Sindiran Pakar Tata Kota soal Cara Anies Baswedan Sikapi Banjir: Ini Darurat, Kok Biasa-biasa Saja


NusaMerdeka ~ Daerah Ibu Kota yang kembali dilanda banjir membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi sorotan publik dan menuai banyak kritik.

Satu di antara beberapa kritik itu datang dari Pakar Tata Kota Prof Manlian Ronald Simanjuntak yang menyindir cara Anies menyikapi banjir di Jakarta.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (9/2/2020), Ronald mulanya menyarankan agar Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta menggunakan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya untuk menyebarkan informasi terkait banjir secara menyeluruh.

"Artinya Pemda DKI Jakarta memiliki berbagai instrumen, website, informasi dan lain-lain, disampaikan sampai ke kecamatan, kelurahan," kata Ronald.

"Saya pikir itu perlu diinformasikan secara lengkap," tambahnya.

Ia lanjut menyoroti persiapan Pemda DKI dalam melakukan pemetaan daerah rawan banjir.

"Kemudian Pemda DKI Jakarta apakah sudah menentukan prioritas titik-titik yang memang rawan terhadap banjir, itu penting dan harus dijaga pusat, yaitu istana," terang Ronald.

Ronald lanjut menyebut beberapa persoalan lain yang juga menjadi masalah penyebab banjir, seperti pompa, penurunan tanah, masalah teknis, hingga desain.


Sepanjang berlangsungnya banjir pada awal tahun 2020 di Jakarta hingga saat ini, Ronald menyayangkan tidak adanya kondisi darurat penanganan banjir Jakarta.

"Jadi saya melihat dari Januari kemarin sampai sekarang, kondisi darurat itu enggak ada," ujarnya.

Kemudian Ronald membahas sebuah aturan yang menyebutkan bahwa Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta memiliki tanggung jawab untuk persoalan yang terjadi di Ibu Kota.

"Perhatikan Undang-Undang No 3 tahun 2014, siapa yang mengurusi daerah? Kepala daerah," tegasnya.

"Jadi sebenarnya Jakarta ini, pimpinannya maaf kata bukan presiden tapi kepala daerah."

Ronald menginginkan agar Anies berinisiatif bekerja sama dengan kementerian dan instansi-instansi lain untuk bersinergi bersama menghadapi banjir di Jakarta.

"Ya kumpulkan dong ada menteri PUPR dan sebagainya, ini darurat, kok biasa-biasa saja gitu," katanya.

Sama dengan warga DKI lainnya, Ronald kemudian menceritakan bagaimana aktivitas hariannya juga turut terhambat karena banjir yang menggenangi Ibu Kota.

Terakhir, Ronald kembali menekankan di tengah situasi Jakarta yang sebenarnya sudah darurat banjir, ia meminta agar Anies beserta staf-staf pemerintahan DKI Jakarta segera bersinergi dan merangkul instansi-instansi lainnya untuk mengatasi banjir.

"Jadi saya mengimbau saat ini Jakarta sudah darurat bencana banjir," katanya.

"Maksud saya, ayo kita kumpulkan bersama-sama bagaimana, dan libatkan masyarakat," lanjut Ronald.

Kata Anies Baswedan Penyebab Jakarta Kembali Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal penyebab banjir di Ibu Kota yang dimulai sejak Sabtu (8/2/2020).

Ada beberapa hal yang dipaparkan oleh Anies terkait faktor-faktor penyebab banjir di Jakarta, mulai dari curah hujan yang tinggi hingga menyinggung soal kawasan Bogor.

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompastv, Senin (10/2/2020), mulanya Anies menjelaskan bahwa hujan yang baru-baru ini mengguyur Jakarta termasuk dalam kategori curah hujan yang ekstrem.

"Yang kemarin dialami di Jakarta itu, (curah hujan) sampai dengan 244 milimeter, jadi kita mengalami curah hujan yang ekstrem. Karena (curah hujan) di atas 150 milimeter (disebut) ekstrem, kita mengalami di atas 240 milimeter," ujar Anies di Toko Tani Indonesia Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

Mengantisipasi datangnya banjir karena curah hujan yang tinggi, Anies mengatakan dirinya bersama seluruh instansi terkait sudah bersiap dalam melakukan penanggulangan banjir.

"Lalu apa yang kami kerjakan, dengan kondisi hujan yang sangat ekstrem ini kita mensiagakan seluruh jajaran kita terkait pengendalian air hujan dan di tempat-tempat di mana di situ terjadi curah hujan yang amat intensif maka kita siagakan semua infrastruktur baik petugas maupun alat-alat untuk memastikan bahwa bisa dikendalikan dengan baik," tambah Anies.

Selanjutnya, Anies menyinggung daerah Bogor.

Ia mengatakan kawasan Jakarta yang berada di persisir akan terdampak tingginya curah hujan di daerah hulu.

Anies menyoroti status Bendung Katulampa di Bogor yang mengalami peningkatan status.

Namun, Anies menegaskan hal tersebut dapat terkendali dengan baik.

"Kedua, Jakarta juga merupakan kawasan pesisir, sehingga curah hujan yang tinggi di kawasan hulu, membawa air dengan volume yang cukup besar ke kawasan pesisir," Kata Anies.

"Kemarin di Jakarta mulai jam 10 malam kita sudah mulai siaga, hari Jumat malam, karena kita menyaksikan bahwa di pintu air, atau di Bendung Katulampa sudah mengalami peningkatan status kesiagaan, dan alhamdulillah kemarin sudah sampai puncaknya dan lewat sehingga terkendali dengan baik," lanjutnya.

Terakhir Anies berpesan bahwa dirinya bersama Pemerintah Kota DKI Jakarta akan selalu siaga menangani banjir.

Ia juga berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi menghadapi kemungkinan banjir akibat curah hujan yang tinggi.

"Ke depan kami selalu siaga, semua pertugas bersiap dan kami berharap seluruh masyarakat juga mengantisipasi karena curah hujan yang ekstrem," ucap Anies.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Sindiran Pakar Tata Kota soal Cara Anies Baswedan Sikapi Banjir: Ini Darurat, Kok Biasa-biasa Saja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close