Ingat Masran Sadindro? Kerap Berperan jadi Polisi di Sinetron, Profesi Aslinya Ternyata Tak Terduga!


NusaMerdeka ~  Inilah deretan fakta mengenai Masran Sadindro, pria yang kerap memainkan peran polisi di sebuah sinetron.

Ingat Masran Sadindro?

Masran Sadindro sempat viral karena perannya di sebuah sinetron.

Masran Sadindro kerap memainkan peran sebagai seorang sinetron.

Tak hanya satu sinetron, ia berkali-kali berperan jadi polisi hampir di semua sinetron.

Bahkan dulu sampai muncul kalimat 'apapun sinetronnya, pasti dia polisinya'.

Nama Masran Sadindro sempat menjadi perbincangan warganet pada tahun 2018 lalu.

Mulanya ada ulasan mengenai dirinya di laman Facebook.

Sebuah akun mengunggah video saat Masran memainkan perannya sebagai polisi.

Video tersebut diposting oleh akun facebook Brilio Video Indonesia 16 Oktober 2018.

Videonya berjudul : Apapun Sinetronnya, Pak Masran yang Jadi Polisinya.

Video tersebut juga menjadi bahan pembicaraan di grup facebook lokal Belitung.

Lantas siapa sosok Masran sebenarnya?

Merujuk pada informasi dalam video tersebut diketahui bahwa Masran adalah Pria kelahiran Belitung, 12 Maret 1959.

Selain menjadi artis sinetron, Masran juga adalah seorang guru Seni Budaya di SMK Islam Bahagia Jakarta Barat.

Posbelitung.co kemudian mencoba menelusuri lebih jauh mengenai informasi tersebut.

Hasilnya akan disajikan dalam bentuk 5 fakta tentangnya berikut ini :

1. Kelahiran Desa Selinsing

Masran adalah pria kelahiran Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Seperti yang diketahui, kecamatan Gantung juga menjadi kampung halaman bagi penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata dan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Masran sekarang tinggal di Jakarta Utara bersama istrinya yang berasal dari Jepara.

Status Masran kini bukan lagi bapak-bapak, tapi  sudah kakek-kakek karena diketahui dirinya sekarang sudah memiliki dua cucu.

“Beliau itu abang dari istri saya, asli dari Selinsing lah, beliau jarang pulang ke Belitung, maklum karena kesibukan beliau,” kata Rudy Sastra kepada posbelitung.co, Selasa (23/10/2018).

Rudy adalah ipar Masran yang sekarang bertugas sebagai PNS di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur.

2. Dipanggil Pak Anjang

Masran adalah seorang anak dari keluarga Melayu Belitung.

Ayahnya bernama Sahidin dan sudah meninggal pada tahun 80-an.

Sedangkan ibunya bernama Rohana, meninggal pada 2016 lalu.

Seperti umumnya keluarga Melayu Belitung, setiap anak ketika tumbuh dewasa akan mendapat gelar untuk panggilan kekerabatan.

Contohnya, anak tertua atau anak sulung laki-laki biasa gelari Pak Long dan perempuan adalah Mak Long.

Sedangkan yang bungsu digelari Busu.

Masran memiliki jumlah saudara kandung yang banyak.

Iparnya Rudy sampai lupa menyebutkannya satu per satu.

Tapi yang jelas dalam keluarganya, Masran digelari dengan nama panggilan Pak Anjang.

Biasanya gelar ini diberikan kepada anak yang berada di antara anak sulung dan bungsu, dan memiliki ciri-ciri yakni berpostur  tinggi dibandingkan saudaranya yang lain.

Ya, mungkin karena postur tinggi itu pulalah yang membuat Masran dipandang cocok memerankan sosok polisi dalam sinetron.

Mantap Pak Anjang hehe.

3. Mainkan Banyak Adegan

Masran telah memainkan banyak adegan di banyak sinetron.

Jadi wajar bila kemudian ada yang bilang “Apapun Sinetronnya, Pak Masran yang Jadi Polisinya”.

Penampilannya dalam satu adegan juga tak sekadar mengisi latar, tapi juga terlibat dalam dialog bersama pemeran-pemeran utama sinteron.

Satu contoh bisa kalian dalam potongan video sinetron Hati Yang Memilih berikut ini:

Kadang Masran juga memainkan dialog yang panjang.

Seperti contoh dalam sinetron Cinta Yang Hilang bulan ini.

Masran tampak memainkan adegan sedang menginterogasi dengan dialog yang cukup panjang berikut ini :

Video ini dipublikasikan akun youtube  RCTI - LAYAR DRAMA INDONESIA tanggal 15 Oktober 2018 lalu dengan judul Yudha Tidak Berhasil Dibawa Ke Kantor Polisi.

Memerankan peran polisi tentu tak lengkap tanpa pistol.

Dan tentu Pak Masran pun sudah pernah melakoninya.

Contohnya dalam serial Buyung Upik berikut ini :

Oiya satu lagi, Pak Masran juga tentunya sudah pernah syuting berlatar kantor polisi ya.

Satu contoh seperti dalam sinetron Bintang di Hati Ku berikut ini :

Wah ternyata lengkap dan banyak juga ya adegan yang dimainkan Pak Masran.

4. Guru yang Membanggakan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Pak Masran juga berprofesi sebagai guru.

Kiprahnya sebagai guru ternyata tak kalah mengkilap.

Seorang mantan siswanya dulu memberikan testimoni di akun instagram.

Mantan siswa tersebut adalah pemilik akun IG @kak_eliiiii yang dikutip diawal tulisan ini.

Begini postingan lengkapnya :

“Apapun sinetronnya , pasti dia polisinya haha #gurugue

Ketemu beliau Bpk. Masran , seneng banget di alem2 beliau haha katanya eli ini cerdas ketua osis cantikk pula.Eaa eaaa eaaaa,

Padahal mah sering telat , pakean suka ga rapih, sekolah sering make sendal , suka nyeletuk pula

Sehat terus ya bapak Politron : polisi sinetron hehe

Pelajaran yg bs di ambil : ingatlah kebaikan seseorang, jangan keburukannya yg kita ingat-ingat!

Bangga punya guru sprti beliau, sehat terus yah pak

#polisisinetron #dagelan #ngakakkocak #lol #teacher”

5. Akhirnya Beradegan Menangkap ‘Anak Belitung’

Fakta kelima ini lumayan menarik guys!

Dari sekian banyak adegan penangkapan dalam sinetron, mungkin ini adalah kali pertamanya Pak Masran menangkap orang yang berasal dari Belitung.

Momen ini terjadi dalam sinetron Anak Langit episode 457-458 yang ditayangkan di SCTV.

Dalam episode tersebut, sosok antagonis Rimba akhirnya ditangkap polisi dalam sebuah penggerebekan.

Pak Masran yang seperti biasa menggunakan nama Dimas tampak memimpin pasukan polisi.

Singkat kata penggerebekan suksyes, dan Pak Masran langsung yang meringkus Rimba.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Ingat Masran Sadindro? Kerap Berperan jadi Polisi di Sinetron, Profesi Aslinya Ternyata Tak Terduga!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close