Panglima TNI Wawancarai Pria Keturunan Prancis yang Lolos Seleksi Akmil dalam Bahasa Prancis


NusaMerdeka ~ Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ternyata mahir berbahasa Prancis.

Hadi memperlihatkan kebolehannya saat mewawancarai calon taruna Akmil keturunan Prancis Ananda Enzo atau akrab dipanggil Enzo saat proses seleksi Pantukhir.

Ayahnya asli Paris, Prancis, dan ibunya warga Sumatera Utara.

Enzo lahir di Paris dan menghabiskan masa sekolah dasarnya di Prancis.

Dia kemudian datang ke Indonesia di usia SMP.





Enzo kemudian memilih mendaftar sebagai Taruna Akademi Militer, dan lolos sampai seleksi Pantukhir.

Enzo mengakhiri wawancaranya dengan Hadi dengan mengaku amat ingin menjadi prajurit komando.

Enzo juga memiliki banyak kelebihan, antara lain kemampuan fisiknya yang di atas standar TNI.

Kemudian Enzo juga mampu berbicara dalam 4 bahasa, yakni Inggris, Prancis, Italia, dan Arab Saudi.

Enzo kini diketahui sudah lolos ke Akademi Militer dan sedang mengikuti pendidikan di Akademi Militer.


Tiap Tahun 4000 Orang Gagal Akmil

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Rukman Ahmad, mengatakan seleksi masuk Akademi Militer (Akmil) dilakukan secara ketat.

Sebelum bisa lolos, katanya, para calon taruna (sebutan bagi peserta seleksi) mesti lebih dulu melewati serangkaian tes di dua lokasi.

Pertama di Komando Daerah Militer (Kodam) atau tingkat provinsi. Tes yang dijalani, antara lain, administrasi nilai mata pelajaran, kesehatan, psikotes, tes tulis, serta Pantukhir.

Setelah lolos tes di tingkat  Kodam, calon taruna kembali diseleksi di tingkat pusat, yakni di Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Karena ketatnya seleksi, setiap tahun sebanyak 3.800 - 4.000 pendaftar gagal masuk Akmil.

Akmil adalah sekolah calon perwira angkatan darat dengan lama pendidikan empat tahun.

Lulusan Akmil bisa cepat menjadi perwira dan mendapat pangkat Letnan Dua.

Perjuangan anak petani

Kisah mengharukan sekaligus inspiratif dialami Putri Lenggo Geni, anak petani yang baru saja lulus dari Akademi Militer (Akmil) tingkat IV tahun 2019.

Meski sempat mengalami enam kali kegagalan, Putri Lenggo Geni pantang menyerah hingga akhirnya ia kini menjadi perwira kowad (Korps Wanita) TNI AD.

Kisah Putri Lenggo Geni ini diulas dalam video yang diunggah channel youtube TNI AD.

Mariamon, ibunda Putri Lenggo Geni menceritakan awal perjuangan putrinya dimulai tahun 2012.

Menurut Mariamon, putrinya telah mencoba segala jalur tes seperti IPDN, Akpol, hingga brigadir tapi terus gagal

"Dari awal tamat SMA itu pas 2012 coba tes IPDN, tes Akpol, tes Brigadir, nah ini yang ke-7 Alhamdulillah anak ibu ada rezekinya di Taruna Akmil, dengan perjuangannya yang sangat panjang," terang Mariamon

Tak hanya itu, Putri Lenggo Geni juga ikut menceritakan perjuangannya selama ini.

"Motivasi saya yang pertama itu sebelum ke akademi militer, pertama saya gagal di akpol itu ada tanda-tanda kutip dari orang sekitar. 'Kamu gagal ya, karena kamu nggak ada ini nggak ada ini,' tapi saya yakin, walaupun saya hanya anak seorang petani dan saya sudah mencoba sampai akhir.

Bahkan sampai panthukhir dan di panthukhir itu saya gagal. Berarti itukan bukan rezeki bukan karena ini seperti kata orang di luar sana. Jadi saya, 'O mungkin belum waktunya,'" terang Putri Lenggo Geni.

Tak hanya itu, Sermatutar Putri juga tampak memiliki keyakinan yang kuat terhadap perjuangannya.

"Saya percaya sama janji Tuhan itu selagi kamu masih berusaha, saya akan kasih. Tapi di situ mau dijanjikan seperti mau tes itu mau 27 tahun. Lewat dari itu tidak tes berarti ini bukan jalan saya. Akhirnya saya jadi taruni akademi militer," terang Putri.

Karena kini Putri Lenggo Geni berhasil melewati perjuangan panjang dan sukses jadi anggota TNI, sang ibunda pun memberi pesan dan harapan untuknya.

"Harapan ibu sama Putri tetaplah jadi anak yang baik, rendah hati, jangan lupa sama Tuhan, tetap sholat, berdoa terus, dan semakin kita tinggi itu hati kita semakin rendah. Tetapkan hatimu di sini, jangan pernah sombong," ucap Mariamon.

Bahkan bagi sang ayah, Putri merupakan karunia dari Tuhan.

"Kalau bagi kami orang tuanya, Putri itu kayak bintang jatuh dari langit," ucap Udet Sirtama, ayahanda Sermatutar Putri Lenggo Geni.

Putri Lenggo Geni pun lantas menjelaskan harapannya dan memohon doa restu dari kedua orang tuanya.

"Harapan saya cuma satu. Saya hanya minta Allah beri saya jalan yang lurus di kedinasan, tetap jaga rendah hati saya.

Buat kedua orang tua saya, ikhlaskan saya lanjut ke dunia kedinasan. Mungkin ini jalan dari Allah, saya harus mencari rezeki meninggalkan rumah tetapi tetap saya berada di bawah sujud kaki kedua orang tua saya," pungkas Putri Lenggo Geni.

Melansir dari laman rekrutmen-tni.mil.id, Putri Lenggo Geni merupakan putri kebanggaan Payakumbuh yang lahir pada 19 Januari 1994 silam.

Ia sempat tercatat sebagai nama calon siswa taruna Akademi TNI tahun angkatan 2015 yang berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Sumber :tribunnews.com

0 Response to "Panglima TNI Wawancarai Pria Keturunan Prancis yang Lolos Seleksi Akmil dalam Bahasa Prancis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close