Setelah Ganjar Pranowo Singgung Politik Identitas, Kamera ILC tvOne Soroti Ekspresi Anies Baswedan


NusaMerdeka ~ Inilah reaksi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung soal politik identitas di Indonesia Lawyers Club / ILC di tvOne dalam edisi Menatap Indonesia.

Mengapa masih muncul politik identitas di berbagai pesta demokrasi, baik dalam skala pemilihan kepala daerah / Pilkada hingga pemilihan presiden atau Pilpres?

Itulah hal yang diulas Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berbicara di diskusi ILC di layar tvOne yang dipandu Karni Ilyas.

Dengan nada bersemangat dan bahasa tubuh yang banyak menggerak-gerakkan tangan kanannya, Ganjar Pranowo memahami mengapa masih muncul politik identitas.

Menurutnya, itu bagian dari liberalisasi sistem politik di Indonesia, membiarkan rakyat memilih langsung pemimpinnya, tidak lagi lewat MPR, tidak lagi lewat DPRD.

Praktis, liberalisasi politik ini mendorong para kontestan di Pilkada hingga Pilpres berimprovisasi untuk menarik simpati dan dukungan serta bermanuver meraup suara, termasuk dengan menonjolkan politik identitas.

Ganjar Pranowo (ILC tvOne)

Namun begitu, hasil Pilpres atau Pilkada diumumkan KPU atau KPUD, hanya satu kata kunci yang bisa merontokkan politik identitas, yakni rekonsiliasi.

"Politik nasional menentukan negosiasi yang sangat keras dalam membentuk kabinet saat itu.

Dan tiba tiba menerima seorang Pak Prabowo jadi Menhan. Apa sih keyword-nya? Rekonsiliasi kok," kata Ganjar Pranowo, membuat hadirin ILC di tvOne manggut-manggut.

Sandiaga Uno tampak menyimak serius, sementara Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang duduk persis di sebelah kiri Ganjar Pranowo senyum-senyum kecil sambil menunduk.

Senyum-senyum juga tampak dari wajah Mahfud MD dan Erick Thohir yang duduk tak jauh dari Ganjar.

Sementara budayawan Sujiwo Tejo serius menyimak.

"Rekonsiliasi itu bagian dari jembatan untuk merontokkan politik identitas itu.

Dan sekarang semua fine-fine saja. Bertemu Mas Sandi (Sandiaga Uno) bisa tertawa. Kita nggak ada musuh yang, pokoknya sampai mati (musuhan terus), nggak-nggak sampai segitu," celoteh gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDIP itu.

Dengan kata kunci 'rekonsiliasi', menurut Ganjar, seketika politik identitas seolah menjadi ritual 5 tahunan yang langsung berhenti gaungnya begitu pesta demokrasi selesai.

Karena itu, Ganjar tak heran bila Mahfud MD yang dulu pernah jadi tim sukses Prabowo Subianto, masuk ke kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi, dan kini menjabat Menkopolhukam.

Bahkan Prabowo Subianto sendiri yang bersaing sengit sebagai rival tunggal Jokowi di Pilpres 2019, secara mengejutkan menerima tawaran masuk kabinet sebagai menteri pertahanan .

"Politik kontestasi kita diatur oleh politik lima tahunan, Maka hal yang praktis ini jadi loyalitas 5 tahunan.

Jangan baperan. Ini politik 5 tahunan. Besok lagi bisa gandengan," tuturnya.

Indonesia Lawyers Club di tvOne edisi 'Menatap Indonesia' (tvOne)

Konsekuensi Pilkada / Pilpres Langsung Dipilih Rakyat

Ganjar Pranowo yang dominan rambutnya putih dan mengenakan baju warna gelap itu bertutur, politik identitas bagian dari improvisasi dan cara kepala daerah meraup suara dalam kontes pemilihan langsung.

Suka atau tak suka, itu konsekuensi dan perubahan sistem politik.

"Bahwa kita belum terlalu pintar, lalu politik identitas mengemuka, karena itu market potensial yang digarap dengan liberalisasi politik seperti ini. Given itu!" kata Ganjar dengan sorot mata setengah melotot ke arah hadirin.

Menurut Ganjar, masih ada money politik, politik identitas, itu konsekuensi plus minus pesta demokrasi langsung, karena pemilihan lewat MPR atau DPRD juga banyak plus minusnya.

"Bahwa kita belum menuju kualitas demokrasi terbaik, ya itulah jalan menuju kualitas itu," tuturnya.

"Saya optimis terus. Maka siapapun terpilih melakukan improvisasi terbaik, memasukkan orang-orang yang nyaris zaman dulu tak pernah bisa masuk.

Ganjar ini siapa, bukan siapa-siapa. Kenapa bisa terpilih? Saya juga tidak mengerti," kata Ganjar.

"Siapa sih gubernur Jawa tengah sebelum-sebelumnya?

Tentara, tua! Maaf. Pasti kan? Pensiunan, pangdam. Begitu-begitu.

Lalu muncul perubahan dan harapan. Lalu semua dilihat dari track record-nya.

Dan makin hari makin baik," tuturnya.

"Terbayang nggak orang seperti Pak Erick Thohir ini tiba-tiba jadi menteri BUMN?

Saya sendiri coba membaca-baca, kenapa ya Pak Jokowi memilih Pak Erick Thohir?

Ya karena dia punya success story (cerita sukses)," lanjutnya.

Ganjar menyebutkan, semua konsekuensi pemilihan langsung mau tak mau, suka tak suka harus diterima.

Karena berdasar survei dengan pertanyaan: maukah Pilpres kembali lewat MPR?

Ternyata jawabannya mayoritas menolak.

Kemudian ada polling, bagaimana kalau pemilihan gubernur dikembalikan ke DPRD seperti dulu?

Mayoritas responden nyatanya juga menolak.

"Kami partisipasi 5 tahun saja masak mau dikebiri? " kata Ganjar, menirukan omongan responden dari polling yang dia ceritakan. (TribunNewsmaker.com/ Agung BS)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Setelah Ganjar Pranowo Singgung Politik Identitas, Kamera ILC tvOne Soroti Ekspresi Anies Baswedan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close