Ustaz Yusuf Mansur dan Penulis Buku Ungk*p Kebaikan Ibu Jokowi, Rajin Salat Malam & Beri Benda Ini


NusaMerdeka ~ Meninggalnya Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Namun ternyata tak hanya keluarga yang berduka.

Masyarakat Indonesia hingga sederet public figure ikut merasa kehilangan almarhumah.

Ibunda Presiden Jokowi meninggal dunia pada Rabu 25 Maret 2020 sore di Solo.

Sujiatmi Notomiharjo menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Slamet Riyadi, Solo.

Kabar yang beredar menyebutkan ibunda Jokowi meninggal dunia lantaran penyakit kanker.

Sosok Ibunda Jokowi Hj. Sudjiatmi Notomihardjo Semasa Hidup (Instagram Jokowi)

Sujiatmi Notomiharjo diketahui mengidap penyakit kanker selama empat tahun.

Ibunda Presiden Jokowi berpulang di usianya yang ke 77 tahun.

Jenazah Ibunda Presiden Jokowi dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Mundu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Jenazah ibu tiga anak tersebut dimakamkan di samping makam suaminya yang lebih dulu berpulang.

Sosok Sujiatmi Nartomiharjo juga menyisakan kenangan bagi Ustaz Yusuf Mansur.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ustaz Yusuf Mansur mengunggah foto kenangan ketika berkunjung ke kediaman Ibunda Presiden Jokowi.

Dalam foto tersebut, tampak Ibunda Presiden Jokowi memberikan sebuah kardus besar berisi oleh-oleh untuk Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur membeberkan kalau almarhum Sujiatmi Notomiharjo selama 20 tahun ini selalu salat subuh berjamaah di masjid.

Sosok ibu yang satu ini memang dikenal rajin beribadah.

Berdasarkan penuturan Ustaz Yusuf Mansur, Ibunda Presiden Jokowi ini kerap melaksanakan salat malam dan membaca Surat Al-Ikhlas setiap malam.

Kebiasaan tersebut sudah dilakukan oleh Sujiatmi Notomiharjo sejak Jokowi masih muda sampai menjadi presiden, seperti yang diungkap oleh Yusuf Mansur.

Kebaikan Ibunda Jokowi juga diungkap oleh Ustaz Yusuf Mansur yang telah dianggap seperti anak sendiri.

Tak heran, setiap kali pulang dari berkunjung ke rumah Sujiatmi Notomiharjo, Ustaz Yusuf Mansur selalu diberi oleh-oleh yang cukup banyak.

Bukan hanya oleh-oleh, Ustaz Yusuf Mansur juga kerap dibekali uang saku karena sudah dianggap seperti anak bungsu oleh almarhumah.

"Saya kalo ke Eyang Noto ya dioleh2in banyak gini.... "Udah. Anaknya banyak," kata Eyang sambil ketawa.

Dan saya suka dikasih duit. "Ngapain sih Eyang? Pake gini2an?". Kata Eyang, "Udah. Buat Bontotnya Eyang."."

Mendengar kabar wanita yang akrab disapa Eyang Noto ini meninggal dunia, Ustaz Yusuf Mansur merasa sangat sedih.

Hal ini lantaran ia tak bisa terbang ke Solo untuk menghadiri pemakaman.

"Sedih sekali. Saya ga bs ke sana.

Beneran saya dianggap anak bontot. Beliau suka ngomong kemana2.

Bahkan ke Pak @jokowi. Mbak Titik, Bontot asli, berkali2 bilang, "Ustadz Yusuf nih, ngegeser posisi saya," katanya sambil senyum."

Dalam unggahannya tersebut, Ustaz Yusuf Mansur juga membeberkan pesan yang selalu disampaikan oleh almarhumah Sujiatmi Notomiharjo kepada dirinya yang akan selalu ia ingat.

"Usia 77 Eyang sangat terlihat muda. Bahkan Eyang sering ngingetin saya, banyak puasa, jaga makan, dan olahraga. Pak @Jokowi pernah blg ke saya juga. Kayak Eyang tuh. Puasa, dan olahraga."

