Prabowo Subianto Tak Selesaikan Kalimatnya saat Sapa Gubernur DKI Jakarta: Anies Baswedan yang


NusaMerdeka ~ Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyapa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, sapaannya tersebut tak diselesaikan oleh Menteri Pertahanan tersebut.

Momen tersebut terjadi saat perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Kamis (6/2/2020).

Seusai acara dibuka dengan mengumandangkan lagu 'Indonesia Raya', pembacaan UUD 1945, hingga menyanyikan 'Mars Gerindra', Prabowo lantas naik ke atas panggung untuk berpidato.

Awalnya, Prabowo menyapa sejumlah pejabat yang menghadiri acara tersebut.

Tak lupa, ia juga menyapa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam perayaan tersebut.

"Gubernur DKI Jakarta Raya, Bapak Haji Anies Baswedan yang ...," sapa Prabowo, dikutip Tribunnews.com dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (6/2/2020).

Sapaan tersebut terputus dan tergantikan oleh tepuk tangan dari para tamu undangan yang datang.

"Walaupun tidak resmi menjadi kader Gerindra tapi hatinya...," lanjutnya.

Pernyataan tersebut juga tak sampai selesai dilanjutkan oleh Prabowo dan tergantikan oleh tawa dan tepuk tangan tamu undangan.

Para kader lantas merespons pernyataan tersebut dengan melanjutkan kalimat Prabowo yang tidak selesai.

Mereka kompak berteriak, 'Gerindra'.

Mendengar para kadernya yang kompak, Prabowo hanya melontarkan senyumnya.

Candaan Prabowo Subianto Soal Utang Pemilu 2019

Prabowo Subianto melontarkan candaan saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-12 Partai Gerindra.

Prabowo menyebut, acara HUT ke-12 Partai Gerindra diadakan secara dadakan dan dengan persiapan singkat.

"Kita adakan acara ini mendadak, dengan sangat singkat dan benar-benar sederhana."

"Karena kita tahu negara dalam keadaan banyak masalah," terang Prabowo seperti dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (6/2/2020).

Prabowo kemudian melontarkan candaan dengan menyebut perayaan HUT ke-12 Partai Gerindra digelar secara sederhana.

Hal tersebut lantaran partainya sudah habis-habisan mendanai Pemilu 2019.

"Jadi kita tidak mau gembar-gembor karena juga biaya terbatas, habis satu tahun pemilu, habis-habisan," ujar Prabowo yang disambut tawa seluruh kader Gerindra.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung soal utang Pemilu 2019 lalu.

"Kalian senyum-senyum, tapi kalian hitung-hitung juga, utang kalian juga belum dibayar," ucap Prabowo.

Prabowo juga menyebut pasangan calon wakil presiden (Cawapres)-nya di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu, yakni Sandiaga Uno.

"Pak Sandi juga senyumnya ya agak ada kecut-kecutnya dikit gitu, Pak Hasyim juga saya lihat," terang Prabowo.

Sontak, candaan Prabowo ini membuat tertawa semua tamu undangan yang hadir dalam perayaan HUT ke-12 Partai Partai Gerindra.

Alasan Gabung ke Pemerintahan

Prabowo Subianto menjelaskan alasannya mau bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam hari ulang tahun (HUT) ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Kamis (6/2/2020).

Diketahui, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno merupakan lawan dari Jokowi dan Ma'ruf Amin pada pemilihan umum presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Prabowo memutuskan untuk bekerjasama dengan Pemerintahan Jokowi lantaran bentuk cintanya kepada negara dan bangsa Indonesia.

"Kita berbeda kadang-kadang, kita berlawanan boleh, tapi kita tidak boleh mengizinkan negara kita pecah."

"Kita tidak boleh izinkan masyarakat kita pecah, kita tidak boleh izinkan Indonesia terancam."

"Karena itu kita bertarung dengan baik, semanagat, sesudah itu kalau kita diajak menyumbang, kita akan menyumbang," tegas Prabowo, dikutip Tribunnews.com dari tayangan yang diunggah KompasTV, Kamis (6/2/2020).

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan kepada seluruh kadernya, ia ingin merealisasikan dua dari lima janjinya saat Pilpres 2019 bersama Sandiaga Uno.

"Kita maju ke rakyat dengan lima program penting dan lima janji penting," terang Prabowo.

Lima janji tersebut adalah, mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi dan bahan bakar, swasembada dan kedaulatan air, melawan korupsi serta membangun pertahanan yang kuat.

"Kita masuk ke pemerintah karena kita ingin juga memenuhi janji-janji kita sebagian kepada rakyat," ungkapnya.

"Kalau kita tidak bisa perjuangkan lima-limanya, minimal melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan kita mungkin bisa membantu kesejahteraan nelayan-nelayan kita," tegas Prabowo.


Prabowo berharap melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menambah protein untuk rakyat miskin.

Selain itu, juga bisa membantu anak-anak Indonesia supaya tidak stunting.

"Bisa dapat protein dari laut juga bisa menambah devisa untuk rakyat dan bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo menjelaskan, apa yang akan ia lakukan di bawah Kementerian Pertahanan.

"Dan melalui pertahanan kita bisa menjamin kedaulatan Indonesia, kita bisa menjamin bangsa Indonesia tidak dipecah belah," tegasnya.

"Karena itu dari lima janji kita kita sekarang berjuang dua sebagai bagian dari pemerintah," tambahnya.

Menurutnya, ia sekarang punya punya kesempatan untuk memberi saran, usulan serta program-program kepada Presiden Jokowi.

"Jadi suara kita dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat juga didengar," ucapnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung soal suasana politik yang baik saat ini.

"Kemudian kita bersama-sama membangun suatu suasana iklim politik yang baik, yang sejuk, yang tenang, yang bersuasana kekeluargaan, yang bersuasana kerukunan," paparnya.

"Ini harus sangat kita jaga, karena negara kita adalah negara yang sangat besar dan majemuk," tambahnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Prabowo Subianto Tak Selesaikan Kalimatnya saat Sapa Gubernur DKI Jakarta: Anies Baswedan yang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close