Debat Saling Tunjuk dengan Haris Azhar soal Kredit Ojol, Fadjroel Akhirnya Pilih Diam dan Buka HP


NusaMerdeka ~ Perdebatan terjadi antara aktivis Hak Asasi Manusia Haris Azhar dengan Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Fadjroel Rachman terkait penanganan Virus Corona.

Hal itu terjadi saat keduanya tampil di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (31/3/2020).

Perdebatan tersebut terkait bantuan penangguhan kredit para pekerja informal, seperti ojek online.

Haris Azhar bertanya-tanya bagaimana masyarakat bisa memperoleh informasi terkait penangguhan kredit.

"Betul tadi sore saya lihat juga di TV, presiden sudah umumkan uang listrik di bawah 450 kVa akan digratiskan beberapa hal dan lain-lain."

"Pertantayaan saya konkrit, nanyanya ke mana? Ngambil duitnya seperti apa. Saya sudah dihubungi oleh 7 ojek online yang ngambil mobil, ngambil motor, kredit," tanya Haris Azhar.

Menurut dia, pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bantuan pada masyarakat tersebut masih membingungkan.

"Mereka itu sekarang bingung, datang ke banknya, banknya bilang enggak ada kebijakannya, karena pidato, statement enggak bisa dipakai," ucap Haris.

Lantas, ia menyinggung perkataan Fadjroel yang menyebut statement saja itu tak cukup menangani masalah.

"Seperti yang Juru Bicara bilang kepada saya statement jangan dipakai, nah ini bener nih, statement itu benar dalam hal ini bener."

"Orang yang ngajuin kredit punya utang sama bank segala macam," singgungnya.

Saat Haris Azhar menyampaikan sejumlah koreksi, Fadjroel Rachman menuding aktivis HAM itu menggunakan data yang keliru.

Perdebatan di antara keduanya pun tak dapat dihindari.

"Anda membuat kesimpulan dari data yang keliru," sahut Fadjroel.

Geram ucapannya terus disela, Haris lantas menyindir dengan menyatakan akan mendonasikan waktu bagi Fadjroel untuk memberikan penjelasan.

"Bentar dulu, kalau Anda kurang waktu untuk bicara saya donasiin buat Anda. Anda, negara kan lagi butuh donasi," ucap Haris.

"Iya, kasih ke saya," jawab Fadjroel.

Menurut Fadjroel, Haris menyampaikan informasi dari data yang keliru.

Karena itu, ia justru merasa iba pada aktivis HAM tersebut.

"Anda ini pura-pura tapi data Anda enggak karuan lalu Anda ambil kesimpulan, kasihan sekali," kata Fadjroel.

Namun, di tengah perdebatan tampak Karni Ilyas hanya terdiam sembari menyaksikan kedua tokoh itu beradu argumen.

Tak hanya itu, Karni Ilyas juga sesekali garuk-garuk muka saat keduanya berdebat.

"Saya kasih petunjuk karena Anda juru bicara presiden tapi enggak bicara soal rakyat," kata Haris.

"Kasihan masyarakat yang merasa seolah-olah Anda ini seorang ahli sains, padahal Anda anti-sains, tanpa data yang benar."

Melihat perdebatan keduanya, Karni Ilyas pun kembali melerai

Ia lantas mempersilakan Haris untuk kembali bicara.

"Ya udah, Anda cukup biar dia yang ngomong. Biar dia mau jawab apa," imbau Karni Ilyas.

Melanjutkan penjelasannya, Haris lantas kembali 'menyerang' Fadjroel.

"Ya ini datanya saya kasih tahu, Anda kupingnya enggak mau buka sih," kata Haris.

Menurut Haris, kini banyak ojek online yang justru kebingungan mengurus penangguhan cicilan kredit yang disampaikan oleh Jokowi.

"Itu yang para ojek datang ke bank, ke perusahaan leasing, perusahaan leasing-nya bilang 'Saya enggak punya rujukan hukumnya untuk menunda'," ujar Haris.

Ucapan Haris itu pun sejalan dengan pernyataan Karni Iyas yang menyebut banyak ojek online yang meminjam uang ke swasta demi menutup kebutuhan hidup.

"Tidak hanya leasing ya, mereka juga pinjam ke apa tuh, swasta itu loh," sahut Karni Ilyas.

Namun, belum selesai Karni Ilyas bicara, Fadjroel pun kembali meminta izin untuk memotong penjelasannya.

"Bang Karni, boleh saya memotong?," tanya Fadjroel.

Hal itu pun kembali membuat Haris kesal hingga melontarkan sindiran.

"Bang Karni, udah kita diem aja, perlu banyak bicara dia," sindirnya.

Kemudian, mendapat kesempatan menjawab, Fadjroel menjelaskan bahwa para pekerja informal yang masih ditagih utang bisa melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Gini Bang Karni, nah ini jika ada penagih utang atau debt collector yang meneror nasabah bertindak tidak sesuai ketentuan."

"Nasabah dapat melaporkan ke bank atau laporan ke OJK dengan menyebutkan nama, perusahaan, bank, atau leasing tersebut melalui 157," jelas Fadjroel.

Kemudian, ia menegaskan bahwa masyarakat bisa mendapat infomasi lebih lanjut melalui layanan informasi yang telah disediakan.

"Tolong Bung Haris dicatat, telepon 157, Whatssappnya 0811157157 serta pesan elektronik konsumen ke @OJK.go.id sudah saya jawab, makanya jangan bikin kesimpulan yang mengada ada," katanya.

Disebut memberikan data yang mengada-ada, Haris langsung membantahnya.

"Saya enggak bikin yang mengada-ada, Anda jangan nuduh sembarangan," protes Haris sambil menunjuk Fadjroel.

Lalu, Fadjroel Rachman tak menanggapi lagi perkataan Haris Azhar.

Dia memilih untuk menaruh perhatiannya ke ponsel.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Debat Saling Tunjuk dengan Haris Azhar soal Kredit Ojol, Fadjroel Akhirnya Pilih Diam dan Buka HP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close