Aksi Heroik Kodir, Sosok Pertama Tolong Puluhan Korban Susur Sungai Sendirian Pakai Tangga Bambu


NusaMerdeka ~ 1. Loncat dari Tebing 3 Meter

Proses evakuasi korban terakhir susur sungai SMP 1 Turi Yogyakarta yang ditemukan Minggu (23/2/2020).

Jiwa kemanusiaan Kodir berontak tatkala menyaksikan anak-anak bertubuh kecil itu berteriak minta tolong.

Seketika itu juga, ia loncat dari ketinggian tebing 3 meter.

Foto viral Kodir membantu menggunakan tangga bambu. (Instagram @merapi_news)

Tanpa pikir panjang, Kodir yang hafal dengan kondisi Sungai Sempor segera menolong anak-anak.

"Saya bawa mereka satu per satu ke pinggiran yang bisa dinaiki.

Ada yang saya bawa ke kiri sungai, ada yang ke kanan sungai. Saya bawa mereka naik," kenangnya.

2. Adik Ikut Membantu

Proses evakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di Sungai Sempor saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai.

Menyaksikan Kodir berjuang menyelamatkan anak-anak seorang diri, adiknya ikut turun dan mulai mengevakuasi korban/

"Saya fokus menolong anak-anak yang berada di tengah, adik saya mengevakuasi yang berada di pinggir.

Selama mengevakuasi anak-anak, saya tak melihat ada siswa maupun siswi hanyut terbawa arus.

Cerita Korban Tragedi Susur Sungai, Tubuh Jadi Pegangan 3 Teman & Adik Kelas, Berakhir Hanyut Tersangkut Batu (TribunMataram Kolase/ Kompas.com)

Semua bertahan, dengan cara memegangi apapun yang ada di sungai," tandasnya.

3. Anak yang Ditolong Lemas

Sebagian siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang selamat dari terjangan aliran sungai yang deras saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020).

Kodir mengatakan ada total lebih dari 20 anak yang berhasil ia evakuasi.

Di antaranya, 6 orang bocah perempuan dalam kondisi sangat lemas.

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban yang hilang saat susur sungai di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/2/2020) (TribunMataram Kolase/ (KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA))

Kodir pun mulai menyaksikan beberapa warga ikut mengevakuasi anak-anak di pinggir sungai, sembari berpegangan pada bebatuan.

Ada pula yang berinisiatif mengulurkan tali.

4. Mencari Tangga Bambu

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban yang hilang saat susur sungai di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/2/2020)

Meski telah menyelamatkan banyak nyawa, Kodir belum menyerah dan masih berusaha membantu korban lainnya.

Ia lantas berinisiatif mencari tangga bambu untuk mengevakuasi korban.

"Setelah semua terevakuasi dan berada di atas tebing, saya coba mencari tangga bambu.

Proses evakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di Sungai Sempor saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai. (dok BNPB)

Gunanya untuk menyeberangkan mereka ke jalur yang memungkinkan untuk dilalui," jelasnya.

5. 3 Jam Menegangkan

Khoirunnisa, yang merupakan salah satu korban meninggal saat acara susur sungai dimakamkan hari Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi.

Tanpa Kodir sadari, butuh waktu 3 jam lebih untuknya menolong anak-anak tak berdosa itu.

"Proses evakuasi yang saya lakukan berlangsung lebih kurang tiga jam dari pukul 14.30 sampai 17.30.

Setelah menolong, saya pulang," tandas Kodir.

Sebagian siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang selamat dari terjangan aliran sungai yang deras saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020). (dok BNPB)

Tak berhenti begitu saja, Kodir kembali melanjutkan pencarian korban setelah maghrib.

"Habis maghrib saya balik lagi, nyari lagi," ujarnya.

Sayangnya, Kodir harus menerima kenyataan menemukan satu korban dalam kondisi tak bernyawa.

"Nengok di lembah Sempor, sampai pukul 21.30, terus ada yang ketemu satu lagi itu. Iya meninggal," sesal Kodir.

Diingatkan, Pembina Jawab Ketus

Cerita Korban Tragedi Susur Sungai, Tubuh Jadi Pegangan 3 Teman & Adik Kelas, Berakhir Hanyut Tersangkut Batu

Keteledoran pembina pramuka yang terlibat sebelumnya sempat dicegah oleh peringatan warga.

Salah seorang korban selamat dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu, Tita Farza Pradita bercerita tentang peringatan warga setempat terkait kegiatan mereka.

Tita, demikian sapaan gadis itu, mengaku mendengar warga memperingatkan pembina pramuka sebelum susur Sungai Sempor berlangsung.

Proses evakuasi korban terakhir susur sungai SMP 1 Turi Yogyakarta yang ditemukan Minggu (23/2/2020). (TribunJogja.com IST | Gandung Kusmardana)

"Sama warga sudah diingetin. Saya mendengar ada warga yang memperingatkan," kata Tita, seperti dilansir dari Kompas TV.

Namun, lanjut Tita, peringatan tersebut disambut kata-kata tak enak dari pembinanya.

"Katanya, enggak apa-apa, kalau mati di tangan Tuhan, kata kakak pembinanya," ujar Tita yang mengaku mendengar langsung jawaban pembinanya tersebut.

7. Pembina Jadi Tersangka

Suraji di pusara makam Yasinta Bunga Maharani

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 10 siswa ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka.

Polisi telah menetapkan satu orang pembina, sekaligus guru SMPN 1 Turi berinisial IYA sebagai tersangka.

Ia disebut menjadi penginsiasi kegiatan tersebut. Namun, saat susur sungai berlangsung IYA diketahui meninggalkan lokasi.
Khoirunnisa, yang merupakan salah satu korban meninggal saat acara susur sungai dimakamkan hari Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi. (Kolase TribunNewsmaker - Tribunjogja.com | Hasan Sakri)
'Satu (satu) pembina ada keperluan sehingga meninggalkan rombongan setelah mengantar siswa di lembah Sempor. Dan yang meninggalkan peserta inilah statusnya dinaikkan menjadi tersangka,' seperti dikutip dari aun Twitter Polda DIY @PoldaJogja.

IYA dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Polisi juga menjerat IYA dengan Pasal 360 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(TribunMataram.com/ Salma Fenty)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Aksi Heroik Kodir, Sosok Pertama Tolong Puluhan Korban Susur Sungai Sendirian Pakai Tangga Bambu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close