dengan media, gegabah, berimajinasi dan provokasi.” Menteri Yasona agak berlebihan.

Kami sama sekali tidak berimajinasi.

Pemberitaan media muncul dari rapat resmi Menkumham dengan Komisi 3 DPR melalui teleconference pada 1 april 2020.

Semua keterangan soal usulan revisi PP No 9/2012 yang menyebut kriteria dan syarat yang memungkinkan pembebasan napi koruptor berasal dari penjelasan Menteri Yasonna sendiri dalam rapat itu.

Bahwa usulan revisi itu memunculkan beragam reaksi adalah hal wajar.

Memang banyak yang bingung, curiga bahkan marah. Bukan hanya masyarakat umum, aparat penegak hukum pun keberatan dengan usulan itu.

KPK, misalnya, mengeluarkan pernyataan resmi: “KPK Menolak Pandemi COVID-19 jadi Dalih Pembebasan Koruptor”. Kajian KPK menunjukkan, napi koruptor bukan penyebab kapasitas berlebih lapas," tulisnya.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Najwa Shihab Terang-terangan B*ngkar Reaksi Yasonna Laoly Saat Dikritk Soal Pembebasan Napi Korupsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close