Nasib PLN Makin Trag*s: Dicecar Presiden, DPR, Ombudman dan Digugat Rp313 Triliun, Sekarang Dipolisikan ke Bareskrim


NusaMerdeka ~  Pasca listrik padam di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) jadi bulan-bulanan.

Setelah disemprot Presiden Joko Widodo (Jokowi), PLN lantas dicecar DPR RI yang dilanjutkan oleh Ombudsman RI.

Tak cukup, PLN lalu digugat Rp313 triliun dalam class action yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Terbaru, BUMN yang dipimpin Plt Dirut Sripeni Inten Cahyani itu terancam bakal dipolisikan ke Bareskrim Polri oleh Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono membenarkan rencana pelaporan PLN atas insiden pemadaman listrik total tersebut.

Sebelumya, Arief terlihat mendatangi Bareskrim Polri pada Rabu (7/8) kemarin.

Namun saat itu, anak buah Prabowo Subianto itu menyebut bahwa dirinya hanya main dan berkunjung saja.

“Kemarin FSP BUMN Bersatu ke Bareskrim konsultasi, di mana Serikat Pekerja BUMN Bersatu akan membuat laporan terkait pemadaman listrik PLN,” katanya dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Dalam konsultasi itu, pihaknya menanyakan apakah mungkin pemadaman listrik total itu bisa berujung pada tindak pidana atau tidak.

“Rencananya kami akan melaporkan PLN ke Bareskrim Polri pekan depan,” ungkapnya.

Waketum Partai Gerindra itu menjelaskan, padamnya listrik tersebut telah menyebabkan kekacauan dan bencana ekonomi.

Karena itu, ia menilai PLN telah teledor dan diduga kuat ada unsur kesengajaan.

Selain itu, tambah Arief, berdasarkan masukan dari kawan-kawan di PLN, tidak mungkin pembangkit dan transmisi rusak bersamaan.

“Masa dalam waktu bersamaan tujuh turbine pembangkit di Suralaya, satu turbin pembangkit di Cilegon, sistem transmisi di Ungaran dan Pemalang bisa bersamaan rusaknya,” heran dia.

“Secara teknikal manapun tidak mungkin terjadi dan masa tidak ada emergency procedure-nya,” lanjutnya.

Menurutnya, gugatan perdata terhadap PLN itu dirasa tak cukup. Atas dasar tersebut, tim hukum FSP BUMN Bersatu sedang mengkaji potensi pemidanaan.

Mantan anak buah Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, Direksi PLN harus bertanggungjawab penuh atas insiden tersebut.

“Maka itu kita akan melaporkan Direksi PLN ke polisi. Bukan hanya yang dilakukan teman-teman LSM mengugat melalui unsur perdata, tapi kita akan kaji di unsur pidana,” pungkasnya.

(ruh/pojoksatu)

Sumber :pojoksatu.id

0 Response to "Nasib PLN Makin Trag*s: Dicecar Presiden, DPR, Ombudman dan Digugat Rp313 Triliun, Sekarang Dipolisikan ke Bareskrim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close