Bocah SMP Bu*uh Anak 6 Tahun, Polisi Ungk*p Gambar Mirip Kondisi Terakhir Korban & Pelaku Ngaku Puas


NusaMerdeka ~ 1. Awalnya Korban Hilang

Hilangnya APA (6) yang menjadi korban pembun*han oleh NF mulai membuat keluarga khawatir sejak Kamis (5/3/2020).

Pasalnya, APA yang pamit main ke rumah temannya ini tidak kunjung pulang ke rumah.

Orangtua APA sempat melapor ke Ketua RT setempat terkait hilangnya sang anak.

"Kemarin orang tua korban lapor ke saya katanya anaknya enggak pulang-pulang," ucap Sofyan (47), Ketua RT setempat, Jumat (6/4/2020), dikutip TribunMataram.com dari Tribunnews.com.

Sofyan pun langsung berinisiatif membantu keluarga korban mencari APA setelah mendapat laporan tersebut.

Meski sudah keliling kampung, APA tak juga ditemukan.

"Saya sempat bantu keluarga keliling kampung cari korban, siapa tahu kan lagi main di rumah temannya," ujarnya.

Hingga akhirnya Sofyan menyarankan pada keluarga APA untuk melapor ke pihak kepolisian.

"Setelah kita cek dari warga ke warga tapi enggak ada, akhirnya kami ke Polsek Sawah Besar bikin laporan anak hilang," ucapnya.

Tak disangka, apa justru ditemukan dalam kondisi sudah tak berny*wa.

Mayatnya pun disimpan di dalam lemari pakaian sang pelaku pembu*uhan.

2. Keluarga Sempat ke Rumah Pelaku

Menurut penuturan Yuli (45), keluarga APA sempat mencari putrinya di rumah pelaku.

Namun, mereka tidak sampai mengecek lemari pakaian pelaku yang ada di lantai dua.

"Dicari sama keluarga tapi enggak ketemu, sempat datang periksa (rumah pelaku) tapi enggak buka lemari," kata Yuli.

"Enggak ada yang mengira juga kalau di dalam lemari," tambahnya menjelaskan.

Namun, betapa kagetnya Yuli dan tetangganya yang lain, saat pihak kepolisian mendatangi rumah NF dan menemukan APA tew*s dalam kondisi terikat di dalam lemari.

"Tadi pagi ada polisi datang, eh tahunya (APA) ada di lemari ternyata," tuturnya.

3. Korban Ditenggel*mkan di Bak, Mulut Dicol*k

Berdasarkan keterangan Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto, korban tew*s kehabisan napas setelah ditenggelamkan di bak mandi.

"Cara menghilangkan nyawanya yaitu dimasukkan ke dalam bak," jelasnya.

"Mayatnya disimpan di lemari setelah meninggal dunia," lanjut Heru.

"Jadi, si anak ini diajak ke kamar mandi, kemudian di suruh mengambil mainan yang ada di dalam,"

Pada saat itulah, pelaku menenggelamkan korban ke dalam bak mandi.

Korban ditenggel*mkan berulang kali hingga kehabisan napas.

"Setelah anak itu diangkat, dimasukkan bak baru ditenggel*mkan,"

"Setelah lima menit dia nongol tenggelamkan lagi dengan dic*lok mulutnya," tambah Heru.

4. Hampir Dibuang

"Awalnya mau dibuang, tapi karena sudah menjelang sore akhirnya disimpan di dalam lemari," ujar Kapolres usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (6/3/2020).

Peristiwa pembu*uhan ini sendiri terjadi, Kamis (6/3/2020) sore sekira pukul 17.00 WIB.

"Besok paginya tersangka ini akan membuang tapi bagaimana caranya dia bingung. Akhirnya dia berangkat ke sekolah pakai seragam," kata Heru.

Namun, bukannya datang ke sekolah, NF di tengah jalan malah menuju Polsek Metro Tamansari untuk menyerahkan diri.

5.

Di hadapan pihak kepolisian, pelaku mengaku telah membu*uh temannya tersebut.

"Di tengah jalan dia tidak sekolah dan berganti pakaian preman yang sudah disiapkan dan pada saat itu dia melaporkan diri," tutur Ghafur.

Ia menjelaskan, NF datang sendiri ke Polsek Tamansari pada pukul 10.00 WIB.

"Datang sendirian, bilang ke petugas jaga 'Pak, saya habis memb*nuh'," katanya.

Gambar Aneh Mirip Kondisi Terakhir Korban

Polres Metro Jakarta Pusat langsung melalukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pembu*uhan bocah berusia 6 tahun yang ditemukan tew*s dalam kondisi terikat di dalam lemari pakaian.

Dalam olah TKP ini, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, seperti papan tulis dan buku catatan milik korban.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, papan tulis dan buku catatan itu berisi curahan hati dari sang pelaku.

"Di TKP tersebut yang pertama, kami menemukan papan curhat.

Anak ini cukup cerdas, berkemampuan bahasa inggris cukup baik dan dia mengungkapkan berbagai perasaannya itu dalam berbagai tulisan," ucapnya, Jumat (6/3/2020).

Dari hasil olah TKP, polisi menduga pembu*uhan telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku.

Pasalnya, polisi menemukan sebuah gambar seorang wanita dalam posisi terikat di dalam salah satu buku catatan milik pelaku yang kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini.

"Ini adalah gambar seorang wanita dengan terikat, lalu ada tulisan 'keep calm and give me torture," tambah sambil menunjukan buku catatan milik korban.

Susatyo mengatakan, pihaknya akan langsung memeriksa dan mempelajari seluruh bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

6. Tak Menyesal, Ngaku Puas

Polisi masih merasa heran dengan sikap pelaku dan akan mendalami kondisi psikologinya.

Menurut Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro, pelaku tidak menangis atau pun terlihat menyesal.

"Nggak ada menangis, biasa saja. Agak aneh memang," jelasnya.

Senada dengan Eliantoro, Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto juga menganggap pelaku unik.

"Ini agak sedikit uni, si pelaku dengan sadar diri menyatakan telah membu*uh," tuturnya.

Ia juga tidak menunjukkan penyesalannya.

"Kemudian menyatakan saya tidak menyesal, tapi saya merasa puas," tutupnya. (TribunMataram.com/ Salma Fenty)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Bocah SMP Bu*uh Anak 6 Tahun, Polisi Ungk*p Gambar Mirip Kondisi Terakhir Korban & Pelaku Ngaku Puas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close