Akhirnya! Luhut Binsar Tetap Tuntut ke Jalur Hukum, Meski Said Didu Telah Kirim Surat Klarifikasi


NusaMerdeka ~ Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Pelaksana Tugas sementara Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Panjaitan akan meneruskan tuntutannya kepada mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Luhut merasa pernyataan yang dilontarkan Said Didu dianggap menyudutkan dirinya.

Pasalnya, Said Didu menyatakan, bahwa Luhut dinilai mementingkan keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan penanganan virus corona.

Selanjutnya, pada Jumat (3/4/2020), pihak Luhut telah mengeluarkan ultimatum untuk Said Didu agar segera meminta maaf.

"Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," ujar Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Jodi mengatakan, bahwa pimpinannya itu telah mengetahui kejadian pencemaran nama baik Luhut.

Maka dari itu, melalui Jodi, Luhut meminta agar Said Didu menyatakan maaf secara langsung kepada dirinya dan melalui semua media sosialnya.

Said Didu kirim klarifikasi ke Luhut

Setelah mendapat ultimatum untuk meminta maaf, Said Didu lantas melayangkan surat klarifikasi kepada Luhut.

Surat tersebut diketahui telah dikirim pada Selasa (7/4/2020).

Surat klarifikasi itu juga diunggah oleh Said Didu di akun Twitter pribadinya, @msaid_didu.

Klarifikasi itu sebagai buntut kalimat Said Didu yang menyudutkan Luhut dalam channel YouTube-nya berjudul 'Luhut: Uang, Uang dan Uang", beberapa waktu lalu.

Berikut isi surat klarifikasi dari Said Didu ke Luhut:

1. Video yang berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang di Channel YouTube M. Said Didu adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

2. Pernyataan saya bahwa Pak Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari analisis tersebut, yang maknanya adalah:

A. Bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mangatasi dampak pandemi corona.

B. Bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Bapak Luhut B. Panjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas Bapak.

3. Pernyataan saya terkait dengan Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa 'semoga terbesrsit kembali sapta marga'.

Itu merupakan harapan kepada Bapak sebagai Purnawirawan TNI, bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat.

4. Sebagai tambahan informasi bagi Bapak bahwa keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi.

Semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban sebagai anak bangsa dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yang demokratis, peduli, dan kritis kepada setiap aparatur negara agar dalam mengambil langkah-langkah, kebijakan, dan program selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju, adil dan makmur ke depan.

Demikian klarifikasi ini, saya berharap makna pernyataan saya dalam video tersebut menjadi lepas.

Tak ada permintaan maaf, Luhut akan teruskan tuntut Said Didu ke jalur hukum

Dalam klarifikasi yang telah disampaikan Said Didu tidak terdapat permintaan maafnya kepada Luhut.

Lantaran hal itu, Luhut akan meneruskan tuntutannya kepada Said Didu.

"Pak Luhut sudah Baca, tidak ada komentar apa-apa."

"Saya tanyakan apakah dilanjutin proses hukumnya, jawabannya iya," ujar Jodi seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Jodi mengatakan, mengenai konteks surat klarifikasi yang dilayangkan Said Didu, pihaknya masih mengevaluasi seluruh rangkaian kalimat di dalam surat tersebut.

Namun, dari penilaiannya, tidak terdapat kalimat permintaan maaf yang jelas dituliskan oleh Said Didu.

"Mungkin memang kita 'rada-rada dungu' kalau pinjam istilah Pak Said Didu."

"Enggak paham suratnya itu apakah minta maaf atau apa," ujar Jodi.

Jodi juga mengatakan, bahwa di surat klarifikasi tersebut tidak menjelaskan tudingannya kepada Luhut terkait ibu kota negara (IKN).

"Klarifikasi terhadap tuduhannya tentang ibu kota yang tidak benar itu juga tidak kan," kata Jodi.

Jodi menilai, bahwa Luhut bukan tipe antikritik seperti yang selama ini disematkan.

"Pak Luhut kalau dibilang antikritik atau otoriter tidak benarlah, orang dikasih kesempatan minta maaf kok," ujarnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri) (Kompas.com/Ade Miranti Karunia)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Akhirnya! Luhut Binsar Tetap Tuntut ke Jalur Hukum, Meski Said Didu Telah Kirim Surat Klarifikasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close