Prabowo Menang Jika Terjadi 3 Hal Ini

NusaMerdeka ~ Hari ini, 17 April 2019 masyarakat Indonesia menentukan siapa yang akan memimpin negara berpenduduk 269.536.482 jiwa selama lima tahun ke depan.

Hanya ada dua calon presiden yang akan dipilih, Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo.

Mayoritas lembaga survei, menyatakan bahwa elektabilitas Jokowi selalu unggul di atas Prabowo.

Hasil survei Indikator Politik menyatakan Jokowi akan menang dengan perolehan suara 55,4 persen.

Indo Barometer dan Saiful Mujani Research Center (SMRC) juga menghasilkan survei tak jauh berbeda, Jokowi menang.

Prabowo hanya diunggulkan oleh Puskaptis yang menyebut elektabilitas Prabowo-Sandi 47,59 persen mengalahkan Jokowi Ma’ruf yang punya elektabilitas 45,37 persen.

Ada pula lembaga survei yang menyebut selisih elektabilitas dua pasangan calon ini tipis yakni Voxpol Center Research & Consulting yang menyebut selisih elektabilitas hanya 5,5 persen.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai tidak penting memperdebatkan hasil survei yang berbeda-beda.

Menurut Pangi, perbedaan sangat mungkin terjadi sebagai implikasi dari pemilihan responden yang tak sama saat survei dilakukan.

“Belum lagi jika ada ketidakjujuran responden,” kata Pangi, sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (10/4).

Pangi mengamini bahwa Prabowo memang masih di bawah Jokowi dari segi elektabilitas.

Survei Voxpol menyebut elektabilitas terbuka Jokowi berada di angka 46,8 persen. Sementara Prabowo berkisar pada 39,7 persen. Undecided voters 13,5 persen.

Menurut Pangi, jauh lebih menarik jika memprediksi ke mana arah pilihan para undecided voters yang lumayan besar jumlahnya.

“Menurut Voxpol, dua duanya berpotensi menang, tapi juga berpotensi kalah,” ujar Pangi.

Mayoritas undecided voters, kata dia, akan memilih Prabowo-Sandi. Asumsinya rasional.

Pangi menjelaskan Jokowi sudah bekerja dalam 4,5 tahun terakhir. Petahana telah gencar mempublikasikan apa yang sudah dicapai. Namun undecided voters masih banyak.

“Kalau sudah mantap dengan hasil kerja Jokowi, kenapa masih menunggu kampanye, debat dan lain-lain?” ucap Pangi.

Pangi menilai para undecided voters bukan ragu untuk memilih Jokowi, tetapi ragu memilih Prabowo. Dengan demikian, pilihan hanya tinggal dua. Memilih Prabowo atau golput.

Pangi tidak menyebut seluruh undecided voters akan lari ke Prabowo. Dia hanya mengatakan sebagian besar. Sisanya, golput.

“Mayoritas mungkin akan ke Prabowo dan sisanya akan golput,” kata Pangi.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Prabowo memang masih memiliki kans menang. Begitu pula Jokowi.

Adi menilai siapa pun yang memenangkan pilpres, pasti memiliki selisih suara yang tipis dengan lawannya.

Mengenai Prabowo, Adi mengamini bahwa elektabilitas selalu di bawah Jokowi menurut mayoritas lembaga survei.

Meski demikian, lanjut Adi, Prabowo masih bisa menang jika terjadi tiga hal berikut.

Pertama, apabila pemilih Prabowo yang berkisar antar 35-37 persen, benar-benar loyal. Dengan kata lain, tidak akan memilih calon lain atau golput.

Kedua, jika undecided atau swing voters beralih memilih Prabowo. Menurut Adi, migrasi swing voters sangat menentukan karena elektabilitas Prabowo saat ini tidak berarti apa-apa tanpa swing voters tersebut.

Ketiga, apabila pendukung Jokowi tidak loyal. Sejauh ini, kata Adi merujuk dari hasil survei, elektabilitas Jokowi berkisar di angka 53-55 persen. Andai tidak semuanya loyal, maka elektabilitas Jokowi menurun.

“Akan ada yang golput atau migrasi dukung Prabowo. Kalau itu terjadi, maka teori kemenangan Prabowo bisa terwujud,” kata Adi.
(cnn/pojoksatu) Sumber : Pojoksatu.id

0 Response to "Prabowo Menang Jika Terjadi 3 Hal Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close