Karni Ilyas Jadi Bahan Guyon Cak Lontong di Parodi ILC: Karena Pak Karni Marah, Kita Rehat Sejenak


NusaMerdeka ~ Di ulang tahunnya yang ke-12, kanal televisi nasional tvOne mengadakan sebuah acara parodi Indonesia Lawyers Clubs (ILC).

Pada acara tersebut komedian Cak Lontong hadir memainkan peran sebagai Presiden ILC Karni Ilyas.

Karni Ilyas juga hadir dalam acara parodi tersebut, namun sebagai narasumber yang menjadi bahan banyolan Cak Lontong.

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (14/2/2020), awalnya Cak Lontong membuka acara parodi tersebut dengan gaya pembawaan dan suara seperti Karni Ilyas.

"Pemirsa, menjadi tua itu sudah pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan, tapi sudah tua menjadi presenter, itu keterlaluan," kata Cak Lontong menyindir Karni Ilyas.

Pembukaan tersebut disambut riuh tawa penonton yang hadir pada acara tersebut.

Kemudian dari belakang Cak Lontong, tiba-tiba Karni Ilyas datang dan menegurnya.

"Apa maksud anda sudah jadi tua itu, siapa yang tua," ucap Karni Ilyas.

"Maksud saya senior," kata Cak Lontong disambut tawa penonton.

"Terus kesalahan Anda bilang?" kata Karni Ilyas merujuk pernyataan pembuka Cak Lontong.

"Kesalahan sih bukan Pak, keterlaluan saja sih," kata Cak Lontong yang kembali disambut tawa audiens.

"Di mana salahnya coba, anda saja niru-niru suara saya barusan," kata Karni Ilyas.

"Ternyata Pak Karni galak juga ya, untung saya bukan anak buahnya," ledek Cak Lontong.

"Tapi pemirsa, karena Pak Karni marah, jadi kita rehat sejenak," kata Cak Lontong menirukan gaya Karni Ilyas saat menjeda acara ILC.

Hal tersebut juga memicu reaksi dari dua komedian lain yang juga hadir memeriahkan acara tersebut yakni Bedu dan Musdalifah.

Usia Tak Belia, Suara Tak Bisa Dibanggakan

Kemudian setelah Cak Lontong menjadikan Karni Ilyas sebagai narasumbernya di acara parodi ILC.

Ia mengajukan pertanyaan mengapa Karni Ilyas bisa menjadi presenter kondang di umurnya yang tidak lagi muda dan suaranya yang khas berserak.

Presiden ILC Karni Ilyas dalam acara HUT ke-12 tvOne, Jumat (14/2/2020) (Youtube tvOneNews)

"Kita akan bicara masalah Beliau, Pak Karni sudah 67 tahun, kalau tidak salah," kata Cak Lontong.

"Dan Bapak ini mohon maaf ini, dengan suara yang sebenarnya kalau dibilang enak itu enggak, serak-serak bagaimana gitu."

"Maksudnya secara usia juga sudah tidak belia, secara suara juga tidak bisa dibanggakan, tapi kok bisa jadi presenter kondang, ini pertanyaan saya," lanjut Cak Lontong.

Karni Ilyas menjawab santai.

Menurutnya hal tersebut sudah menjadi suratan takdirnya menjadi presenter kondang.

Ia juga meledek Cak Lontong yang disebut tidak setenar dirinya.

"Itu suratan, jadi suratan itu yang menentukan saya jadi kondang, Anda sedikit kondang," kata Karni Ilyas.

"Memang saya harusnya tinggal menambah serak saya ya Pak, biar kondang," sahut Cak Lontong.

Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal:

Karni Ilyas Jawab Sindiran Sudjiwo Tedjo soal Hilangnya ILC

Karni Ilyas, pembawa acara 'Indonesia Lawyers Club' menjawab langsung sindiran budayawan Sudjiwo Tedjo soal peristiwa rehatnya acara yang akrab disebut ILC tersebut pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Karni Ilyas mengatakan hal tersebut terjadi karena dirinya sedang istirahat.

Ia tegas membantah tuduhan ketakutan yang dilontarkan oleh Sudjiwo Tedjo.

Presiden ILC Karni Ilyas (kiri) dan Budayawan Sujiwo Tejo (kanan), ILC Selasa (11/2/2020) (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (11/2/2020), mulanya Sudjiwo Tedjo menjelaskan soal konsep ada dan tiada terkait persoalan akhlak dan keimanan.

Ia kemudian mengibaratkan ada dan tiada layaknya Karni Ilyas dan ILC yang sempat rehat pasca-Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Baru ketika Pak Karni menghilang, ILC ini menghilang dari waktu karena ketakutan pemilu kemarin," ledek Sudjiwo Tedjo.

Perkataan tersebut disambut tawa oleh penonton yang hadir pada malam itu.

Ia mengatakan kala itu Karni Ilyas memang masih ada, namun secara bersamaan keberadaannya tidak dapat dirasakan karena hilangnya acara ILC yang identik dengan Karni Ilyas.

"Saya mendapat contoh ada, tiada yang bagus, yaitu hilangnya ILC," ujarnya.

"Pak Karni Ilyas ada, tapi enggak ada."

"Itulah ada yang tiada," lanjut Sudjiwo Tedjo.

Karni Ilyas: Sampean Keliru

Kemudian Sudjiwo Tedjo melanjutkan penjelasannya mengenai topik-topik lainnya.

Di akhir segmen, Karni Ilyas memberikan sebuah klarifikasi.

Mulanya ia menjelaskan bahwa mengenai topik-topik dan penjelasan yang dikatakan oleh Sudjiwo Tedjo masuk akal serta dapat diterima.

Namun Karni Ilyas meluruskan sindiran Sudjiwo Tedjo soal hilangnya ILC.

"Semua yang anda katakan itu benar sekali, kecuali satu, bahwa ILC tidak ada karena saya takut, itu keliru," ujar Sudjiwo Tedjo.

"Sampean keliru di situ," tambahnya.

Sudjiwo Tedjo segera merespons klarifikasi Karni Ilyas, ia mengatakan kepadanya bahwa rasa takut adalah yang wajar.

"Pak Karni jangan membantah saya, rasa takut itu terkenal Pak, bahkan cinta saja mengenalnya Pak," balas Sudjiwo Tedjo.

Karni Ilyas kembali menegaskan istirahatnya ILC tetap tidak ada hubungannya dengan rasa takut.

"Saya punya rasa takut, tapi dalam hal istirahat (ILC rehat) itu tidak ada hubungannya dengan takut," tegasnya.

Sudjiwo Tedjo akhirnya pun mengiyakan alasan Karni Ilyas sembari tertawa.

"Oke, okein aja lah," katanya sambil tertawa.

(TribunWow.com/Anung Malik)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Karni Ilyas Jadi Bahan Guyon Cak Lontong di Parodi ILC: Karena Pak Karni Marah, Kita Rehat Sejenak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close