Selain itu, Ustaz Yusuf Mansur mengungkap bahwa Ibunda Presiden Jokowi merupakan sosok yang rajin beribadah.

Beliau bahkan kerap melaksanakan salat malam dan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 100 kali setiap malam.

"Shalat malamnya juga tiap malam. Tp wkt saya blg yg gini2, dianggep bohong.

Dua puluhan tahun beliau shalat berjamaah shubuh, dari cerita2 beliau, dan diaminin Pak Parmin, tetangga beliau, yg jd slh 1 Pimpinan DQ Solo.

Beliau pun sejak zaman Pak Jokowi muda, bacain 100 Qulhu tiap malam. Sampe Pak Jokowi jd Presiden, ga berenti bacain.

Inipun saya dianggep ngada2. Padahal wkt cerita2 itu, saya liat ketulusan. Lg bcr2 gmn amalannya dari seorang ibu? Sampe anak2nya sukses2. Ya di antaranya itu.

Eyang sendiri ngingetin saya. Untuk sering2 doain anak. Dan ada amalan atau zikir khusus. "Eyang cuma bisa fatihah dan qulhu, ya itu aja yg Eyang bacain banyak2. Sehari semalam, 100x." .
.
Saya sama istri pernah nyoba baca. Hanya kuat 4hr. Abis itu lupa, sibuk, lalai...
.
.
Selamat jalan Eyang... Kami mendoakan Eyang..."

Tak berhenti sampai di situ, kebaikan almarhumah Sujiatmi Notomiharjo juga diungkap oleh seorang penulis buku bernama Kristin Salmah.

Kristin Salmah mengungkap kebaikan Ibunda Presiden Jokowi yang selama ini jarang diketahui oleh publik.

Hal tersebut Kristin Salmah beberkan dalam tayangan Breaking News Kompas TV.

Kristin Salmah merupakan penulis buku yang berjudul Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi.

Awalnya, Kristin Salmah mengucapkan ucapan duka cita diiringi dengan isakan tangis tertahan.

"Saya mau menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya ibu Sujiatmi Notomihardjo, ibunda bapak presiden kita," ujar Kristin Salmah

Kristin Salmah merasa sangat sedih lantaran merasa almarhumah merupakan seorang ibu yang bisa menjadi ibu bagi semua orang.

"Saya sangat sedih karena menurut saya, ibu Sujiatmi ini seorang ibu yang bisa menjadi ibu bagi semua orang," ujarnya.

"Saya ikut merasakan bagaimana ibu almarhumah merangkul semua perempuan di Indonesia," tambahnya.

Ditambahkan Kristin Salmah, ibunda Jokowi ini akan meninggalkan rasa kehilangan besar untuk seluruh wanita Indonesia.

Karena ibunda Jokowi menurut sang penulis buku ini selalu menajarkan tentang kesederhanaan

"Jadi rasanya saya merasakan bahwa seluruh perempuan Indonesia akan kehilangan sosok seorang ibu yang mengajar tentang kesederhanaan," ujar Kristin Salmah.

Kristin Salmah pun mengungkap alasan mengapa ia menulis buku yang berjudul Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi.

Diakui Kristin Salma, dirinya dan penulis buku lainnya, Fransiska Ria Susanti terelbih dahulu mengamati sosok Jokowi yang sederhana.

Kesederhanaan Jokowi sangat mencolok perhatian semenjak pilkada DKI Jakarta

"Ketika itu, di tahun 2014 sebelum pak Jokowi dicalonkan jadi presiden, kita melihat sosok pak Jokowi adalah sosok yang sederhana.

Kita sudah mengamati sejak kampanye Pilkada DKI Jakarta. kesederhanaan pak Jokowi saat itu sangat menyita perhatian kita semua," papar Kristin Salmah.

Kesederhanaan Presiden Jokowi inilah yang membuat Kristin Salmah ingin mengenal sosok ibunda orang nomor satu di Indonesia.

"Kok ada ya tokoh seperti ini, yang sangat sederhana? gimana caranya seorang ibu bisa mengajar anaknya seperti itu," imbuh Kristin Salmah

"Itu yang membuat kita tertarik untuk menuliskan soal nilai-nilai yang diajarkan ibu Noto (read: Sujiatmi Notomihardjo) pada putranya dan anak-anaknya," ujar Kristin Salmah.

