Listrik Padam, Dahnil: Menterinya Hilang Tak Berani Ngomong di Depan Kamera


NusaMerdeka ~ Pemadaman listrik yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten merugikan para pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai pegiat UMKM juga merasakan hal yang demikian.

Pemilik kedai kopi, Begawan Kupie, itu mengaku mengalami kerugian yang sangat berarti akibat pemadaman listrik. Apalagi pemadaman di Cipondoh, Kota Tangerang yang menjadi lokasi kedai Begawan Kupie hampir mencapai 12 jam.

“Saya yakin juga dialami banyak UMKM yang lain di Jawa,” katanya dalam akun Twitter pribadi, Senin (5/8).

Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto itu kemudian membandingkan pemdaman listrik ini dengan yang terjadi di belahan dunia lain.

Seperti di Australia, saat listrik pada ada kompensasi yang diberikan perusahaan penyedia listrik, yaitu gratis tagihan selama sebulan.

Sementara di Korea Selata pemadaman listrik berimbas pada kursi menteri. Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong-Kyung menyatakan mundur pada 2011 lalu.

Dia mundur sebagai bentung pertanggungjawaban atas pemadaman listrik yang menimbulkan kemarahan masyarakat. Uniknya, pemadaman listrik saat itu hanya terjadi dalam durasi singkat, yaitu satu jam.


Di Korsel menterinya mundur. Di sini menterinya hilang tanpa pesan tak berani ngomong di depan kamera,” pungkasnya.


Sumber :pojoksatu.id

0 Response to "Listrik Padam, Dahnil: Menterinya Hilang Tak Berani Ngomong di Depan Kamera"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close