Si Aktivis yang Pernah Diduga Hina Jokowi jadi Tersangka Kerusuhan Papua, Lieus: Masukin ke Sel Tikus!


NusaMerdeka ~ Polisi telah menetapkan Veronica Koman sebagai dalang rusuh Papua.

Wanita mata sipit itu ditetapkan sebagai tersangka provokasi di asrama Papua Surabaya, Jawa Timur.

Insiden di asrama Papua Surabaya itu menjalar hingga terjadi demo besar-besaran diserta pembakaran fasilitas umum di Papua.

Saat ini, Veronica diketahui sedang berada di luar negeri. Polisi akan bekerja sama dengan Interpol untuk memburu Veronica.

Dugaan keterlibatan Veronica Koman dalam kerusuhan Papua disikapi aktivis keturunan Tionghoa, Lieus Sungkharisma.

Veronica dan Lieus sama-sama etnis Tionghoa. Satu ras, tapi beda pandangan politik.

Veronica mendukung Papua Merdeka, sementara Lieus berpandangan “NKRI Harga Mati.”

“Pemerintah sudah mengantongi nama-namanya itu, tangkap dong. Tangkepin tuh biang-biangnya, masukin ke sel tikus,” kata Lieus.

Ia juga meminta aparat membebaskan dirinya yang saat ini masih menyandang status tersangka makar.

“Kita ini bebasin dong, emang enak digantung jadi tersangka kasus makar,” tambah Lieus.

Veronica Tersangka Penyebaran Hoax dan Provokasi

Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoax dan provokasi terkait kerusuhan Papua di akun media sosialnya.

Ada lima konten unggahan Veronica baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, yang diduga hoax dan mengandung provokasi.

Konten tersebut, di antaranya soal penangkapan dan penembakan mahasiswa di Asrama Jalan Kalasan Surabaya.

“VK ini orang yang sangat aktif membuat provokasi, di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoax dan provokasi (terkait Papua),” kata Kapolda Polda Jatim, Irjen Luki Hermawan.

Siapa Veronica Koman?

Veronica Koman merupakan orang yang sangat aktif memprovokasi terkait Papua, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Kapolda Polda Jatim, Irjen Luki Hermawan mengatakan, Veronica pernah hadir dalam aksi memperingati deklarasi kemerdekaan Papua Barat ke-57 di Surabaya pada akhir 2018 lalu, yang sempat berujung ricuh.

Bahkan, menurut Luki, Veronica membawa wartawan asing untuk meliput aksi tersebut, tapi tidak disertai dokumen resmi.

Berikut ini deretan fakta-fakta Veronica Koman yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pengacara LBH
Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1998. Dia merupakan salah satu pengacara publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Ia menangani yang berhubungan dengan isu-isu Papua, pengungsian internasional, dan pencari suaka.

2. Aktivis
Veronica Koman dikenal sebagai aktivis. Pada 2017, dia dikenal karena orasinya mengandung unsur penghinaan kepada Presiden Jokowi.

3. Pernah Unjuk Rasa soal Ahok
Veronica Koman menghadapi masalah hukum pada 2017 karena orasinya membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta. Dia protes terhadap vonis Ahok dalam kasus penodaan agama.

4. Aktif di Medsos
Veronica aktif di media sosial Twitter @veronicakoman. Dia kerap menyampaikan perkembangan informasi yang terjadi di Papua.

5. Provokator Kerusuhan Papua
Polisi menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka kasus penyebaran hoax dan provokasi asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Insiden di Surabaya merembet ke Papua hingga terjadi kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum.

Sebut Rezim Jokowi Kejam

Sosok Veronica Koman pada 2017 lalu memprovokasi massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan saat demonstrasi atas pemidanaan Ahok dalam kasus penistaan agama. Dalam orasi itu Veronica menyebut bahwa rezim Jokowi lebih kejam dibanding era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Veronica pun dilaporkan ke polisi.

Pelapor diketahui bernama Kan Hiung aliar Mr Kan. Laporan dilayangkan Kan tercatat dalam Nomor: TBL/2314/V/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Ini dikarenakan isi orasi Veronica saat demo dukung pembebasan Ahok di Rutan Cipinang, Selasa pekan ini. Dalam orasi itu Veronica menyebut bahwa rezim Jokowi lebih kejam dibanding era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya datang ke Polda Metro Jaya bersama kuasa hukum. Pak Ferry Juan dan bersama teman saya, Bu Ivone. Kami datang ke Polda untuk memberikan laporan bahwa Veronica Koeman ini dalam orasinya di depan Rutan Cipinang, 9 Mei 2019 sudah terindikasi kuat menghina rezim pemerintahan Jokowi dan rezim pemerintahan Pak SBY," kata Kan .

Kan menyebut, Veronica bukan hanya menghina Jokowi. Dalam orasinya itu juga menyebut bahwa era SBY juga kejam. Sehingga, bagi Kan, Veronica menyebut dua era pemerintahan tersebut tidak baik.

Mendagri Tjahjo Kumolo pun saat itu geram. Tjahjo akan meminta klarifikasi dari Veronica karena orasinya dianggap memfitnah Presiden Jokowi.

"Kalau dia mau datang, saya terima. Sesama warga negara boleh-boleh saja (berbincang). Dia harus menjelaskan apa maksudnya saat menyampaikan orasi itu," ujarnya.

Tjahjo menegaskan, ada prosedur sebelum melaporkan Veronica kepada kepolisian. Yang bersangkutan diminta menyampaikan maaf dan memberikan klarifikasi atas pernyataannya.

"Membela Ahok itu boleh. Tetapi, soal putusan pengadilan kok yang disalahkan Jokowi," katanya.

Vero merupakan perempuan kelahiran Medan. Dia meraih gelar sarjana hukum dari kampus swasta kenamaan di Jakarta. Vero memang aktif dalam dunia aktivis. Bahkan dia merupakan pengacara publik yang kerap berhubungan dengan isu-isu Papua, pengungsian internasional dan pencari suaka. Dia juga sering memberikan bantuan hukum kepada kaum miskin yang buta hukum dengan cuma-cuma.

Bahkan banyak klien Vero yang berasal dari Afghanistan dan Iran yang terdampar di Indonesia. Vero membantu mereka untuk mendapatkan status pengungsi sesuai dengan hukum pengungsi internasional di UNHCR.

Sumber :pojoksatu.id, merdeka.com

0 Response to "Si Aktivis yang Pernah Diduga Hina Jokowi jadi Tersangka Kerusuhan Papua, Lieus: Masukin ke Sel Tikus!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close