Cerita Emak-emak di Bekasi Kena Tipu, Ditawari Syuting Produk Susu Hingga Merugi Rp 70 Juta


NusaMerdeka ~ Terjadi dugaan tindak pidana penipuan yang menyasar ibu-ibu warga RT 01/03, Perumnas 1, Kelurahan Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Para korban mengaku dijanjikan masuk televisi untuk mengisi siaran iklan.

Diwartakan TribunJakarta.com mereka menjadi korban penipuan dan merugi sampai Rp 70 juta.

Hartiningsih (58), satu dari 10 korban mengatakan kasus ini bermula ketika Tati, kader posyandu di lingkungan sekitar, bertemu dengan seorang wanita yang tak diketahui identitasnya di Puskesmas Perumnas 2 Kayuringinjaya.
Tati kala itu hendak mengambil obat untuk persiapan posyandu di RT 01 yang dia kelola.

Tiba-tiba, dia tidak sengaja dikenalkan oleh sesama kader posyandu lain oleh wanita tersebut.

Di sana, Tati diminta untuk mencarikan 10 orang lansia untuk mengikuti program yang diadakan salah satu produk susu khusus lansia.

"Jadi pelaku ngaku dari A, dia mau bikin program,"

"Kita 10 orang itu diminta buat yel-yel terus nanti di syuting sama TV, syutingnya di mall," jelas Hartiningsih.

Tati lalu membawa pelaku ke rumahnya, hingga dipertemukan oleh para korban lainnya.

Di rumah Tati, para korban yang berjumlah 10 orang dikumpulkan dan dilatih yel-yel untuk persiapan syuting.

Laiknya orang yang hendak tampil di depan kamera, ibu-ibu ini pun berdandan rapi.

Sebagian mereka menggunakan perhiasan berharga agar terlihat modis.

Setelah latihan yel-yel cukup, lima orang korban lalu diajak ke Grand Metropolitan Mall menggunakan taksi online.

"Berangkat pertama saya (Hartiningsih), Ibu Edy, Ibu Mantio, Ibu Marni, Tati sama si pelaku. Semuanya enam orang," paparnya.

Ketika di mal, aksi penipuan inipun terjadi.

Korban Hartiningsih, Ibu Edy, diminta menanggalkan perhiasan dan ponsel ke dalam tas masing-masing.

Pelaku beralasan saat acara nanti, bakal ada sedikit santunan sehingga jangan menunjukkan kemewahan.

"Ya sudah kita nurut saja karena katanya mau ada santunan, jangan terlihat mewah."

"Itu belum masuk ke mal. Kita masih di depan mal kira-kira 50 meterlah dari pintu masuk," jelas Hartiningsih.

Selanjutnya, pelaku memerintahkan Tati untuk mencari tempat fotokopi untuk mengkopi berkas indentitas peserta.

Dua korban yang tadi sudah diminta untuk melepas perhiasan lalu diperintahkan masuk ke dalam mal.

Dua korban lagi,yakni Ibu Mantio dan Ibu Marni diperintahkan menjaga tas dan barang berharga milik dua korban yang masuk ke dalam mal.

"Kita diantar sampai ke dalam mal, terus kita diminta nunggu."

"Dia pergi lagi ke luar mal alasannya buat menjemput yang dua teman kita yang tadi jaga tas," jelas dia.

Selanjutnya, korban yang memegang tas lalu dihampiri pelaku dan dia meminta agar menyerahkan tas milik Hartiningsih dan Ibu Edy.

"Kata Ibu Mantio dan Ibu Marni dia agak memaksa, cuma saya heran juga itu kenapa bisa dikasih."

"Pas sudah pegang tas itu dia langsung suruh Ibu Manatio ke atas menyusul saya," jelas dia.

Ketika sudah mendapatkan tas berisi barang-barang berharga, pelaku kabur mengenakan taksi konvensional.

"Alasan dia pergi pakai taksi buat menjemput teman-teman kita yang masih di rumah."

"Kan kita ada 10, yang jalan duluan ke mal baru 5, nah ternyata dia kabur enggak balik," jelasnya.

Para korban baru sadar ketika Tati mengecek langsung ke dalam mal dan bertanya ke sekuriti apakah ada acara produk susu yang disebut pelaku.

"Pas di cek dalam mal enggak ada acara A, dari situ sadar kalau kita ditipu," papar Hartiningsih.

Pelaku diduga menggunakan modus hipnotis ketika menipu ibu-ibu di Perumnas 1, RT01/03, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku menghipnotis 10 orang korbannya.

Dua di antaranya mengalami kerugian materil berupa perhiasan emas, ponsel serta uang tunai.

Pelaku Hipnotis Pakai Media Asap Rokok

Hartiningsih mengatakan pelaku diduga menghipnotis dirinya dan teman-temannya.

"Kemungkinan ada pengaruh hipnotis, karena kita bersepuluh enggak ada yang curiga," kata Hartiningsih, Senin (3/2/2020).

"Enggak ada yang nanya-nanya, nurut aja gitu."

"Mungkin medianya dengan rokok karena waktu itu yang saya liat dia merokok."

"Dia bilang begini, 'maaf ya ibu-ibu saya merokok nih.' Terus kita jawab oh iya enggak apa-apa," tutur Hartiningsih.

Ia menambahkan, pelaku awalnya diduga telah menghipnotis korban bernama Tati (44).

Tati merupakan kader posyandu yang mengenalkan pelaku ke para korban lain.

"Awalnya mungkin dia hipnotis kordinator (Tati), soalnya dia yang ngajak ke sini."

"Kita kumpul bersepuluh, dia (Tati) juga enggak nanya nama, identitas nomor telepon segala macem."

"Tahu-tahu langsung bawa aja," jelasnya.

Pengaruh hipnotis pelaku dirasa cukup lama dan menurut Hartiningsih sekira pukul 13.00 WIB.

Korban baru benar-benar sadar sore hari sekira pukul 16.30 WIB.

"Prosesnya lama, sadar setelah pas kita di mal. Mba Tati pisah sama si pelaku."

"Dia tanya ke satpam dan cek langsung ternyata enggak ada event (produk susu)," ungkap Hartiningsih.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Cerita Emak-emak di Bekasi Kena Tipu, Ditawari Syuting Produk Susu Hingga Merugi Rp 70 Juta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close