Jalan di Desa Ini Di-Lockdont, Bukan Lockdown


NusaMerdeka ~ Salah satu upaya pencegahan virus corona terus menyebar adalah dengan melakukan lockdown. Cara ini sudah terbukti ampuh diterapkan oleh China di kota-kotanya yang terdampak.
Bicara mengenai lockdown, sebuah jalan desa ini tampaknya kebingungan dalam pelaksanaan-nya. Niatnya memang baik, namun penggunaan bahasanya dapat membuat salah interpretasi.

Terlihat di foto yang diunggah oleh akun instagram @ngklucu jalan yang dibatasi portal terbuat dari kayu. Pembatas yang tampaknya adalah tangga kayu itu bertuliskan LOCK DONT. Jika diartikan secara harfiah kata itu menjadi 'kunci jangan'.

Meski begitu ada pula himbauan dalam bahasa Indonesia bertuliskan TUTUP. Tulisan TUTUP itu berada di sisi kanan portal pembatasan tersebut.

Tidak ada keterangan teks atau tempat yang menjelaskan di mana foto ini diambil. Namun setidaknya desa tersebut telah menunjukkan usaha bagus dalam mengurangi aktivitas keluar masuk kawasannya demi mengurangi penyebaran virus corona.

Sekedar mengingatkan lagi, berdasarkan kamus Bahasa Inggris lockdown artinya kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar sebagai pengamanan ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Lockdown juga dilakukan dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Sumber :detik.com

0 Response to "Jalan di Desa Ini Di-Lockdont, Bukan Lockdown"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close