Cegah Corona, Apa Bedanya Social Distancing dengan Lockdown ?


NusaMerdeka ~  Di tengah maraknya virus corona atau Covid-19 keluar istilah-istilah yang mungkin masih asing untuk sebagian masyarakat.

Istilah paling umum yakni Social Distancing dan Lockdown.

Melansir en.wikipedia.org, Senin (16/3/2020), Social distancing adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.

Sementara itu, Lockdown adalah sebuah protokol darurat yang biasanya mencegah orang untuk masuk atau meninggalkan suatu daerah.

Lockdown biasanya hanya dapat diprakarsai oleh seseorang yang memiliki otoritas tinggi.

Diwartakan Kompas.com, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, Indonesia belum akan melakukan lockdown.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada Jumat (13/3/2020).

Dokter Panji Hadisoemarto, MPH, lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran menyambut baik hal tersebut.

Panji mengungkapkan, saat ini hal yang lebih penting dilakukan dibanding lockdown adalah social distancing atau menjaga jarak sosial.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," ujarnya.

Dikatakan Panji, social distancing sendiri memiliki skala yang luas.

Social distancing bisa dilakukan secara individu dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk tidak ke kantor dan berkerumun.

Senada dengan Panji, Dokter Nafsiah Mboi SpA, MPH mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan, social distancing dan larangan perjalanan (travel ban) sebaiknya dilakukan secepatnya tanpa menunggu data.

Lantas bagaimana cara mencegah virus corona dengan social distancing?

Berikut 5 cara menerapkan Social Distancing sebagaimana Tribunnews kutip dari forbes.com:

1. Jangan mengadakan atau menghadiri pertemuan

Ini bukan waktunya untuk pergi ke suatu keramaian.

Virus akan mudah menyebar jika berada di tempat ramai.

Cobalah untuk berjumpa dengan lebih sedikit orang yang benar-benar sehat.

Semakin sedikit orang, semakin mudah Anda menghindari kontak dekat.

2. Berhati-hati dengan alat publik

Cobalah untuk menghindari apa pun yang mungkin telah disentuh oleh banyak orang lain.

Mungkin terlihat mustahil menghindari semua hal yang disentuh oleh orang lain.

Setiap kali Anda menggunakan alat umum, segera cuci tangan dengan saksama.

3. Hindari jam sibuk dan situasi yang cenderung menarik banyak orang

Di waktu sibuk, cenderung orang-orang akan berjalan pada jadwal yang sama.

Itu akan menjadi sebuah kerumunan orang di waktu dan tempat yang sama.

Potensi tertular virus corona akan menjadi tinggi.

4. Jangan pergi ke tempat kerja, sekolah, bioskop, acara olahraga, atau area keramaian lain

Tempat kerja, sekolah, dan banyak tempat hiburan adalah area pencampuran sosial utama.

Disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

5. Tetaplah di rumah

Jika Anda tinggal bersama orang lain, pertama-tama pastikan mengetahui nama mereka dan kemudian cobalah menjaga jarak yang cukup, kecuali jika Anda tahu pasti bahwa mereka tidak terinfeksi.

Social Distancing akan sulit dilakukan karena manusia sejatinya adalah makhluk sosial.

Mungkin akan terasa aneh, membingungkan, atau kesepian karena harus menjaga jarak.

Jadi cari cara lain untuk tetap berhubungan dengan orang lain seperti gunakan aplikasi chat dan media sosial.

Jarak sosial dapat menjadi cara yang efektif untuk memperlambat penyebaran virus jika dilakukan dengan baik.

Sementara itu, mengutip Sonora.id, lockdown adalah keadaan terisolasi atau akses terbatas yang dilembagakan sebagai tindakan keamanan.

Beberapa negara di dunia mengambil langkah tegas untuk melakukan penguncian atau istilahnya adalah lockdown.

Negara yang sudah melakukan lockdown di antaranya Arab Saudi, Italia, Denmark, Filipina, dan Spanyol.

Sementara di Indonesia, banyak pihak meminta pemerintah segera melakukan lockdown.

Hal tersebut mengingat jumlah kasus virus corona terus meningkat di tanah air.

Lockdown sebenarnya bukan istilah teknis yang digunakan oleh pejabat kesehatan masyarakat.

Lindsay Wiley, seorang profesor hukum kesehatan di Washington College of Law menjelaskan, lockdown dapat merujuk pada apa saja dari karantina geografis wajib ke rekomendasi non-wajib untuk tetap di rumah dan penutupan jenis bisnis tertentu atau larangan pada acara dan pertemuan.

Sementara itu, terkait kasus penyebaran virus corona atau Covid-19, penerapan lockdown hanya bisa dilaksanakan atas kebijakan dari pejabat berwenang yang memiliki kekuasaan tertinggi.

(Tribunnews.com/Fajar)(Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)(Sonora.id/Sienty Ayu Monica)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Cegah Corona, Apa Bedanya Social Distancing dengan Lockdown ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close