Ini Pesan Terbaru SBY Usai Kritik Kampanye Prabowo

NusaMerdeka ~ Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan jelang pencoblosan.

Pesan tersebut diberikan SBY melalui sebuah video yang diunggah oleh Twitter resmi partai Demokrat @Demokrat_TV,Selasa (16/4/2019).

Dalam video berdurasi 2 menit itu, SBY berharap pemilu tahun ini bisa menjadikan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Mantan presiden dua periode itu juga memberikan pesan khusus pada seluruh kadernya.

Ia juga meminta maaf, pada pemilu kali ini ia tidak aktif di Tanah Air karena sedang mengurus istrinya Ani Yudhoyono yang tengah dirawat di Singapura.

Berikut ini pesan yang disampaikan SBY jelang pemilihan umum 2019:

"Insya Allah beberapa saat lagi pemungutan suara akan dilaksanakan.

Semoga melalui pemilu 2019 ini masa depan Indonesia bertambah baik dan semoga bangsa Indonesia tetap bersatu untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita kita.

Semoga pula sesuai amanah konstitusi, pemilu ini dapat berlangsung secara damai, jujur, dan adil.

Sejarah memberi kesempatan pada kita Rakyat Indonesia, pemilik negara dan pemegang kedaulatan yang sejati untuk secara bebas dan rahasia menggunakan hak pilihnya, oleh karenanya mari kita memilih.

Saudara-saudara jangan golput, khusus kepada para kader Partai Demokrat saya berpesan ikutlah aktif untuk mensukseskan pemilu ini agar benar-benar berlangsung secara damai, jujur dan adil, saya mengikuti banyak berita dan rumor dan beredar kalau pemilu ini tidak jujur dan khawatir kalau pemilu ini tidak damai.

Saya berpesan jangan ikut-ikutan menyebarkan berita yang belum tentu benar dan yang hanya akan meresahkan masyarakat.

Lebih baik para kader Demokrat aktif dan berdiri di depan untuk memastikan pemilu ini terselenggara dengan baik dan benar sesuai konsitusi dan undang-undang yang berlaku.

Dan demi rakyat, ikutlah mencegah hal-hal yang tidak baik termasuk terganggunya kedamaian, kerukunan, dan persatuan bangsa.

Insya Allah bisa, saya percaya hal-hal yang tidak baik itu bisa dicegah.

Pemilu kali ini saya tidak bisa aktif di Tanah Air, sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya saya berjuang bersama kader Demokrat, karena saya masih mendampingi Ibu Ani di rumah sakit, namun tetaplah bersemangat.

Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT bersama saudara semua dan bersama bangsa Indonesia tercinta."

Sebelumnya komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) angkat bicara mengenai surat dari Singapura yang ditulis oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait konsep kampanye terbuka capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019). Menurut AHY, SBY justru ingin mengajak seluruh pihak menghargai demokrasi di Indonesia.

"Terkait pesan SBY secara internal kepada sejumlah kader Partai Demokrat ini, Beliau sebagai negarawan ingin memberikan perspektif atas dasar Beliau memimpin Indonesia selama 10 tahun, dinas di TNI, termasuk ketika menyelesaikan konflik komunal, horizontal, saat menjadi Menkopolhukam," katanya di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019).

Putra sulung SBY ini mengatakan, masyarakat justru harus berterima kasih kepada SBY karena mengajak seluruh pihak untuk berpikir jernih dan mengedepankan pemikiran yang sehat dan rasional.

"Pak SBY juga sudah mengingatkan kita semua, termasuk kepada pemimpin dan elite politik. Jangan sampai Pemilu 2019 ini menjurus pada polarisasi yang berdampak pada benturan sesama anak bangsa. Apalagi saat ini diperkuat dengan narasi identitas," katanya.

AHY mengatakan, melalui suratnya, SBY juga menekankan pentingnya inklusivitas karena pemimpin sejatinya harus untuk semua.

"Harus menghargai semua bentuk pesta demokrasi. Jangan sampai seolah-olah jadi eksklusif. Pemimpin Indonesia harus berdiri di atas semua kalangan, golongan dan semua kepentingan. Ini pesan mulia," kata AHY.

Menurut dia, selama mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia, Demokrat menerima pesan kuat masyarakat tentang keinginan mereka akan kepemimpinan yang sejuk, teduh dan mengayomi semua.

"Jangan justru elite politik seru sendiri di ruang publik, saling serang dengan isu apapun, rakyatlah yang jadi korban hanya karena pertarungan politik," katanya.

AHY pun berharap, jangan sampai masyarakat hidup di tengah sekat-sekat yang tebal.

"Saat ini sesama umat Islam saja merasakan ada gesekan di sana-sini akibat beda pandangan dan pilihan politik. Itulah pentingnya ukhuwah Islamiyah," ungkap AHY.

Sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan surat SBY itu benar adanya. Namun, sejatinya hanya untuk kalangan internal dan tidak seharusnya beredar keluar Partai Demokrat.

Pesan itu terungkap dalam surat yang disampaikan SBY kepada tiga petinggi Demokrat, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Surat itu ditulis SBY dari Singapura tertanggal 6 April 2019.

"Saya menerima berita dari tanah air tentang set up, run down dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," kata SBY dalam suratnya. Sumber : http://manado.tribunnews.com/2019/04/16/pesan-terbaru-sby-usai-kritik-kampanye-prabowo-jangan-menyebarkan-berita-yang-belum-tentu-benar?page=all

0 Response to "Ini Pesan Terbaru SBY Usai Kritik Kampanye Prabowo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close