44 Rumah Warga Rusak akibat Ledakan di Mako Brimob, Anak-anak Berlarian Sambil Menangis


NusaMerdeka ~ Ledakan keras disertai kebakaran terjadi di gudang penyimpanan bahan peledak di Markas Brimob Kompi 1 Srondol, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9) pukul 07.00.

Kobaran api disertai asap membumbung tinggi diikuti beberapa ledakan, menggemparkan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Di antara beberapa ledakan, satu ledakan besar menyebabkan sebagian rumah warga mengalami kerusakan.

Getaran hebat membuat genting rontok, dan kaca rumah pecah. Dari video yang beredar di medsos dan grup WhatSapp, suasana perkampungan warga di sekitar lokasi ledakan, mencekam bak film perang.

Ledakan hebat disertai kobaran api yang membubung terlihat jelas dari rumah warga sekitar. Warga berteriak-teriak sambil berlarian menyelamatkan diri.

Seorang anak perempuan terlihat berlari sambil menangis ketakutan. Mereka yang panik berlarian meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Sugiman (65) pemilik warung yang tinggal di sekitar lokasi langsung berlari keluar rumah saat mendengar ledakan. "Kejadian pukul 07.00. Saya waktu itu lagi nyuci gerobak, lalu mendengar ledakan dan saya lari," tuturnya.

Sugiman kemudian melihat asap membubung tinggi dari gudang. "Warga sempat berlarian. Suara ledakannya duar-duer sampai bergetar semua," jelasnya.

Sugiman sempat gugup karena baru pertama kali mengalami kejadian seperti itu sejak 20 tahun tinggal di wilayah tersebut. Warga lainnya Setiawan Dhika (20) juga lari setelah mendengar ledakan dari gudang.

"Waktu itu saya lagi tidur dengar ledakan langsung lari. Suaranya kayak mercon," kata Dhika.


Saking paniknya Dhika tidak sempat membawa barang-barangnya saat meninggalkan rumah.

Hanya sepeda motornya yang dibawa menjauh dari tempat kejadian. "Motor saya larikan ke selatan menjauhi Brimob," tutur dia.

Ia menuturkan ledakan menyebabkan tempat tinggalnya bergetar dan atap rumahnya rontok. "Ada atap rumah yang jatuh ke tanah saat ada ledakan," ujarnya.

Polisi amankan lokasi

Polisi segera mengamankan lokasi hingga radius 200 meter. Warga yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi berbondong-bondong mengamankan diri.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel beserta jajaran langsung meninjau lokasi tak lama setelah kejadian.

Menurutnya, setelah diupayakan pemadaman dan pendinginan hingga sore hari, pihaknya masih belum mendapat laporan status keamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi akan melakukan proses penyelidikan.

Kapolda menyebutkan, dari total 40 unit bahan peledak berupa granat, ranjau darat, dan mortir, lebih dari setengahnya telah diamankan. Sisanya diduga tertimbun oleh reruntuhan bangunan dalam pencarian.

"Sejumlah tim gegana penjinak bom berupaya mengamankan keadaan. Hingga sekarang belum bisa dinyatakan aman sepenuhnya, sehingga tim penyelidik, laboratorium forensik, dan inafis belum bisa masuk," terangnya.

Meski masih ada potensi ledakan, Kapolda menyatakan situasi warga sudah aman.

“Kalau ditanya apakah mungkin bisa meledak lagi, bisa saja karena bahan peledak. Namun sudah dinyatakan tadi aman. Jika terjadi lagi sudah diperhitungkan serpihannya tidak sampai ke rumah warga," kata Kapolda.

44 rumah warga rusak

Rycko mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan anggotanya hingga petang hari, sejumlah 44 rumah warga mengalami kerusakan, baik pada kaca, plafon, maupun atap.

Polisi sesegera mungkin akan membersihkan dan memperbaiki rumah warga yang rusak sebagai bentuk tanggungjawab kepolisian.

"Langsung kita kerjakan dan perbaiki. Kita berharap secepatnya," lanjutnya.

Selain kerusakan pada sebagian rumah, kebakaran menyebabkan Komandan Batalyon Gegana Brimob Syaiful Anwar terluka. Syaiful sempat dibawa ke RS Banyumanik untuk menjalani perawatan akibat terkena serpihan benda pada lengan dan kepala.

"Sejauh ini laporan masuk dari warga tidak ada yang luka. Hanya beberapa kerusakan bangunan saja," ujar Kapolda.

Gudang penyimpanan bahan peledak Brimob di Jalan Rasamala Barat I No171, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut seluas 6x6 meter persegi.

Bangunan ini berada di pojok kiri Mako Brimob dan berjarak sekitar 50-100 meter dari perumahan warga. Di antara keduanya dipisahkan oleh dinding pembatas setinggi 1,5 - 2 meter.

Di dalam gudang tersimpan sekitar 40 peledak hasil temuan masyarakat. Benda-benda berbahaya tersebut masih dalam upaya pemusnahan secara berkala selama 2 bulan terakhir.

Karena kendala kemampuan maupun sarana dan prasarana pemusnahan, sebagian bahan peledak yang besar belum mampu dimusnahkan.

"Ini murni hasil temuan dan terpisah dengan senjata Brimob untuk latihan. Dari 40-an barang yang ada, memang masih diupayakan pemusnahan secara berkala. Memang kita belum mampu dan belum punya alat untuk memusnahkan yang besar, masih koordinasi dengan pusat," kata Kapolda.

Menurut Rycko, secara prosedur, gudang penyimpanan bahan peledak hasil temuan masyarakat tersebut terpisah dengan gudang tempat penyimpanan senjata api Brimob.
Polda akan mengevaluasi setelah peristiwa itu.

Kerahkan 8 mobil damkar

Karena pertimbangan keamanan, tim pemadam kebakaran Kota Semarang baru bisa mendekat ke lokasi sekitar pukul 08.30.

Setidaknya ada 8 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Hingga sore hari, tak kurang dari 15 tangki air disemprotkan.

Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran, Muhammad Thalib mengatakan pihaknya menerjunkan 8 unit mobil damkar dari sektor Banyumanik, Gunungpati, Semarang Timur, Posko dan beberapa sektor lain guna menjaga keberlangsungan suplai air.

"Dua di antaranya beroperasi secara bergantian memadamkan api dan sisanya bersiaga untuk menyuplai air agar tidak kurang. Jangan sampai timbul ledakan lagi kalau air telat," terangnya. (Sam/rtp)

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "44 Rumah Warga Rusak akibat Ledakan di Mako Brimob, Anak-anak Berlarian Sambil Menangis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close