UPDATE Driver Ojol vs Debt Collector di Sleman, Begini Pengakuan Pengguna Ojol Pascabentrok


NusaMerdeka ~ Bentrokan antara ratusan pengemudi ojek online (ojol) dengan sejumlah debt collector (DC) terjadi di sejumlah wilayah di Yogyakarta pada Kamis (5/3/2020).

Dilansir Kompas.com, bentrokan semula terjadi di Ring Road Utara, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, atau tepatnya di depan Casa Grande.

Bentrokan kemudian menjalar ke lokasi lain yaitu di pertigaan Jalan Babarsari, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Diberitakan TribunJogja.com, Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah, mengatakan bentrokan tersebut diduga sebagai buntut aksi penganiayaan terhadap seorang driver ojol oleh oknum yang diduga DC.

Akibat bentrokan yang terjadi, sejumlah pengguna layanan ojol di Yogyakarta pun mengalami sedikit kendala.

Seorang mahasiswi di Yogyakarta, Clara (22), mengaku harus menunggu lebih lama untuk memanggil driver ojol saat akan memesan makanan pada Kamis, sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain itu, tak seperti biasanya, Clara yang tinggal di Jakal KM 4,5, Sleman, Jogja itu mendapatkan driver ojol yang lokasinya terbilang lebih jauh dari lokasinya.

"Sulit sih karena harus beberapa kali nyari driver," ungkap Clara saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (6/3/2020) pagi.

"Semalam aku kan mau order makanan, posisi resto di Jakal sebelum lampu merah, dapat driver lokasinya jauh banget, sempat mau cancel karena kasihan kejauhan sama bapaknya, bapaknya malah bilang nggak apa-apa," ceritanya.

Clara pun mengaku ia memang kerapkali menggunakan layanan ojol selama merantau di Yogyakarta.

Namun, ia bersyukur karena Jumat (6/3/2020) ini, dia masih bisa menggunakan layanan ojol dengan lancar.

"(Hari ini) enggak (sulit) sih tapi ya itu driver-nya jauh aja lokasinya, kayak biasanya kan pesan makanan driver dekat tokonya atau di gang sebelah, nah ini posisi driver jauh," tutur Clara.

"Tapi Alhamdulillah, sekali (panggil driver) langsung nyantol," sambungnya.

Sementara itu, Rizki (21) juga mengaku sempat mengalami kendala ketika memesan makanan menggunakan layanan ojol pada Kamis kemarin, sekitar pukul 19.30 WIB.

Mahasiswi yang tinggal di Jalan Karangmalang, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman itu mengatakan makanannya datang lebih lama dari biasanya.

"Lama banget, driver-nya bilang udah jalan, harusnya lima menit sampai tapi kemarin sampai 15 menit lebih, nggak sampai-sampai," kata Rizki pada Tribunnews.com, Jumat pagi.

Namun, Rizki menyebutkan ia tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan driver ojol.

"Kalau buat dapat driver-nya gak lama," ujarnya.

Rizki mengaku, ia memang kerapkali menggunakan layanan ojol untuk membeli makanan maupun berpergian.

"Seminggu bisa sampai 3-5 kali," ungkap Rizki.

Meskipun sempat mengalami kesulitan, Rizki mengatakan Jumat ini ia sudah bisa memesan ojol untuk perjalanan dengan lancar.

Kronologi Bentrokan

Dilansir TribunJogja.com, bentrokan bermula saat seorang driver ojol berinisial LA melihat seorang temannya yang berpakaian ojol diberhentikan oleh dua orang yang mengaku Debt Collector (DC), di Jalan Wahid Hasyim, Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (3/3/2020) lalu.

LA pun berusaha melerai dan meminta rekannya yang motornya akan ditarik DC untuk pergi terlebih dahulu.

Saat itu, anggota DC dilaporkan menelepon teman-temannya.

Sekelompok DC itu pun langsung memukuli LA begitu sampai di lokasi.

Atas tindakan penganiayaan tersebut, puluhan driver ojol sempat menggeruduk kantor DC tersebut pada Rabu (4/3/2020) lalu.

Suasana pun kian memanas saat para DC mendatangi Kantor Grab pada Kamis (5/3/2020) kemarin.

Kedua pihak akhirnya terlibat aksi saling lempar batu di kawasan tersebut.

Menurut Kapolres Sleman, kedatangan para anggota DC ke kantor Grab Yogyakarta tersebut dikabarkan sebenarnya untuk mencoba melakukan mediasi.

Namun, para driver ojol beranggapan bahwa anggota DC tersebut bermaksud untuk menyerang.

Akibat kesalahpahaman tersebut, bentrokan pun pecah.

"Itu disangkanya kantornya diserang, padahal enggak.

Karena permasalahannya simpang siur, disangkanya kantor mereka diserang," ungkap Kapolres Sleman.

Polisi yang datang pun langsung mencoba menarik massa ke Polsek Depok Timur.

Sedangkan para DC diamankan polisi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Saya bubarkan, saya tarik ke sini lebih aman," tambahnya.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta) (TribunJogja.com/Santo Ari) (Kompas.com/Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "UPDATE Driver Ojol vs Debt Collector di Sleman, Begini Pengakuan Pengguna Ojol Pascabentrok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close