Menohok, Wali Kota Surabaya Beberkan Salah Kaprah Jakarta Tangani Sampah: Yo Mengerikan Itu Pak


NusaMerdeka ~ Permasalahan pelik sampah di DKI Jakarta menyeret nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pasalnya, ia dianggap sosok yang lebih mampu ketimbang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Penilaian publik itu didasari pada keberhasilan Kota Surabaya yang berhasil menangani permasalah sampah dengan berbagai terobosan dan inovasi solutif.

Bahkan, untuk hal itu, Kota Surabaya tak membutuhkan anggaran yang cukup besar. Melainkan menerapkan teknologi tepat guna.

Lalu, apa saran Wali Kota Surabaya itu untuk menangani sampah di DKI Jakarta?

Dikutip PojokSatu.id dari CNNIndonesia, perempuan yang akrab disapa Risma itu menyarankan Pemprov DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah yang terpusat di tengah kota.

Hal itu perlu dilakukan untuk menggantikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat yang rencananya akan ditutup pada 2021 lantaran sampah yang terus membludak.

Menurutnya, tempat pengolahan sampah di tengah kota itu tidak akan menimbulkan ekses negatif semisal bau, jika memang dikelola dengan baik dan benar.

“DKI itu kan punya uang, bisa buat tempat pengolahan sampah di tengah kota. Kalau teknologinya benar, ndak bau itu. Di negara maju juga (tempatnya) di tengah kota itu ndak apa-apa,” ujar Risma ditemui di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Selain itu, perempuan pertama yang memimpin Kota Pahlawan itu menyebut, Pemprov DKI juga sejatinya tak membutuhkan lahan yang luas untuk membangun tempat pengolahan sampah dimaksud.

Bahkan, ia memperkirakan, dengan volume sampah 2.000 ton per hari, lahan yang dibutuhkan hanya sekitar dua hektare saja.

“Nanti sampah itu masuk, kemudian ditutup, dibuang, langsung teknologinya mengolah. Jadi itu kayak gedung tertutup dan bertingkat sehingga bisa dilihat dari atas,” terangnya.

Tak hanya itu, Risma juga menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tempat pengolahan sampah itu dipresdiksi membutuhkan dana sebesar Rp4 triliun saja.

Untuk mengakalinya, Pemprov DKI bisa memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp17 triliun.

“Wong DKI tuh SILPA-nya Rp17 triliun. Kalau dipakai Rp4 triliun, bangun satu lagi (dua tempat pengolahan sampah) cuma butuh Rp8 triliun,” tuturnya.

Jika DKI Jakarta memiliki tiga saja tempat pengolahan sampah tersebut, maka sampah yang bisa tertangani per hari pun bisa mencapai 6.000 ton.

Sementara saat ini beban TPST Bantargebang dinilai Risma sudah terlalu berat karena volume sampah yang diangkut per hari mencapai 7.500 ton yang menurutnya sudah sangat mendesak sekali.

“Sampahnya Bantargebang itu sehari 7.500 ton. Kalau itu (bangun tempat pengolahan sampah) maju, berarti tinggal 5.000 ton per hari,” katanya.

“Kalau enggak maju, yo mengerikan itu Pak. Itu sehari, lho. Bayangkan kalau enggak terangkut. Seminggu aja. Jadi apa?” ulasnya.

Lebih lanjut, Risma menegaskan bahwa permasalah sampah saat ini menjadi permasalah utama bagi Pemprov DKI Jakarta.

Ia pun mewanti-wanti, jika tidak diolah dengan baik, maka hal itu akan berimbas pada warga Ibukota.

“(Masalah) yang utama sekarang di Jakarta itu sampah. Bukan energi karena dampaknya penyakit, banjir. Kalau enggak diolah dengan benar, bahaya,” ingatnya.

(ruh/pojoksatu)

Sumber :pojoksatu.id

0 Response to "Menohok, Wali Kota Surabaya Beberkan Salah Kaprah Jakarta Tangani Sampah: Yo Mengerikan Itu Pak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close