Kristin Salmah yang sempat menahan tangin ini pun mengungkap kenangan manis ketika menginap di kediaman Ibunda Presiden Jokowi.

Untuk menyelami seperti apa sosok Sujiatmi Notomiharjo, Kristin Salmah menginap di kediaman Ibunda Presiden Jokowi untuk melihat kesehariannya.

"Saya pernah menginap di rumahnya, rumah yang ditinggalinya sekarang yang juga ditinggali di tahun 2014," ujar Kristin Salmah.

Selama menginap tersebut, diakui Kristin Salmah ada banyak sifat dan kebaikan ibunda Jokowi yang tak pernah diungkap ke publik.

Kristin Salmah memaparkan bahwa selama menginap, ia dan penulis buku lainnya diperlakukan selayaknya anak sendiri oleh Ibunda Presiden Jokowi.

"Ketika itu saya berdua bersama ibu Siska menginap di rumahnya. kami berdua itu merasa seperti diperlakukan seperti anak sendiri,' ujarnya.

"Kami yang minta menginap. karena kami ingin menjiwai ajaran yang diajarkan oleh Bu Noto pada anak-anaknya," tambahnya.

Kejadian yang tak pernah dilupakan oleh Kristin Salmah adalah ketika tengah malam.

Saat itu, ketika ia dan penulis buku lainnya tertidur, tiba-tiba ibunda Jokowi mengetuk pintu pelan.

Awalnya, Kristin Salmah mengaku ketakutan dan langsung tertidur.

"Pada waktu tengah malam, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. kami berdua 'ini suara apa ya, udah tengah malam ada yang ketuk-ketuk pintu', kami berdua langsung saling pandang takut 'mbak-mbak ada apa ini, sudah lah kita tidur aja lagi', " papar Kristin Salmah sambil tertawa mengenang kisah tersebut.

Namun ketukan pintu itu hanya sebentar berlalu.

Pagi harinya, ketika Kristin Salmah dan temannya bangun, Ibunda Presiden Jokowi justru sudah bangun lebih awal.

"Paginya Bu Noto udah bangun juga, bangun lebih awal," ujar Kristin Salmah.

Hingga akhirnya terungkap bahwa Ibunda Presiden Jokowi lah yang mengetuk pintu kamar Kristin Salmah saat tengah malam.

Ibunda Presiden Jokowi menghampiri kamar Kristin Salmah dan temannya lantaran teringat tak ada selimut di kamar tersebut dan bermaksud untuk mengantarnya.

"Saat itu, baru kita tahu ternyata sebelum Bu Noto tertidur baru ingat kalau di kamar kita itu tidak ada selimut. Dan beliau ngetuk pintu cuma untuk berikan selimut sama kita," papar Kristin Salmah.

Mengetahui fakta tersebut, Kristin Salmah terkejut tak percaya.

Ternyata ibunda Jokowi ini selain sederhana juga sangat perhatian terhadap orang lain meski itu hanya tamu yang baru dikenal beberapa hari.

"Bagi kami itu, ya ampun sampe segitunya ingetnya. ya ampun kita kan udah tidur," ujar Kristin Salmah.

"Dan ketukan itu bukan ketukan yang keras, karena mungkin Bu Noto juga berpikir 'jangan-jangan kalau saya ngetuk takut ganggu tidur'," tambah Kristin Salmah.

Tak hanya itu, Ibunda Presiden Jokowi juga memasak sendiri kendati ada asisten rumah tangga (ART) di rumah.

"Bahkan Bu Noto sampai masak sendiri, meski ada pembantu. dia siapkan sendiri makanan itu.

Bayangkan, saya bertemu banyak tokoh. Tapi tidak semua orang bisa masuk dapur ketika sudah menjadi seseorang," tandasnya. (TribunNewsmaker.com/Ninda)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Ustaz Yusuf Mansur dan Penulis Buku Ungk*p Kebaikan Ibu Jokowi, Rajin Salat Malam & Beri Benda Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close