Di Jember Polisi Marahi Warga Arisan, di Jakarta Kapolsek Malah Gelar Resepsi Mewah


NusaMerdeka ~ Baru-baru ini media sosial digegerkan dengan foto resepsi Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana, di Hotel Mulia, Jakarta. Resepsi ini menunjukkan jika Kapolsek tak mengindahkan maklumat Kapolri, yang melarang mengadakan resepsi pernikahan di tengah wabah virus corona.

Padahal di beberapa daerah, polisi memarahi dan membubarkan warga yang berkumpul dan berkerumun. Namun kondisi berbeda terjadi di Ibu Kota yang dilakukan anggota polisi. Berikut ulasannya:

Kapolsek Marahi Warga Gelar Arisan
Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto ketika itu menegur warga yang mengadakan arisan di Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.


Videonya viral dan menghebohkan warganet, banyak pula yang mendukung sikap polisi tersebut sebagai teladan larangan berkumpul.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengaku, sikap yang diambil anggotanya merupakan arahan dari pemerintah.

Sebelumnya sudah diimbau untuk menunda acaranya dan dihimbau jauh-jauh hari. Ternyata acara tetap diadakan, namun pindah ke rumah lain. Sekitar 30 orang berkumpul kala itu, Minggu (29/3).

Kapolsek Kembangan Dicopot Usai Gelar Resepsi
Di sisi lain, Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana menggelar resepsi di hotel mewah, di Jakarta. Sikap Fahrul itu langsung mendapat reaksi dari polri.

Dia dicopot dari jabatannya. Hasil pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya, Kapolsek Kembangan telah melanggar disiplin dan maklumat Kapolri, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah sebagai penanganan penyebaran Covid-19.

Resepsi yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta itu sangat mewah. Kedua mempelai yang tampak bahagia mengikuti prosesi pedang pora dan mengenakan seragam kepolisian.

Sikap Tegas Menegakkan Hukum
Pencopotan itu dinilai langkah yang tegas. Sebab Fahrul dianggap melanggar aturan yang telah ditetapkan.

"Langkah tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian kepada anggotanya yang mbalelo agar Maklumat Kapolri itu punya wibawa dan tidak gampang dilecehkan, terutama oleh para polisi muda. Sehingga sangat tepat, buntut dari pesta pernikahannya itu, Kompol Fahrul dimutasi dan dicopot dari jabatannya serta diperiksa Propam," papar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, Kamis (2/4).

Isi Maklumat Kapolri
Semenjak corona Covid-19 mewabah, pemerintah Indonesia sudah meminta semua warga dan tentunya bagi seluruh kalangan untuk mentaati aturan terbaru.

Sikap Fahrul dinilai melanggar Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020, sehingga menerima hukuman tegas dengan keputusan yang adil.

Adapun isi Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 adalah sebagai berikut:

1. Bahwa mempertimbangkan situasi nasional terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan secara baik, cepat, dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat

2. Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Maklumat:

a. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:

1) Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;

2) Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;

3) Kegiatan olah raga, kesenian, dan jasa hiburan;

4) Unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta

5) Kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

b. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah;

c. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19;

d. Tidak melakukan pembelian danlatau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan;

e. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat; dan

f. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan Maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian Maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

[kur]

Sumber :merdeka.com

0 Response to "Di Jember Polisi Marahi Warga Arisan, di Jakarta Kapolsek Malah Gelar Resepsi Mewah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close