Habibie Ogah Ingkar, Tak Hanya Setia Pada Ainun, Janji Pada Pembantu Pun Ditepati


NusaMerdeka ~ Kesetiaan seorang , Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie pada sang istri Hasri Ainun Besari tak lagi diragukan. Janjinya sehidup semati pun dipenuhinya.

Sejak ditinggal 9 tahun silam, Habibie menunjukkan dirinya tak ingkar janji, setia menemani Ainun sampai liang lahat.

Bahkan, saat raga Ainu tak lagi di dekatnya, Habibie pun masih menunjukkan kesetiannya menepati janji menemani sang kekasih hati.

Setiap hari, Habibie datang ke makam sang pujaan menghadiahkan surat Tahlil dan mengelus pusara Ainun.

Dan, sikap Habibie yang ogah ingkar janji pun dipenuhinya. Tidak hanya pada Ainun, bahkan pada sang pembantu pun sikap ini ditunjukkannya.

Ya, tak hanya dikenal sebagai tokoh teknokrat, bapak teknologi, demokrasi dan kebebasan pers serta sosok penyayang keluarga, ada sifat lain yang bisa dijadikan suri tauladan sepeninggal Presiden ke-3 RI.

Saat berbincang dengan Tribun, Kamis (12/9/2019) malam, keponakan BJ Habibie yang sekaligus promotor musik ternama Indonesia, Adrie Subono, menceritakan pamannya tersebut sangat peduli dengan wong cilik di sekitarnya dan berusaha tak ingkar janji.

Ia mengungkapkan, sekira lebih seminggu sebelum menghembuskan nafas terakhir, rupanya Presiden ke-3 RI tersebut sengaja meninggalkan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta.

Padahal, saat itu BJ Habibie yang telah berusia 83 tahun itu tengah dirawat karena sakit pada organ tubuhnya.

BJ Habibie dengan menggunakan kursi roda yang didorong keluarga datang menuju acara pernikahan anak dari pembantu atau asisten rumah tangga (ART) yang bernama Sigit.


“Beliau sudah janji dari jauh hari sebelumnya, akan datang menghadiri dan menjadi saksi di dalam pernikahan itu. Jadi, pada waktu itu beliau dalam keadaan sakit,” ungkap Adrie.

Adrie mengatakan, sang paman tak mengenal pangkat dan jabatan dalam menepati janji yang telah ia ucapkan kepada ART yang telah bekerja untuknya selama 6 tahun belakangan itu.

“Bayangkan, dua minggu lalu, kemarin saja kan bapak keadaannya tidak terlalu baik. Bahkan beliau harus mempergunakan kursi roda,” kata ayah dari penyanyi Melanie Subono itu.

“Beliau bukan memaksakan diri, tapi menepati janji. Itu lah, beliau tuh banyak sekali aktivitas yang masih dijalani di usia sekarang. Kadang kan di usia sudah segitu, suka lupa,” kenang dia.


Sigit Kehilangan Sosok BJ Habibie

Sigit yang dihubungi secara terpisah pada Kamis malam, membenarkan cerita Adrie Subono.

“Iya (BJ Habibie menjadi saksi pernikahan)," katanya.

Rasa bangga dirasakan Sigit, pembantu atau Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja keluarga almarhum BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Sekira dua pekan sebelum wafat, BJ Habibie menyempatkan diri menjadi saksi dalam pernikahan putri dari Sigit, Nur Khoiriyah. Meskipun, waktu itu BJ Habibie dalam keadaan sakit.

“Saya dan keluarga sangat bangga soalnya bapak dari dulu sudah janji bahwa kalau anak saya akan menikah, akan menjadi saksi,” kata Sigit, saat dihubungi Tribunnews, Kamis (12/9/2019).

BJ Habibie mengenakan kursi roda datang ke pernikahan putri Sigit di Gedung Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Ia didampingi tim dokter, perawat dan anggota keluarga. Setelah prosesi akad nikah, BJ Habibie kembali ke RSPAD tempat dirinya dirawat.

Sigit menceritakan, BJ Habibie sudah berjanji akan menjadi saksi pernikahan saat putrinya masih duduk di bangku SMA atau sekitar 4 tahun yang lalu.

Namun, ia pun sadar jika kondisi kesehatan BJ Habibie memburuk sekitar dua bulan terakhir.

Oleh karena itu, sejak jauh hari ia telah meminta BJ Habibie untuk mengurungkan niatnya menjadi saksi putrinya. Ia meminta putra sulung BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, untuk menggantikan.


Kendati Ilham telah setuju, namun BJ Habibie bergeming dan menyatakan tetap ingin memenuhi janji tersebut.

Puluhan Tahun Bersama Habibie
Istri Sigit bersama istri dan putrinya tinggal bersama dengan keluarga BJ Habibir di rumah di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, sejak puluhan tahun lalu.

Sigit mengaku telah bekerja sebagai ART untuk keluarga BJ Habibie sejak 28 tahun lalu. Sementara istrinya lebih dulu bekerja di rumah BJ Habibe , yakni sejak 30 tahun lalu.

Jika ada waktu senggang, mereka pun mengobrol dengan sang Presiden ke-3 Republik Indonesia itu. Tak ada jarak atau pembeda dari seorang BJ Habibie kepada keluarganya. Bahkan, ia merasa Habibie seperti ayahandanya sendiri karena kerap memberikan perhatian hingga wejangan nasihat hidup.

Wafatnya BJ Habibie pada Rabu kemarin meninggalkan kesedihan mendalam untuk keluarga Sigit.

“Saya dan kelurga sangat kehilangan, kan itu kan seperti bapak sendiri. Dan bapak sama keluarga saya sangat perhatian dan sangat sayang saya dan istri saya sudah dianggap seperti anak sendiri dan anak saya sudah dianggap sebagai cucu sendiri,” kenangnya.

“Pas anak saya menikah bapak meluangkan waktunya dalam keadaan sakit. Bapak bilang saya harus tanda tangan, kalau anakmu menikah saya harus menjadi saksi. Kami sangat kehilangan,” imbuhnya.

Rasa sesak dan kesedihan mendalam pun dirasakan Nur Khoiriyah. Nur merasa tidak percaya jika BJ Habibie telah tiada karena baru dua minggu lalu menjadi saksi pernikahan dirinya.

“Kami semua menangis, awal dikabarin saja kami sudah nangis terus, karena beliau seperti ayah, eyang sendiri. Eyang sangat sayang kepada keluarga kami,” kenangnya. (tribun network/han/coz)

Presiden ke-3 RI Bacharauddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Rabu, 11 Septermber 2019, pukul 18.05 WIB. Diagnosis tim dokter kepresidenan mengatakan, Habibie mengalami sesak imbas cairan berlebih di paru, gagal ginjal, dan berhentinya respon jantung.

Jenazah BJ Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis siang, 12 September 2019. Prosesi pemakamanan BJ Habibie dilakukan dengan upacara militer dengan Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara.

Jenazah Habibie dimakamkan berdampingan dengan makam istri tercinta, Hasri Ainun Besari atau Ainun Habibie, sebagaimana permintaannya semasa hidup.

BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun dengan meninggalkan dua putra, Ilham Akbar

dan Thareq Kemal. Ainun Habibie lebih dulu meninggal dunia pada 22 Mei 2010 (umur 72 tahun).

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Habibie Ogah Ingkar, Tak Hanya Setia Pada Ainun, Janji Pada Pembantu Pun Ditepati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close