Viral Kedai 'Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya', Ini Cerita Perjuangan sang Pemilik


NusaMerdeka ~  Awal Februari 2020 lalu, masyarakat terutama yang tinggal di Kota Solo, dihebohkan viralnya kedai berkonsep makan sepuasnya bayar seikhlasnya.

Kedai tersebut mulai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Facebook Damai Putri Kharisma.

Dalam unggahannya, Damai menyematkan sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan dan laki-laki berpose di depan sebuah bagunan.

Terdapat banner kuning besar bertuliskan 'Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya'.

Selain foto tersebut, Damai menuliskan keterangan sebagai berikut:


"Bagi temen2 atau saudara yg ke Solo silahkan mampir di KEDAI ABDULLAH.

Lapak di Goro Assalaam Pabelan Surakarta

Buka jam 12.30 wib sampai jam 22.00 wib

Makan sepuasnya,bayar seikhlasnya.

Jd gak nyediain kasir,lgsg masukkan uang ke kotak infaq

Gak di kasih harga.

Semoga menjadi wasilah kebaikan bagi siapapun yg berada di gambar, pemilik kedai, seluruh teman yg membagikan, koment baik atau buruk semoga Alloh membalasnya

MashaAlloh," tulis Damai.

Hingga Minggu (1/3/2020), unggahan Dami telah mendapat respons sebanyak lebih dari 22 ribu kali.

Sejumlah tanggapan dari netizen juga membanjiri kolom komentarnya.

@Suwarni Amin: mudh2an menjadi contoh orng2yg smbong.

@Herumustajab: Berani belajar Jujur dan bersosial....coba mampir makan disini.

@Moel Daboel: Kalau memang mau makan seperlunya saja dan bayar sesuaikan kalau kita mampu... agar dapat memberikan yang berhak menerima.

@Srinanik: SOLO TEPATNY DAERH MN YAA...?KQ BLUM TAU...mksh.

@Sumardi Babok: Orang yang menanam hal-hal baik akan menuai kebaikan. Semoga berkah

Unggahan kedai 'Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya' semakin viral setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun Instagram, seperti @soloinfo, @jelajahsolo, @beritaummatislam, hingga @sahabatsurga.

Cerita dari sang pemilik

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tribunnews, diketahui pendiri sekaligus pemilik Kedai Abdullah ini bernama, Ferdiansyah.

Lokasi Kedai Abdullah berada di Jalan A Yani No 308, Gumpang Lor, Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pria asal Palembang ini mengaku kedainya sudah berdiri lebih dari 1 tahun yang lalu.

"Tahun sebelumnya namanya beda, bukan kedai Abdullah tapi namanya dulu Kedai Kuyung Feng."

"Konsepnya sama dengan kafe pada umumnya," kata Ferdiansyah saat ditemui di kedainya, Sabtu (27/2/2020) lalu.

Ferdiansyah menjelaskan latar belakang perubahan nama kedai tidak lepas dari perjuangannya mengembangkan bisnisnya ini.

Berdasarkan pengakuannya, pendirian kedai miliknya menemui sejumlah hambatan dan rintangan.

"Dalam perjalanannya setahun itu, kata orang memang susah kalau buka bisnis ini, mendirikan kafe."

"Tiga bulan pertama bisa bertahan dan emang susah, setelah itu kita subsidi terus untuk keuangan," ucapnya.

Keadaan tersebut tidak berubah meskipun tampuk pengelolaan telah dipegang oleh dua orang berbeda.

Akhirnya Ferdiansyah memutuskan untuk turun tangan langsung membenahi kedai miliknya.

Di masa-masa terpuruk saat membangun bisnis, Ferdiansyah mendapatkan sejumlah masukan dari rekan-rekannya.

Seperti rencana pengubahan konsep yang jauh berbeda dengan sebelumnnya.

"Jadi dibebas alias non tarif kan, biar pengunjung bebas memberikan bayaran. Biarkan mereka menilai sendiri."

"Dan semua keuntungan akan didonasikan," katanya.

Selain konsep, Ferdiansyah juga memberanikan mengganti nama kedainya.

Perubahan ini juga atas saran rekannya dengan alasan melihat keberadaan kedai di lingkungan Assalaam Hypermarket, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.


"Karena melihat pasar di sini ini tidak pas dengan nama yang lama (Kuyung Feng, red)."

"Jadi bagaimana kalau ganti nama? Nama identik dengan muslim lah," ucap Ferdiansyah menirukan obrolannya dengan rekannya ketika itu.

Ferdiansyah melanjutkan ceritanya, setelah melakukan sejumlah pertimbangan , akhirnya sejak Desember 2019, ia mulai melakukan renovasi terhadap kedainya.

Hingga 18 Januari 2020, Kedai Kuyung Feng resmi berubah nama dan konsep menjadi Kedai Abdullah.

Sedangkan nama Abdullah yang berati Hamba Allah berasal dari keluarganya, yakni kakek dari ibundanya.

Ferdiansyah mengaku, beralihnya konsep dan nama kedai ada perubahan yang cukup signifikan.

Apalagi ditambah dengan viralnya Kedai Abdullah di media sosial.

"Yang dulu pernah tidak ada pelangan sama sekali dalam sehari. Kini paling ramai bisa mencapai 37 nota," ujar Ferdiansyah.

"Alhamdulillah ramai. Ya konsepnya kita sekalian belajar ngajarin ikhlas, kita belajar juga prosesnya. Ngajak sedekah bareng-bareng," tutupnya.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Viral Kedai 'Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya', Ini Cerita Perjuangan sang Pemilik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close