Gunting Kabel FO Saat Penataan Trotoar Cikini, Anies Disomasi


NusaMerdeka ~  Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menyomasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Dinas Bina Marga tentang pengguntingan kabel telekomunikasi di Jalan Cikini. Menurut APJATEL, Pemprov menggunting kabel fiber optik (FO) tanpa pemberitahuan lebih dahulu.

"Sebenarnya belum gugatan sih baru sebatas somasi saja minggu lalu ke gubernur dan Dinas Bina Marga saja. Pertama karena dimulai dari pemutusan kabel di Cikini Raya pada 8 Agustus, dan 20 Agustus lalu. Di mana pemutusan itu sepihak tanpa pemberitahuan ke kita," ucap Ketua APJATEL Muhammad Arif, saat dihubungi, Senin (9/9/2019).

APJATEL menyebut memang ada kebijakan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tentang penataan di kawasan Cikini. Namun, menurut Arif, perapian kabel dilakukan pada Desember 2019.

"Karena sebelumnya memang di Jalan Cikini Raya itu sudah ada jadwal perapian utilitas. Di mana anggota APJATEL saat ini masih proses perapian utilitas di ruas jalan itu. Dan kalau memang kita berpegang pada time line yang diberikan oleh Pemda yaitu bulan Desember 2019 dan time line itu kita dapatkan dari Ingub," ucap Arif.

Ingub yang dimaksud Arief adalah Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 126 tahun 2016 tentang Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas.

"Di jelaskan banyak ruas jalan termasuk Cikini di mana, time line bulan Desember untuk Cikini Raya. Tapi kemarin baru bulan Agustus kabel kita sudah dipotong saja," kata Arif.

Selain itu, Arif memasukkan Perda nomor 8 tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas dalam gugatannya. Dia menyebut, seharusnya surat pemberitahuan diserahkan satu tahun sebelumnya.

"Tapi, di situ disebutkan bahwa Pemda harus memberitahu satu tahun sebelumnya. Jadi nggak bisa serta merta sebulan dikasih tahu langsung pindah terus dipotong. Itu nggak boleh dan sudah dijelasin di dalam perdanya itu," ucap Arif.

Pemotongan yang dilakukan Pemprov mengakibatkan layanan kepada pelanggan terganggu. Sampai saat ini, beberapa perusahaan masih melakukan perbaikan jaringan.

"Kalau total (pelanggan) nggak ada (datanya), tapi kabel yang potong ada. Dari operator ada sekitar 20 operator yang kena. Kalau kabel saya dengar kurang lebih ada 40 kabel, kurang lebih. Karena kan ada satu operator yang punya dua gitu," ucap Arif.

"Sudah pasti mengganggu pelayanan, namanya diputus. Dan customer juga sudah pasti merasakannya," ujar Arif

APJATEL meminta Anies dan Dinas Bina Marga untuk menghentikan pemotongan secara sepihak. Selain itu, meminta Pemprov membentuk rencana penataan utilitas bersama.

"Pertama tidak dilakukan pemutusan sepihak seperti sekarang. Karena ruas jalannya ini masih banyak dan kami mengkhawatirkan ke depan akan terjadi lagi hal-hal seperti ini. Kedua, jangka panjangnya dari Pemda dorong membuat regulasi yang pasti dan jelas karena kami lihat regulasi soal utilitas fiber optik ini belum ada juga. Blue print jangka panjagnya," ucap Arif.

Jika pemerintah tetap memotong kabel, maka APJATEL akan melakukan tindakan hukum. Perusakan jaringan komunikasi bisa dipenjara dan denda.

"Kita ada langkah hukum. Ibaratnya, kan disomasi juga kita ingatkan juga bahwa untuk perusakan aset telekomunikasi diatur UU 36 tahun 99 pasal 38, itu kan ada memang bunyinya kurang lebih, perusakan aset telekomunikasi kan bisa dipidana juga kan. Berapa tahun, enam tahun atau denda sebesar Rp 600 juta ya kalau saya baca," kata Arif.

Dimintai tanggapan masalah ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau berkomentar. Dia meminta Dinas Terkait untuk menjawab.

"Tanya Dinas. Bina Marga yang jawab," ucap kepada wartawan di Monas, Jakarta.

Sumber :detik.com

0 Response to "Gunting Kabel FO Saat Penataan Trotoar Cikini, Anies Disomasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close