Dit*ding Buat Kepanikan, Istana Ungk*p Alasan Jokowi Turun Tangan Umumkan Pasien Positif Corona


NusaMerdeka ~ Langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan status pasien positif Virus Corona (Covid-19) asal Depok justru dituding menyebarkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, PLT Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan menjelaskan ada maksud tersendiri di balik langkah Jokowi itu.

Abet mengatakan pernyataan langsung dari Jokowi soal Covid-19, diharapkan dapat menghapus keraguan masyarakat soal adanya kecurigaan data tentang Virus Corona yang ditutup-tutupi oleh pemerintah.

Dikutip dari acara SATU MEJA THE FORUM, Kamis (5/3/2020), awalnya presenter acara sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo menanyakan tanggapan Istana soal adanya tudingan terhadap Jokowi bahwa aksinya justru menimbulkan ketakutan.

"Ini salah satu faktor yang ikut memicu kepanikan publik adalah ketika dua pasien yang positif Corona, diumumkan sendiri oleh presiden, sehingga menjadi sangat istimewa," kata Budiman.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Abet menegaskan apa yang dilakukan oleh Jokowi merupakan pernyataan pemerintah bahwa tidak ada info terkait Virus Corona yang disembunyikan.

"Kalau diumumkan langsung oleh presiden itu kepentingannya untuk menunjukkan bahwa selama ini kan cukup kuat beredar bahwa ada yang kita tutup-tutupi," kata Abet.

"Jadi pernyataan itu juga menunjukkan, menegaskan bahwa tidak ada yang kita tutup-tutupi."


"Jadi ini memang menjadi satu message (pesan) yang penting, dan kemudian juga sekaligus untuk memastikan ketika presiden menyampaikan itu maka Inpres kita nomor 4 tahun 2019 harusnya sudah bekerja," lanjutnya.

Abet lalu menjelaskan Instruksi Presiden (Inpres) terus berlangsung hingga saat ini.

Ia mengakui memang ada hal-hal yang harus diperbaiki.

Satu di antaranya adalah dalam bidang penyebaran informasi terkait Virus Corona.

"Salah satu menjadi tantangan kita hari ini adalah bagaimana informasi yang cukup itu memang hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Abet.

"Sedang berjalan, dan memang ada beberapa lini yang harus kita tingkatkan," sambungnya.

Masalah di bagian informasi menurut Abet adalah adanya pihak-pihak yang tidak kompeten dalam menyebarkan info.

Ia mencontohkan adanya penyampaian informasi yang ngawur dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Misalnya tiba-tiba pemerintah daerah melakukan tindakan yang berlebihan," katanya.

Budiman menyela penjelasan Abet, ia mempertanyakan apakah Inpres Jokowi berarti tidak dituruti oleh pemerintah daerah.

"Kalau tidak ditaati, mungkin tidak, tapi ada juga respon yang berlebihan," jawab Abet.

Respon Berlebihan Pemerintah Daerah

Menurut Abet masalah yang terjadi bukan lah soal ketaatan, melainkan soal respon yang berlebihan.

"Misalnya kemarin itu Kementerian Kesehatan menyampaikan ada rumah pasien yang dipolice line, itu kan tindakan yang berlebihan sebenarnya," paparnya.

"Hal-hal seperti ini juga menunjukkan ada ruang-ruang komunikasi dan informasi yang masih ada gap-nya (jarak)," tambah Abet.

Abet menegaskan pemberitaan soal Virus Corona memang dipegang langsung oleh presiden, dengan bantuan para menteri.

Ia juga mengatakan pemerintah memiliki protokol untuk penanganan Virus Corona.

Abet lalu mencontohkan bukti kesimpang siuran informasi yang terjadi soal Virus Corona.

"Jadi aneh, di kelas menengah atas kita justru yang terjadi panik, artinya ada begitu banyak informasi yang juga belum tentu dicerna dengan baik," tandasnya.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Dit*ding Buat Kepanikan, Istana Ungk*p Alasan Jokowi Turun Tangan Umumkan Pasien Positif Corona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close