Gereja Katolik Mojokerto Gelar Doa untuk Mbah Moen

NusaMerdeka ~  Gereja Santo Yosef di Mojokerto, Jawa Timur menggelar doa dan memajang foto KH Maimun Zubair atau Mbah Moen yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi pada Selasa (6/8).

Hal tersebut terungkap dari foto yang diunggah akun resmi Instagram Nahdlatul Ulama (NU), @nahdlatululama, Selasa (6/8).

Dalam foto yang diunggah itu terlihat foto Mbah Moen ditaruh di atas meja dengan dihiasi bunga dan lilin sebanyak delapan buah.


Sedangkan di bagian keterangan foto, @nahdlatululama menerangkan bahwa teladan Mbah Moen sebagai seorang ulama telah mengayomi semua masyarakat dari berbagai agama.

"Teladan Mbah Maimoen sebagai ulama yang mengayomi seluruh masyarakat lintas agama. Gereja Katolik Mojokerto turut menggelar doa kepergian Mbah Maimoen," tulis @nahdlatululama dalam keterangan foto yang diunggahnya.

CNNIndonesia.com telah berusaha untuk menghubungi pihak Gereja Santo Yosef untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut perihal penyelenggaraan acara doa bersama dan pemajangan foto Mbah Moen ini.

Namun, pihak Gereja Santo Yosef belum merespons sambungan telepon CNNIndonesia.com hingga berita ini diturunkan.


Wafatnya Mbah Moen meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai lintas agama. Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Sekum PGI) Gomar Gultom mengatakan bahwa Mbah Moen adalah sosok kiai yang patut menjadi teladan bagi ulama dan tokoh agama di Indonesia.

Menurutnya, Mbah Moen senantiasa hadir di tengah hiruk piruk kontestasi politik dan agama untuk memberikan keteduhan.

"Kepergian beliau tidak hanya kehilangan bagi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) maupun NU atau bagi umat Islam saja, tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Gomar lewat keterangan tertulisnya.

Mbah Moen wafat di sela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8). Sepanjang hidupnya, Mbah Moen dikenal sebagai seorang alim, ahli fikih, sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik.

Mbah Moen pernah berpesan bahwa dakwah selayaknya dilakukan secara damai, tak perlu keras dan galak. Menurutnya, kondisi hari ini berbeda dengan zaman perang di era sebelum kemerdekaan.

Sumber : CNNindonesia.com

0 Response to "Gereja Katolik Mojokerto Gelar Doa untuk Mbah Moen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close